Aturan Pembatasan Covid-19 Dicabut, Muslim UEA Bisa Sholat di Masjid Tanpa Masker

Berita Islam – Setelah 28 bulan berlalu semenjak aturan pembatasan Covid-19 diperlakukan di Uni Emirat Arab (UEA), akhirnya bulan November 2022 ini umat muslim di UEA bisa menunaikan ibadah sholat di masjid tanpa wajib menggunakan masker.

Aturan pembatasan yang sudah dicabut ini sendiri berlaku sejak tanggal 16 Maret 2020. Dimana pada saat itu virus Covid-19 sedang menyebar secara global, sehingga pemerintah UEA mengambil langkah-langkah ketat untuk mencegah penularan virus C0vid-19 di masyarakat, salah satu upayanya yakni menutup sementara masjid-masjid di UEA untuk sholat berjamaah.

“Hari ini, kami mengumumkan pencabutan semua pembatasan Covid-19 dan mengenakan masker di semua fasilitas terbuka dan tertutup, termasuk tempat ibadah dan masjid,” ujar Saif Al Dhaheri dari Badan Penanggulangan Bencana dan Krisis Darurat Nasional, dilansir dari Republika.co.id, Selasa (8/11/2022).

Pencabutan aturan pembatasan Covid-19 di masjid disambut baik tidak hanya oleh Imam Masjid Jumeirah, tetapi juga jemaah masjid di UEA. Mereka sendiri sangat senang dan lega atas keputusan tersebut dan merasa lebih bebas berdoa kepada Allah SWT.

“Ini adalah langkah yang sangat disambut; masjid sekarang dibuka seperti pada hari-hari sebelum pandemi. Pemerintah UEA mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan keamanan publik,” ujar Imam Masjid Jumeirah.

“Berdoa dengan bebas di masjid tanpa mengikuti pedoman pencegahan yang ketat adalah melegakan,” ucap Imran, salah satu jemaah masjid di UEA.

“Selain itu, jika kita ketinggalan jamah, kita bisa pergi ke masjid lain dan sholat, padahal sebelumnya, slot waktu buka dan tutup masjid itu merepotkan,” ujarnya menambahkan.

Sebelum aturan pembatasan ini dicabut, pengurus masjid dan imam-imam masjid berusaha keras agar tidak ada penularan virus Covid-19 di masjid, dengan cara yakni memastikan seluruh jemaah masjid mematuhi protokol Covid. Salah seorang pengurus masjid bernama Abdul mengatakan bahwa pencegahan penularan virus Covid-19 adalah prioritas paling utama bagi mereka para pengurus masjid.

“Bagi kami, keamanan tempat suci adalah prioritas utama; kami harus memastikan semua orang masuk dengan sajadah dan masker wajah mereka sendiri. Jika tidak, kami harus menyediakannya,” ujar Abdul.

 

Sumber : https://www.republika.co.id/berita/rl12r2366/pertama-kali-dalam-28-bulan-muslim-uea-boleh-sholat-tanpa-masker

Author: pangeranbertopeng