Berita Islam – Setiap tahun umat Islam merayakan dua hari raya besar, yakni Idul Fitri dan Idul Adha atau yang juga sering disebut Lebaran Haji. Mengapa Hari Raya Idul Adha dikenal juga sebagai Lebaran Haji?
Pastinya ada makna yang terkandung dalam penyebutan Hari Raya Idul Adha sebagai Lebaran Haji. Pemaknaan ini berkaitan erat dengan waktu pelaksanaan Hari Raya Idul Adha yang berlangsung pada 10 Zulhijah.
Idul Adha merupakan salah satu hari raya umat Islam yang dirayakan dengan melaksanakan kurban dan beribadah haji di tanah suci. Selain itu, ada amalan sunah yang dapat dilaksanakan saat Idul Adha, seperti amalan sunah puasa Arafah, mendirikan salat Idul Adha, dan menyembelih hewan kurban.
Asal Usul Penyebutan Lebaran Haji
Istilah lain dari Idul Adha adalah Lebaran Haji. Istilah ini sering digunakan di kalangan masyarakat Indonesia. Alasan Idul Adha disebut juga dengan istilah Lebaran Haji adalah karena perayaan Idul Adha bertepatan dengan momentum ibadah haji.
Menurut situs Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Lebaran Haji adalah penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci (Makkah, Arab Saudi) yang bertepatan dengan peringatan Hari Raya Idul Adha. Istilah lain dari Lebaran Haji disebut juga Lebaran Besar.
Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, Lebaran Haji adalah hari raya umat Islam yang disertai dengan penyembelihan hewan kurban (seperti sapi, kambing) bagi yang mampu yang dilaksanakan pada tanggal 10-13 Zulhijah, atau disebut juga dengan Idul Adha.
Hikmah Pelaksanaan Lebaran Haji
Pelaksanaan ibadah haji dan momentum Idul Adha memiliki berbagai hikmah yang menjadi pembelajaran penting bagi setiap muslim. Apa saja hikmah pelaksanaan haji dan Idul Adha?
-
Ketaatan Tanpa Batas
Idul Adha atau Idul Kurban mengajarkan hikmah penting, yakni ketaatan tanpa batas. Kisah Nabi Ibrahim a.s. yang bersedia mengorbankan putranya, Ismail a.s. menjadi simbol ketaatan total kepada perintah Allah Swt.
Peristiwa tersebut mengajarkan umat Islam untuk tidak mendahulukan logika pribadi. Nabi Ibrahim a.s. mengajarkan untuk menaati Allah Swt. secara total, tanpa keraguan.
-
Semangat Berkurban
Ibadah kurban memberikan nilai pengajaran yang begitu luas dan mendalam. Nilai keikhlasan, ketaatan, berbagi, dan kepedulian terhadap sesama dapat ditemukan dalam rangkaian ibadah kurban.
Hewan kurban yang dibagikan kepada yang membutuhkan juga menjadi simbol solidaritas sosial. Kurban juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri pada Allah Swt. atas ketaatan terhadap perintah Allah Swt.
-
Persatuan Umat
Hikmah pelaksanaan ibadah haji, yakni persatuan umat yang sangat terlihat selama ibadah haji berlangsung. Umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di satu tempat untuk melaksanakan ibadah haji.
Seluruh rangkaian ibadah haji dilaksanakan semata-mata untuk mengharapkan rida Allah Swt. Persatuan umat sangat tergambarkan melalui pelaksanaan ibadah haji.
-
Refleksi Diri
Hikmah Idul Adha selanjutnya ialah refleksi diri. Momentum Idul Adha menjadi waktu yang tepat untuk merefleksi diri.
Banyak pertanyaan yang dapat disampaikan kepada diri sendiri dalam rangka muhasabah diri. Sejauh mana seorang muslim mampu berserah diri dan berkorban demi kebaikan bersama?
Selain itu, momentum Idul Adha juga dapat menjadi waktu yang tepat untuk lebih mendekatkan diri pada Allah Swt. dengan berbagai refleksi diri. Idul Adha tak hanya momentum untuk meningkatkan hubungan dengan Allah Swt. (hablu minallah), tetapi juga meningkatkan hubungan dengan manusia (hablu mina nass).
Istilah Idul Adha yang kerap juga disebut dengan Lebaran Haji bukanlah istilah sembarangan. Alasan kenapa Idul Adha dikatakan Lebaran Haji mengacu pada waktu pelaksanaan ibadah haji di tanah suci yang berlangsung pada waktu yang sama.
Idul Adha disebut juga dengan Lebaran Haji karena menggambarkan nilai pengorbanan dan kepasrahan dalam pelaksanaan ibadah haji dan kurban. Berbagai pembelajaran penting tentang ibadah haji dan kurban selayaknya dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri pada Allah Swt.