Berita Islam – Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilakukan di bulan Ramadhan. Sholat tarawih dilakukan secara berjamaah atau sendiri di malam hari setelah sholat Isya sebelum sholat witir.
Dulu, banyak yang menganggap sholat ini sebagai ibadah yang panjang dan melelahkan, tetapi sekarang semakin banyak yang memahami keutamaan serta manfaat spiritualnya.
Tarawih bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi juga momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan keberkahan di bulan yang suci ini.
Yuk, kita bahas lebih detail tentang Sholat Tarawih ini, mulai dari niat hingga tata cara pelaksanaannya!
Pengertian Sholat Tarawih
Jika mendengar kata “Tarawih”, mungkin yang terbayang adalah sholat panjang di malam Ramadhan. Namun, sebenarnya kata “Tarawih” berasal dari bahasa Arab, تَرْوِيْحَةٌ (tarwihah), yang berarti “istirahat sejenak”.
Para sahabat Nabi dahulu melaksanakan sholat ini dengan khusyuk dan lama, sehingga mereka beristirahat setelah setiap empat rakaat.
Dalam praktiknya, sholat Tarawih adalah bagian dari qiyamul lail yang dilakukan khusus di bulan Ramadhan. Ibadah ini bisa dilakukan secara berjamaah di masjid atau sendirian di rumah.
Meskipun bukan kewajiban, keutamaan sholat ini sangat besar, bahkan Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang melaksanakannya dengan iman dan penuh harapan kepada Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Tata Cara Sholat Tarawih
Sholat Tarawih memiliki keunikan tersendiri dalam pelaksanaannya. Tidak hanya soal jumlah rakaat, tetapi juga ketenangan dan kekhusyukan dalam setiap gerakan.
Rangkaian Sholat Tarawih
-
- Membaca niat sholat Tarawih sesuai dengan posisinya.
- Melaksanakan sholat dua rakaat seperti sholat biasa.
- Memberikan salam di akhir rakaat kedua.
- Mengulangi rangkaian hingga jumlah rakaat yang diinginkan (8 atau 20 rakaat).
- Menutup sholat dengan sholat Witir sebanyak 3 rakaat.
Tarawih bisa dilakukan secara berjamaah atau sendiri. Namun, sholat berjamaah di masjid memiliki nilai keutamaan lebih tinggi karena mengikuti sunnah Rasulullah.
Tata cara sholat witir 3 rakaat
Setelah melaksanakan sholat Tarawih, dilanjutkan dengan sholat witir sebanyak tiga rakaat sebagai penutup. Sholat witir dapat dikerjakan sekaligus tiga rakaat tanpa duduk tasyahud awal.
Berikut tata caranya.
1. Membaca niat sholat witir 3 rakaat sendiri
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka’aatain (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta’alaa.
Artinya: Saya niat sholat witir tiga rakaat (menghadap kiblat) karena Allah taala.
2. Mengucap takbir saat takbiratul ihram
3. Membaca surat Al Fatihah
4. Membaca surat Al A’laa
5. Rukuk
6. Iktidal
7. Sujud pertama
8. Duduk di antara dua sujud
9. Sujud kedua
10. Berdiri dan masuk rakaat kedua
11. Membaca surat Al Fatihah
12. Membaca surat Al Kafirun
13. Rukuk
14. Iktidal
15. Sujud pertama
16. Duduk di antara dua sujud
17. Sujud kedua
18. Berdiri dan masuk rakaat ketiga
19. Membaca surat Al Fatihah
20. Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas
21. Rukuk
22. Iktidal
23. Sujud pertama
24. Duduk di antara dua sujud
25. Sujud kedua
26. Duduk tasyahud akhir
27. Salam