Berita Islam – Ibadah haji dan umrah menjadi salah satu impian terbesar bagi setiap umat muslim. Ibadah haji sendiri termasuk ke dalam rukun Islam yang kelima, artinya umat muslim yang mampu wajib melakukannya minimal sekali. Untuk bisa pergi haji dan umrah dari Indonesia membutuhkan uang yang tidak sedikit. Belum lagi masyarakat Indonesia harus ‘mengantri’ selama bertahun-tahun demi mengikuti ibadah haji tahunan.
Ibadah haji sendiri dilaksanakan di Arab Saudi, dan bisa memakan waktu 19 sampai 40 hari. Sedangkan untuk ibadah umrah bisa dilaksanakan hanya dengan 9 hari saja. Banyak orang muslim berlomba-lomba menabung agar bisa melakukan ibadah haji, namun pernahkan kamu bertanya-tanya kenapa umat muslim harus melakukan haji di Mekkah, Arab Saudi?
Alasan kenapa Mekkah menjadi tempat wajib untuk melakukan ibadah haji dijabarkan oleh Syekh Ali Ahmad al-Jurjawi dalam kitab Hikmat at-Tasyri’ wa Falsafatuhu (j.1 h.172). Menurut Syekh Ali Ahmad al-Jurjawi, ada beberapa hikmah dalam menjalankan haji ataupun umrah di Mekkah. Hikmah-hikmah tersebut diantaranya :
1. Berhaji di Mekkah akan mengingatkan umat muslim kepada Nabi Ibrahim
Sudah bukan rahasia lagi bahwa ka’bah yang berada di kota Mekkah, Arab Saudi dibangun oleh Nabi Ibrahim. Oleh sebab itu, umat muslim saat melakukan haji ataupun umrah akan selalu mengingat jasa baik dari Nabi Ibrahim dalam membangun Ka’bah.
2. Mekkah merupakan kampung halaman dan tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW
3. Baitul Haram menjadi tempat munculnya agama suci yakni Islam
4. Mekkah menjadi salah satu tempat doa Nabi Ibrahim yang dikabulkan oleh Allah SWT.
Alasan lain kenapa umat muslim harus melakukan haji dan umrah di kota Mekkah adalah karena kota ini menjadi salah satu tempat dimana doa Nabi Ibrahim dikabulkan oleh Allah SWT. Doa Nabi Ibrahim yang dikabulkan oleh Allah SWT sendiri berisi tentang permohonan agar kota Mekkah dan sekitarnya menjadi makmur dan berlimpah dengan buah-buah bergizi. Hal ini sendiri tercatat dalam Al-Quran di Surat Ibrahim ayat 37 yang berisi :
رَبَّنَآ اِنِّيْٓ اَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ بِوَادٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِۙ رَبَّنَا لِيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ فَاجْعَلْ اَفْـِٕدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِيْٓ اِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ
rabbanā innī askantu min żurriyyatī biwādin gairi żī zar’in ‘inda baitikal-muḥarrami rabbanā liyuqīmuṣ-ṣalāta faj’al af`idatam minan-nāsi tahwī ilaihim warzuq-hum minaṡ-ṡamarāti la’allahum yasykurụn
artinya :
“Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (Q.S Ibrahim ayat 37)
5. Kota Mekkah merupakan tempat suci yang sakral bagi umat muslim
Kota mekkah menjadi salah satu tempat jazirah Arab dimana kota ini menjadi kota yang suci dan sakral hanya bagi umat muslim saja. Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah SAW yang berisi :
لَا يَجْتَمِعُ دِينَانِ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ
“Tidak berkumpul dua agama di Jazirah Arab” (al-Baihaqi, Sunan al-Kubra, jus 9 hal 350)