Mengunjungi Museum Wahyu, Destinasi City Trip Jamaah Umrah Di Makkah

Samaya Investment membangun sebuah proyek budaya di Makkah, yakni Museum Wahyu di Hira Cultural District. Terletak di distrik Jabal Al Noor, sekitar 4 KM timur laut Masjidil Haram Mekah, destinasi terbaru Kota Mekkah, yakni Museum Al Wahyu, hadir memperkenalkan sejarah dan warisan misi para nabi. Berada tepat di kaki Gunung (Jabal) Al Noor, pengunjung disuguhi sensasi jejak para nabi dari masa pra-Islam hingga hadirnya Islam melalui presentasi dengan teknologi canggih.

Di bawah pengawasan langsung Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat Suci, serta lembaga lainnya, proyek pembangunan Hira Cultural District atau Distrik Budaya Hira di atas lahan seluas lebih dari 67.000 meter persegi juga berlangsung.

Pusat budaya ini terdiri dari Lintasan ke Goa Hira, Museum Al-Qur’an Al-Karim, Pameran Wahyu, Perpustakaan Kebudayaan, Hira Park dan Fasilitas Komersil lainnya. Gua Hira sendiri adalah tempat Nabi Muhammad SAW menerima Wahyu dari malaikat Jibril.

Museum al-Wahyu ini dilengkapi teknologi dan visual system yang futuristic. Adanya teknologi ini membuat para pengunjung kagum dan terharu saat menyaksikan kisah-kisah turunnya wahyu dari Nabi Adam AS hingga wahyu terakhir saat Nabi Muhammad SAW wafat.

“Sejatinya masih belum launching. Masih ada pembangunan untuk menyempurnakan museum ini agar pengunjung lebih nyaman dan mendapatkan banyak pelajaran terkait Wahyu Allah Swt. Nanti kalau sudah grand launching, insyaAllah saya beri kabar,” ungkap Hamdani, pemandu berbahasa Indonesia yang bertugas di Museum Wahyu.

Memasuki halaman museum, pengunjung langsung disuguhi sketsa dan lukisan perjalanan Kota Makkah dari zaman ke zaman. Galeri foto dan lukisan ini berlanjut hingga gedung museum Al Wahyu.

Setelah melihat sejarah peradaban Islam, pemandu museum mengajak memasuki bagian gedung berupa ‘Lorong Gua’ bebatuan guna mengikuti perjalanan turunnya wahyu di bumi ini melalui para nabi.

Perjalanan mengikuti jejak wahyu dimulai. Pandangan tertuju di sisi gua yang dilengkapi Indoor LED Video Wall dengan sound yang dahsyat. Dengan media teknologi ini jejak para Nabi dipresentasikan dengan berbahasa Arab yang disertai teks berbahasa Inggris. Jamaah perempuan di sebelah kanan menghadap dinding gua sebelah kiri dan sebaliknya, di sisi gua lainnya, jamaah laki-laki menyaksikan video di dinding gua sebelah kiri.

Di sini, pengunjung menyaksikan ‘Adam, The First Men’. Menunjukkan bagaimana Nabi Adam AS, sangat kebingungan tidak tahu harus bagaimana. “Maka, diturunkanlah wahyu untuk memberi petunjuk sesuai dengan kebutuhan manusia,” jelas Abdillah, di akhir sesi perjalanan Nabi Adam AS.

Perjalanan berlanjut, pada Indoor LED Video Wall berikutnya, dikisahkan, hingga 10 turunan Nabi Adam, mulai muncul masalah pada manusia, angkara murka terjadi dimana-mana, maka turunlah wahyu (petunjuk) kepada Nabi Nuh AS untuk membawa manusia kembali ke jalan yang benar sesuai petunjuk. Namun, kembali dalam perjalanan umat manusia kembali membelok dan lari dari ajaran. Setelah kapal Nabi Nuh AS tenggelam dan atas izin Allah SWT hanya sebagian kaum yang diselamatkan, sesuai petunjuk, maka manusia disebar ke seluruh dunia. Hadirlah Nabi Ibrahim AS di Irak, Nabi Isa AS di Israel.

Beranjak ke ruang yang lebih besar, perjalanan kisah pun berlanjut. Melalui Indoor LED Video Wall raksasa, kita melihat sejak turunnya Wahyu kepada Nabi Isa AS, wahyu berhenti selama 600 tahun atau enam abad lamanya. Namun, lagi-lagi, manusia kembali berada dalam kejahiliyahan, manusia bermaksiat, dan lain sebagainya di atas muka bumi Maka, turunlah wahyu kepada Nabi Muhammad SAW di Jabal Noor, di sebuah gua, yang bernama Gua Hira. Jabal Noor (Gunung Cahaya) yang mengacu pada cahaya yang memancar ke seluruh bumi setelah ayat pertama Al Qur’an, ‘Bacalah dengan nama dari Tuhanmu yang menciptakan’.

Wahyu Al Qur’an turun selama 23 tahun, 13 tahun di Makkah, dan 10 tahun di Madinah. Begitulah Al Qur’an turun sebagai petunjuk dan ajaran wahyu yang universal.

Selanjutnya pengunjung diajak untuk memasuk ruang yang didesain serupa dengan bentuk Gua Hira. Gua hira ini dibuat di dua tempat, untuk memisahkan jamaah laki-laki dan perempuan merasakan langsung sensasi Gua Hira, tempat dimana Nabi Muhammad SAW menerima wahyu untuk pertama kalinya.

 

Author: pangeranbertopeng