Berita Islam – Istilah tabligh tentu sudah tidak asing oleh para sebagian besar umat muslim. Tabligh merupakan sebuah kegiatan yang biasa dijalani dalam bentuk pengajian.
Nabi Muhammad SAW senantiasa menyampaikan berbagai wahyu yang diturunkan langsung oleh Allah SWT, seperti pengetahuan, syariat atau pedoman, atau risalah kenabian lainnya. Sekalipun itu merupakan berita yang tidak menyenangkan, Rasulullah SAW akan selalu menyampaikannya tanpa mengurangi satu huruf pun. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
“Sampaikanlah (tabligh) olehmu apa yang kalian peroleh dariku meski hanya satu ayat.” (HR. Imam Bukhari).
Berdasarkan dalil tersebut, maka mengamalkan sifat tabligh adalah ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat muslim sebagaimana perintah Allah SWT. Oleh karena itu, mari berusaha mengamalkan sifat tabligh tersebut dalam keseharian agar umat muslim bisa meraih cinta dan rahmat Allah SWT.
Pengertian Tabligh
Dilihat dari makna katanya, tabligh sendiri memiliki makna yang berarti penyampaian atau menyampaikan. Sedangkan secara istilah, tabligh merupakan kegiatan menyampaikan ajaran Allah dan Rasul kepada orang lain ataupun umat muslim.
Dalam proses tabligh ini, seorang penceramah atau mubaligh menyampaikan materi- materi tentang ajaran-ajaran islam yang berasal dari pada Al-Quran serta hadist yang berupa ajaran – ajaran sunnah dari Rasulullah. Maksudnya ialah, materi bisa disampaikan melalui lisan maupun lisan juga dan tulisan.
Dalam sebuah praktiknya, mubaligh memiliki kesempatan secara leluasa untuk membangun atau membawa suasana tabligh yang menjadi aktif dan kreatif. Sehingga materi yang dibawakan juga dapat tersampaikan dengan baik kepada jamaah tabligh.
Kedudukan Tabligh
1. Kedudukan tabligh sebagai bagian dari sistem dakwah
Maksudnya adalah Tabligh memiliki beberapa unsur-unsur dakwah yang memuat dalam komponen unsur tabligh tersebut. Namun ada beberapa unsur dalam dakwah yang tidak dimiliki tabligh.
Seperti adanya media, dimana dakwah mempunyai banyak sekali media sebagai perantara penyampaian materi. Sedangkan untuk tabligh itu sendiri hanya sebatas pada media lisan ataupun sebatas tulisan saja.
2. Kedudukan tabligh sebagai operasional dakwah
Artinya adalah dimana ajaran Islam tidak dapat diraih dengan hanya didengar, dipahami, dibaca, dilihat, dan dihayati ketika tidak disampaikan secara lisan maupun tulisan. Dengan hal seperti itu, dapat dipahami bahwa tabligh sendiri merupakan suatu media atau sistem operasional untuk menyampaikan atau menyebarkan materi tentang ajaran-ajaran Islam.
Tujuan Tabligh
Setelah dapat memahami pengertian, Isi pokok, kedudukan dari tabligh, berikutnya terdapat tujuan jelas tabligh yang sangat penting untuk bisa diketahui. Tujuan tabligh ini adalah sebenarnya untuk merealisasikan atau menyebarkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Baik dalam kehidupan umat secara individu maupun juga dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Dalam hal tersebut, tujuan tabligh tidak lain untuk bisa mencapai ketentraman, kebahagiaan, dan juga ketenangan dalam hidup.
Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa kegiatan tabligh ini dijalankan memiliki tujuan untuk menyampaikan risalah serta ajaran Allah dan Rasul kepada semua warga umat muslim sehingga dapat diaplikasikan langsung dalam kehidupan sehari-harinya. Tidak hanya itu, kegiatan tabligh ini juga bermaksud untuk membangun kepribadian atau sifat umat dengan iman Islam yang baik serta kuat.