Berita Islam – Bulan suci ramadhan menjadi salah satu yang paling dinanti-nanti oleh umat muslim seluruh dunia. Setiap daerah tentunya memiliki budaya sendiri selama bulan suci ramadhan. Seperti contohnya saja yakni di Indonesia saat bulan ramadhan, banyak orang menghabiskan sisa waktu puasa dengan mencari takjil untuk berbuka puasa. Selain budaya tersebut, saat bulan puasa sendiri juga identik dengan memakan buah kurma. Namun, sebenarnya apa alasannya buah kurma menjadi identik dengan bulan suci ramadhan ?
Sebelum mengetahui alasan di balik buah kurma yang identik dengan bulan ramadhan, alangkah lebih baik untuk mengetahui fakta-fakta unik dari buah kurma. Buah kurma sendiri merupakan buah yang berasal dari negara-negara di kawasan Timur Tengah. Namun fakta unik lainnya dari kurma adalah setiap bagian pohonnya bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, seperti contohnya yakni batang pohon kurma bisa dijadikan sebagai pondasi rumah dan pelepah kurma dijadikan sebagai atap rumah atau tikar.
Selain itu, buah kurma juga diketahui sudah ada sejak 3200 tahun sebelum masehi. Saat ini buah kurma paling banyak di produksi oleh negara-negara Timur Tengah karena buah ini tumbuh di daerah padang pasir. Setiap panen, satu pohon buah kurma sendiri bisa menghasilkan sebanyak 100 kilogram buah kurma. Buah yang dijadikan sebagai salah satu makanan berbuka puasa ini sendiri setiap tahunnya mengalami kenaikan impor saat bulan ramadhan.

Buah kurma identik dengan bulan ramadhan sebenarnya datang dari anjuran berbuka puasa, yang berisi :
“Dari Anas bin Malik, ia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air”
Dalam anjuran tersebut, umat muslim dianjurkan untuk segera berbuka puasa setelah mendengar adzan. Buah kurma menjadi makanan pertama yang dikonsumsi untuk berbuka puasa karena buah kurma memiliki rasa manis yang mengandung glukosa dan fruktosa yang kemudian bisa memberikan energi kepada manusia. Rasa manis dari buah kurma akan cepat meresap dan diterima oleh organ liver, sehingga nantinya liver akan mengirim zat yang dihasilkannya untuk dialirkan ke seluruh tubuh.
Saat mengkonsumsi buah kurma sebagai makanan buka puasa, Ustadz Dr Anwar Mufti Rahimullah mengatakan bahwa tubuh hanya perlu waktu selama 5-10 menit untuk menyerap gula (glukosa dan fruktosa) yang ada dalam buah kurma. Proses ini termasuk cepat, karena makanan jenis lain yang kurang mengandung gula akan membutuhkan waktu lebih lama untuk diproses oleh tubuh, yakni selama 3-4 jam.
Lalu sebenarnya berapa banyak kurma yang dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai makanan buka puasa? Saat berbuka puasa, Rasulullah menganjurkan umat muslim untuk mengkonsumsi tiga buah kurma saja. Hal ini disebabkan karena mengkonsumsi kurma berlebihan juga tidak baik, karena dalam buah kurma terdapat kalori yang tinggi yakni sebesar 20 kkal/buah dengan gula 4,5 gram/buah.