Berita Islam – Al-Quran adalah nama kitab suci umat Islam. Tahukah kamu bahwa Al-Quran ini tidak turun secara serta-merta, melainkan ada tahapan-tahapannya?
Syariat yang terkandung dalam kitabullah ini berlaku bagi seluruh manusia hingga Hari Akhir. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis qudsi. Allah berfirman, “Barangsiapa yang disibukan oleh Alquran daripada berzikir kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya sesuatu yang lebih utama daripada yang Aku berikan kepada orang-orang yang memohon kepada-Ku dan keutamaan kalam Allah di atas seluruh perkataan adalah seumpama keutamaan Allah atas makhluk-Nya.”
3 Tahap Turunnya Al-Quran
Merujuk penjelasan dalam Jurnal Mimbar berjudul ‘Hikmah Penurunan Al-Qur’an secara Berangsur’ oleh Maulana Dwi Kurniasih dkk, Al-Quran diturunkan dalam tiga tahap. Ketiganya adalah dari Allah SWT ke Lauhul Mahfudz, dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah, dan dari Baitul Izzah ke Nabi Muhammad SAW.
-
Penyampaian dari Allah kepada Lauhul Mahfudz
Lauhul Mahfudz adalah suatu tempat yang di dalamnya tersimpan segala sesuatu yang berhubungan dengan qada dan qadar Allah SWT. Pun juga tidak ada manusia yang paham bagaimana cara penyampaian Al-Quran dari Allah ke Lauhul Mahfudz.
Dalil tentang Al-Quran yang ada di Lauhul Mahfudz ini tertera dengan jelas dalam surat Al-Buruj ayat 21-22. Ini bunyinya diambil dari Quran Kementerian Agama:
بَلْ هُوَ قُرْاٰنٌ مَّجِيْدٌۙ – 21 فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍ ࣖ – 22
Artinya: “Bahkan, (yang didustakan itu) Al-Quran yang mulia, yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjadi (Lauhul Mahfudz).”
Selain tidak terjangkau oleh akal manusia, bentuk Al-Quran di Lauhul Mahfudz pun menjadi perdebatan. Namun, salah satu pendapat kuat menyatakan bahwa wujudnya adalah hafalan para malaikat dalam bahasa Arab.
-
Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah
Fase ini merupakan kelanjutan dari sebelumnya. Setelah di Lauh Mahfuzh, Alquran secara utuh diturunkan ke Baitul Izzah, yakni langit dunia (samaaud dunya). Ini terjadi pada bulan suci. Ulama-ulama menyatakan, momen turunnya Alquran itu berlangsung pada malam Jumat tanggal 17 Ramadhan.
Saat itu disebut pula sebagai Lailatul Qadr. Allah SWT memuji Ramadhan sebagai bulan turunnya Alquran. Lihat, misalnya, surah al-Baqarah ayat 185. Artinya, “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).”
Lailatul Qadar yang dicari pada Ramadhan berbeda-beda berdasarkan beberapa riwayat. Satu hadis menyatakan, “Maka carilah oleh kalian pada 10 malam terakhir (Ramadhan)” (HR Muslim). Rasulullah SAW juga bersabda, “Apabila tiba Lailatul Qadar, Jibril turun ke dunia bersama kumpulan para malaikat dan akan berdoa bagi orang yang berdiri shalat malam dan duduk mengingat Allah.”
-
Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad SAW
Tahap terakhir penurunan Al-Quran berlangsung secara berangsur-angsur. Pada tahap ini, Al-Quran dibawakan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW sesuai dengan keperluan, masa, dan tempat yang sesuai.
Ayat yang pertama kali turun adalah dari surat Al-Alaq 1-5. Bunyinya adalah:
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ. خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ . اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ. الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ. عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ
Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Pada turunnya yang pertama kali ini, jumlah ayat yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW berjumlah lima. Namun, ada kalanya juga turun hanya satu atau dua ayat saja.