15 Muslim Di Bunuh Di Thailand Selatan

Beritaislam.id – Sedikitnya 15 orang ditembak mati dan 4 lainnya luka-luka dalam serangan semalam ketika orang-orang bersenjata tak dikenal melancarkan serangan. Ini terjadi di Thailand Selatan.

Insiden itu terjadi di distrik Mueang di provinsi Yala.  Yala memiliki mayoritas penduduk Muslim yang dilanda pemberontakan.

Sekitar 10 pria bersenjata tak dikenal menyerang sukarelawan pertahanan di desa Moo 5 sekitar pukul 11.20 malam waktu setempat.

Laporan itu mengatakan bahwa 11 sukarelawan dan pejabat ditembak mati di tempat. Sementara 4 lainnya meninggal karena luka-luka mereka kemudian di fasilitas kesehatan setempat.

Tiga pejabat sedang dalam perawatan sementara dua sukarelawan pertahanan lolos dari serangan itu.

Para penyerang mengambil lengan pasukan Thailand yang terbunuh.

Kekerasan terjadi beberapa bulan setelah kematian seorang pria Muslim, Abdulloh Esormusor, mengalami koma setelah diinterogasi di pusat penahanan Thailand. Pusat penahanan ini memang sudah terkenal akan kekejamannya.

Para tersangka secara rutin dibawa untuk diinterogasi dan ditahan di bawah undang-undang darurat di pusat-pusat penahanan di mana kelompok-kelompok HAM telah mendokumentasikan penyiksaan.

Beberapa hari setelah penahanan Abdulloh, empat orang tewas dalam serangan tengah malam terhadap sebuah pos militer. Ini memicu spekulasi operasi pembalasan.

Seminggu kemudian beberapa bom kecil meledak di Bangkok. Empat orang terluka ketika Bangkok menjadi tuan rumah pertemuan puncak besar yang dihadiri oleh para diplomat top. Termasuk sekretaris negara AS Mike Pompeo pun menghadiri pertemuan tersebut.

Baca Juga: Post Status Anti-Muslim Di Facebook Memicu Kerusuhan Di Bangladesh

Untuk menggagalkan bantuan, para penyerang menjatuhkan sebuah tiang listrik dan menebang pohon untuk memblokir jalan. Bahkan sampai membakar ban.

Populasi provinsi-provinsi tersebut, yang dimiliki oleh kesultanan Muslim Melayu yang merdeka sebelum Thailand mencaploknya pada tahun 1909, adalah 80% Muslim. Sedangkan bagian lain negara itu sangat beragama Buddha.

Pemerintah memberlakukan darurat militer di tiga provinsi mayoritas Muslim di Thailand selatan. Provinsi-provinsi tersebut termasuk Pattani, Narathiwat, Yala, menyusul kekerasan mematikan pada 2004.

Sejak saat itu, hampir 13.000 penduduk telah ditangkap oleh militer, menurut Jaringan Hukum Darurat, sebuah kelompok yang mengadvokasi korban kekerasan tentara di Pattani.

Author: sarasvati