Qasidah Seni Musik Mengandung Moral dan Ajaran Islam

Berita Islam – Qasidah dikenal luas di berbagai negara muslim, termasuk Indonesia. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam kehidupan keagamaan dan budaya. Melalui qasidah, banyak nilai moral dan ajaran Islam yang disampaikan dalam bentuk syair dan musik yang indah.

Sejarah Kasidah adalah sejarah syair Arab yang biasanya dijadikan hiburan. Kasidah biasanya berisi pesan-pesan moral dan ajaran agama Islam.

Pengertian Qasidah

Pengertian qasidah adalah seni suara yang lagu-lagunya banyak mengandung unsur unsur dakwah Islamiyah dan nasihat-nasihat baik sesuai ajaran Islam.

Qasidah berasal dari bahasa Arab yang berarti bentuk syair kesusastraan arab yang dinyanyikan. Penyanyi menyanyikan lirik berisi puji-pujian (dakwah keagamaan dan satire) untuk kaum muslim, diiringi alat musik rebana dan kecrek.

Qasidah terdiri dari paling sedikit delapan orang. Alat qasidah terdiri dari berbagai, mulai dari yang kecil hingga rebana yang besar ditambah dengan alat kecrek.

Qasidah dapat dimainkan menggunakan alat kesenian lainnya sesuai dengan keterampilan seniman itu sendiri. Sebagian penyair menggunakan konvensi ‘arudl secara lebih longgar.

Hal ini terjadi pada perkembangan syair periode modern. Dengan demikian, dapatlah ditegaskan bahwa kasidah sebelum periode modern merupakan syair panjang yang terikat oleh konvensi ‘arudl.

Qasidah ini bersifat madah (ode) atau hija’ (satire), dan memiliki struktur penceriataan yang terdiri atas tiga unsur sehingga menjadikannya panjang.

Sejarah dan Perkembangan Qasidah

Qasidah memiliki sejarah panjang yang berakar dari peradaban Arab. Perkembangannya dipengaruhi oleh berbagai faktor budaya dan keagamaan. Sepanjang perjalanan sejarah, qasidah terus mengalami perubahan bentuk dan fungsi, namun tetap mempertahankan nilai-nilai inti Islam.

    • Asal Usul Qasidah di Dunia Islam

Qasidah bermula dari tradisi syair Arab sebelum masa Islam. Setelah kedatangan Islam, qasidah diadaptasi dan diberi nuansa keagamaan, sehingga menjadi media dakwah dan pujian kepada Allah serta Rasulullah. Tradisi qasidah ini kemudian menyebar luas ke wilayah-wilayah lain yang menerima Islam.

    • Perkembangan Qasidah di Nusantara

Di Indonesia, qasidah mulai dikenal seiring dengan penyebaran Islam. Syair-syair qasidah mengalami penyesuaian dengan budaya lokal, sehingga muncul berbagai varian qasidah yang khas Nusantara. Penyebaran qasidah di Indonesia juga dipengaruhi oleh masuknya Qasidah Burdah dan karya-karya pujian lainnya.

Ciri Khas Qasidah

Lagu qasidah biasanya bertema keagamaan berupa pujian-pujian terhadap Allah Swt. Dan rasul-rasul-Nya, salawat, syair-syair Arab, dan lain lain. Lagu kasidah modern liriknya juga dibuat dalam bahasa Indonesia selain Arab.

Lagu qasidah yang terkenal, yaitu Perdamaian dari Nasida Ria. Pada tahun 1970- an, Bimbo, Koes Plus dan AKA mengedarkan album kasidah modern.

Qasidah biasa dipergunakan pada acara peringatan hari besar agama Islam. Berbeda dengan jenis-jenis musik lainnya yang tumbuh dalam budaya Indonesia, qasidah merupakan kesenian yang diapresiasi oleh kalangan ulama dan pesantren.

Sehingga kesenian qasidah lebih banyak berkembang pada masyarakat yang memiliki budaya Islam yang kental. Di Indonesia beberapa tahun yang lalu pernah muncul group qasidah modern yang cukup populer, diantaranya Rofiqoh Dartowahab dan Nasida Ria.

Isi dan syair lagu-lagu pada seni qasidah dibuat batasan oleh para ulama. Lagu qasidah haruslah mengandung keimanan pada Allah Swt., ketaatan dalam beribadah, berbuat kebajikan, dan hal-hal positif lainnya.

Qasidah sebagai salah satu kesenian terus mengikuti perkembangan jaman, mulai dari alat-alat yang digunakan (dicampur dengan alat musik modern) sampai pada tata tampilan di panggung. Namun, ada juga group qasidah yang masih mempertahankan keasliannya.

Author: pangeranbertopeng