Perbedaan Masyaallah dan Subhanallah

Berita Islam – Sebagai umat Islam, kita tentu tidak asing dengan berbagai ungkapan bahasa Arab yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dua di antaranya adalah masyaallah dan subhanallah.

Keduanya termasuk kalimat thayyibah atau perkataan baik yang mengandung pujian dan pengagungan kepada Allah SWT. Meski sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, masyaallah dan subhanallah memiliki makna serta konteks penggunaan yang berbeda.

Anjuran untuk berkata baik juga terdapat dalam Al-Qur’an, salah satunya Surah Al-Baqarah ayat 83:

“Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat.”

Karena memiliki konteks penggunaan yang berbeda, penting bagi umat Islam untuk memahami perbedaan masyaallah dan subhanallah agar tidak keliru ketika mengucapkannya.

Subhanallah Artinya Apa?

Subhanallah merupakan salah satu kalimat zikir yang banyak diucapkan umat Islam. Secara makna, ungkapan ini digunakan untuk menyucikan dan mengagungkan Allah SWT dari segala kekurangan dan sifat yang tidak layak bagi-Nya.

Dalam kehidupan sehari-hari, subhanallah dapat diucapkan ketika seseorang mengingat kebesaran Allah, menyaksikan keindahan ciptaan-Nya, atau merenungkan tanda-tanda kekuasaan-Nya.

Dengan memahami subhanallah artinya apa, seorang Muslim diharapkan tidak sekadar mengucapkannya sebagai kebiasaan, tetapi juga memahami makna pengagungan kepada Allah yang terkandung di dalamnya.

Masyaallah Artinya Apa?

Masyaallah (مَا شَاءَ اللَّهُ) secara harfiah berarti “apa yang dikehendaki Allah”. Ungkapan ini menunjukkan pengakuan bahwa sesuatu yang terjadi atau dimiliki merupakan bagian dari kehendak Allah SWT.

Masyaallah juga sering digunakan ketika seseorang melihat sesuatu yang indah, mengagumkan, atau membahagiakan. Ungkapan tersebut menjadi bentuk kekaguman yang disertai kesadaran bahwa segala nikmat berasal dari Allah.

Penggunaan ungkapan ini antara lain dapat ditemukan dalam Surah Al-Kahfi ayat 39:

وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ۚ إِن تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنكَ مَالًا وَوَلَدًا

Wa law laaa iz dakhalta jannataka qulta maa shaaa’al laahu laa quwwata illaa billaah; in tarani ana aqalla minka maalan wa waladaa.

Artinya: “Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ‘masyaallah, la quwwata illa billah’ (Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu.”

Perbedaan Masyaallah dan Subhanallah

Meskipun sama-sama merupakan ungkapan yang sering digunakan umat Islam, masyaallah dan subhanallah memiliki makna yang berbeda.

1. Perbedaan Makna

Masyaallah mengandung pengakuan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT. Ungkapan ini sering dikaitkan dengan kekaguman terhadap suatu nikmat, keindahan, atau kebaikan.

Sementara itu, subhanallah merupakan ungkapan untuk menyucikan dan mengagungkan Allah SWT dari segala kekurangan.

2. Perbedaan Penggunaan

Masyaallah dapat diucapkan ketika melihat sesuatu yang indah, mengagumkan, atau membahagiakan. Misalnya, ketika melihat pemandangan yang indah atau keberhasilan seseorang.

Adapun subhanallah dapat digunakan ketika mengingat kebesaran Allah, menyaksikan tanda-tanda kekuasaan-Nya, atau merenungkan keagungan ciptaan-Nya.

3. Sama-Sama Mengandung Pujian kepada Allah

Meski konteks penggunaannya berbeda, kedua ungkapan tersebut sama-sama mengandung unsur pengagungan kepada Allah SWT.

Karena itu, memahami makna masyaallah dan subhanallah penting agar seorang Muslim dapat menggunakannya dengan tepat sesuai konteks. Dengan begitu, ucapan yang keluar tidak hanya menjadi kebiasaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari zikir dan pengingat kepada Allah.

Author: pangeranbertopeng