Cara Memilih Makanan Halal dan Thayyib Sesuai Ajaran Islam

Berita Islam – Islam adalah agama yang sangat memperhatikan kemaslahatan hidup manusia. Ini termasuk memperhatikan makanan dan minuman yang halalan thayyiban. Jelaskan pengertian halalan thayyiban dalam Islam!

Pengertian Halal dan Thayyib

Kata “halal” dalam bahasa Arab berarti “diperbolehkan” atau “dibolehkan.” Makanan yang halal adalah makanan yang diizinkan untuk dikonsumsi menurut hukum syariah Islam. Hal ini mencakup cara memperoleh, mengolah, dan menyembelih binatang sesuai dengan aturan Islam. Sebaliknya, makanan haram adalah makanan yang dilarang untuk dikonsumsi, seperti daging babi dan alkohol.

Sementara itu, “thayyib” berarti “baik” atau “bersih.” Makanan yang thayyib tidak hanya halal secara hukum tetapi juga baik untuk kesehatan dan berasal dari sumber yang bersih serta tidak merugikan tubuh manusia. Allah SWT berfirman:

“Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah [2]: 168)

Lalu bagaimana cara memilih makanan yang sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut? Nah, mari kita bahas tentang 5 cara memilih makan yang halal dan thayyib.

  1. Perhatikan Label Halal

Untuk memastikan makanan yang kita beli sesuai dengan syariat Islam, langkah awal yang perlu kita perhatikan adalah dengan memeriksa label halal pada kemasannya. 

Label halal menunjukkan bahwa produk tersebut telah melewati proses produksi yang sesuai dengan syariat Islam. Dengan begitu, sebelum memutuskan untuk membeli, sebaiknya memeriksa kemasan pada makanan agar dapat memastikan kehalalanya.

  1. Baca Bahan-Bahan yang Digunakan

Selain  memeriksa label halal, membaca daftar bahan yang digunakan dalam makanan tersebut menjadi hal yang tidak kalah penting. Pastikan untuk menghindari makanan yang mengandung bahan-bahan yang diharamkan dalam Islam, seperti daging babi dan alkohol.

Selain itu, perlu juga memeriksa bahan tambahan yang digunakan, sebab beberapa bahan makanan tambahan bisa saja berasal dari sumber yang tidak halal.

  1. Pilih Makanan yang Alami dan Segar

Makanan alami dan segar cenderung lebih aman dan halal dibandingkan dengan makanan olahan. Oleh karena itu, buah-buahan, sayuran, dan daging segar dari sumber yang terpercaya bisa lebih diprioritaskan dibanding yang lainnya.

Usahakan untuk menghindari makanan yang mengandung banyak bahan pengawet dan bahan kimia. Dengan begitu, kita dapat lebih yakin terhadap kualitas dan kehalalan makanan yang kita konsumsi.

  1. Cari Sertifikasi Halal dari Otoritas Resmi

Supaya lebih yakin, kita dapat memastikan kehalalan suatu makanan dengan mencari sertifikasi halal dari otoritas resmi. Negara memiliki banyak lembaga yang bertanggung jawab untuk memberikan sertifikasi halal pada produk.

Pastikan untuk memeriksa apakah makanan yang kita beli memiliki sertifikasi halal dari lembaga yang terpercaya atau tidak. Hal ini penting untuk memastikan bahwa makanan yang akan dikonsumsi sudah sesuai dengan syariat.

  1. Berdoa Sebelum Makan

Terakhir yang tak kalah penting, adalah kebiasaan untuk selalu berdoa sebelum makan. Sebagai seorang Muslim, berdoa sebelum makan adalah hal yang sangat dianjurkan. Dengan berdoa, artinya kita mengingat rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita.

Selain itu, kita memohon agar makanan yang kita konsumsi menjadi berkah bagi tubuh kita. Dengan begitu, tindakan sederhana ini dapat membangun hubungan spiritual dan meningkatkan kesadaran atas nikmat-nikmat yang telah diberikan.

Manfaat Kesehatan dari Makanan Halal dan Thayyib

Mengonsumsi makanan halal dan thayyib memiliki manfaat kesehatan yang signifikan. Pertama, makanan yang halal dan thayyib cenderung bebas dari bahan kimia berbahaya, pestisida, dan zat aditif yang sering ditemukan dalam makanan olahan modern. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan organik dan alami dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung (Alzeer, Rieder and Abou Hadeed, 2018).

Kedua, proses penyembelihan hewan secara Islami yang melibatkan penyebutan nama Allah saat penyembelihan (dhabihah) juga dipercaya dapat mengurangi stres pada hewan dan meningkatkan kualitas daging. Daging yang disembelih sesuai syariah cenderung lebih segar dan memiliki kualitas gizi yang lebih baik dibandingkan daging yang disembelih tanpa mengikuti aturan tersebut (Shafie and Othman, 2006).

Author: pangeranbertopeng