Berita Islam – Dalam tradisi Islam sendiri, penentuan awal bulan dilakukan dengan melihat kemunculan hilal atau bulan sabit muda yang menandai masuknya bulan baru. Dua benda antariksa ini dapat ditemukan pada dekorasi kubah Masjid serta pada bendera negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Misalnya Turki, Malaysia, Pakistan, dan masih banyak lagi.
Hal inilah yang membuat simbol bulan sabit terasa dekat dengan kehidupan umat Islam. Namun jika ditelusuri lebih dalam, sejarah kemunculan bulan sabit dan bintang ternyata tidak berasal dari masa awal perkembangan Islam.
Asal Usul Bulan & Bintang
Bulan sabit, yang melambangkan kemajuan, dan bintang, yang melambangkan cahaya pengetahuan, dikaitkan dengan Islam yang menurut definisinya berarti penyerahan diri kepada Tuhan dan perdamaian; jadi bagaimana tepatnya simbol-simbol ini menjadi simbol iman Islam? Suku Badui Arab pada zaman Nabi Muhammad, abad ke-6, sangat bergantung pada posisi bulan dan bintang untuk navigasi saat mereka melakukan perjalanan melalui gurun di malam hari.
Bulan baru mewakili kalender Muslim dan digunakan untuk menentukan awal dan akhir bulan suci umat Muslim, Ramadan. Signifikansinya dalam kalender Muslim dan bulan suci menjelaskan mengapa motif-motif ini tersebar luas dalam ikonografi Islam. Spiritualitas simbol bulan kemudian digunakan dalam arsitektur dan desain Islam di seluruh dunia Muslim.
Bintang merupakan tema utama untuk pola geometris yang menghiasi bangunan dan masjid. Ornamen Islam umumnya berupa bentuk, kaligrafi, dan arabesque karena dilarang bagi umat Muslim untuk menggunakan gambar figuratif.
Makna Bulan Bintang yang Identik Dengan Islam
Bulan dan bintang memiliki makna religius sejak zaman pra Islam. Simbol ini digunakan oleh masyarakat di Asia Tengah dan Siberia untuk menyembah dewa matahari, bulan, dan langit. Melansir The Indian Express, kekaisaran Bizantium juga diyakini menggunakan bulan bintang sebagai simbol kebesaran mereka.
Setelah Turki Utsmani merebut ibu kota Bizantium yaitu Konstantinopel, Sultan Muhammad II kemudian mengadopsi simbol tersebut menjadi bendera Turki Utsmani. Namun dalam versi lain, ada yang mengatakan orang-orang Turki telah menggunakan lambang tersebut lebih dari satu abad sebelumnya, tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Orhan.
Selama ratusan tahun, Kekaisaran Utsmani menguasai dunia Islam. Maka dapat dipahami mengapa simbol bulan sabit dan bintang dikaitkan dengan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW ini. Perlu dicatat bahwa simbol semacam ini tidak disebutkan dalam Alquran dan Rasulullah SAW pun tidak menggunakannya.
Terlepas dari perdebatan ini, umat Muslim percaya bahwa bulan dan bintang merupakan bagian dari ciptaan Allah dan salah stau tanda kebesaran-Nya.