Berita Islam – Masyarakat Muslim di Leicester tahun ini harus menelan pil pahit. Pasalnya, seluruh muslim Leicester yang mendaftar haji pada tahun ini gagal untuk melakukan ibadah mulia tersebut. Gagalnya keberangkatan mereka untuk menunaikan ibadah haji disebabkan karena adanya sistem pemesanan baru dari pemerintah Arab Saudi yang dilakukan secara online.
Kegagalan ini tentunya membuat Muslim di Leicester kecewa. Selain karena batal berangkat, namun juga karena ibadah haji ini sudah sangat ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di Leicester mengingat adanya pandemi Covid-19 yang menghambat proses ibadah haji dan membuat mereka menunggu selama 2 tahun.
Sistem pemesanan online terbaru yang bernama Motawif sendiri baru diperkenalkan oleh Pemerintah Arab Saudi pada bulan Juni 2022. Dengan adanya Motawif, beberapa calon jamaah haji, khususnya dari Inggris, tidak bisa melakukan ibadah haji tahun ini lantaran kuota khusus dari kedatangan Inggris dikurangi secara signifikan. Selain itu, beberapa calon jamaah haji yang mendaftar melalui agen juga gagal berangkat dan agen dihimbau untuk mengembalikan uang jamaah.
Keberangkatan jamaah haji setiap tahunnya diatur oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, terutama dalam menetapkan kuota jamaah haji di setiap negara. Perjalanan umroh dari Inggris sendiri bervariasi, dimulai dari harga 6.000 poundsterling dan 10 ribu poundsterling.

Dikutip dari Ihram.Republika.com, salah satu agen perjalanan haji bernama Hafiz Khalid mengatakan bahwa perjalanan haji biasanya direncanakan 6 bulan sebelum keberangkatan. Di Leicester sendiri, banyak umat muslim yang berharap bisa berangkat haji tahun ini karena beberapa dari mereka memiliki masalah kesehatan dan tidak yakin dengan kesehatan mereka jika harus melakukan haji tahun depan.
“Mereka tidak tahu bagaimana situasi mereka tahun depan. Mereka sudah memesan penerbangan mereka dan kemudian kami mengetahui tentang sistem online baru dan mereka berkecil hati,” ujar Khalid, dikutip Ihram.Republika.com, Kamis (7/7/22).
Dalam perjalanan haji tahun ini, Khalid sendiri mengaku bahwa ia dan beberapa stafnya telah berusaha yang terbaik untuk menavigasi sistem pemesanan online melalui Motawif, seperti contohnya yakni mengubah jadwal penerbangan di menit-menit terakhir.
“Kami telah berusaha membantu orang-orang yang datang kepada kami dengan masalah. Satu keluarga dipilih tetapi kemudian diberitahu bahwa ada kesalahan dalam sistem,” kata Khalid.
“Sedangkan yang lain telah tiba di sana dan diberi tahu bahwa mereka tidak memiliki pemesanan untuk hotel. Seorang wanita tua mengatakan perjalanan dari kota Madinah ke Makkah, yang biasanya memakan waktu hingga lima jam, memakan waktu 12 jam karena pengemudinya tidak berpengalaman,” ucap Khalid menambahkan.
Sumber : https://ihram.republika.co.id/berita/relodd313/muslim-di-leicester-kecewa-gagal-berangkat-haji-tahun-ini