9 Kriteria Rumah Islami Beserta Pengertiannya

Berita Islam – Rumah adalah tempat kita bernaung dan melakukan banyak aktivitas sehari-hari. Karena itu, rumah haruslah baik, nyaman dan layak ditinggali.

Saat membeli atau membangun rumah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar rumah yang ditinggal sesuai dengan kriteria layak tinggal.

Ada baiknya mengetahui beberapa informasi terkait rumah Islami ini terlebih dahulu, termasuk apa itu rumah Islami dan apa kriteria rumah Islami tersebut?

Apa itu rumah Islami?

Rumah islami adalah hunian yang mengedepankan nilai-nilai dan konsep dari agama Islam. Tak hanya dalam desain arsitektur bangunan, konsep tersebut juga diaplikasikan ke dalam lingkungan sosial sampai transaksi jual beli yang menggunakan skema syariah.

Berdasarkan Al-quran, ada tiga kata yang digunakan untuk mendeskripsikan pengertian rumah, yakni maskan, manzil, dan bait. Istilah dari manzil (tempat), ada dalam QS Al Mu’minun ayat 29:

“Dan engkau berdoalah, Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan engkau adalah sebaik-baiknya yang memberi tempat.” (QS Al Mu’minun: 29)

Jadi, rumah yang dimaksud adalah tempat tinggal yang diberkahi. Maka, rumah Islami pun dibangun dengan tujuan tersebut. Di dalam buku karya dari A. Rehman dalam The Grand Tradition of Islamic Architecture, dijelaskan bahwa arsitektur islami adalah arsitektur yang selalu berlandaskan pada nilai-nilai alquran serta hadis.

Para arsitek harus mampu memahami dan mengerti posisi rumah yang baik menurut Islam. Oleh sebab itu, bangunan arsitektur tersebut (rumah) harus memenuhi beberapa hal.

Kriteria Rumah yang Baik Menurut Islam

1. Memiliki ruangan yang memadai

Rumah yang baik tidak perlu yang terlalu besar. Salah satu yang penting adalah rumah yang ruangannya tertata dan setidaknya memiliki ruang yang layak untuk beribadah, misalnya ruang khusus untuk salat seperti mushala.

2. Terdapat ruang transisi

Ruang transisi yang dimaksud di sini adalah sebuah ruang yang menghubungkan pintu masuk dengan bagian dalam rumah, misalnya ruang untuk menunggu atau ruang tamu. Hal ini bertujuan supaya tamu yang masuk tidak langsung berhadapan dengan ruangan di dalam rumah dan bisa melihat aktivitas penghuninya.

3. Memperhatikan Aspek Kesehatan dan Keseimbangan

Bangunan rumah berdesain islami memiliki konsep yang minimalis dan cenderung menggunakan warna putih. Rumah berdesain Islami pun tetap memperhatikan aspek kesehatan dan keseimbangan bangunan seperti adanya ventilasi, pencahayaan, warna, interior dan eksterior.

Desain interior untuk rumah islami sebaiknya mempunyai ciri-ciri yang disebutkan di atas. Di dalam rumah sebaiknya disediakan ruang khusus yang digunakan untuk ibadah (musholla). Di samping itu, jadikanlah dinding rumah untuk ruang tamu dan ruang pribadi sebagai hijab. Kamar orangtua dan anak-anak sebaiknya terpisah. Selain itu, posisi dari closet tidak boleh menghadap kiblat. Pins juga dapat menggunakan hiasan atau ornamen yang bernuansa islami.

Selain komponen bangunan fisik tersebut di atas, penghuni rumah juga punya peranan penting untuk menciptakan konsep desain rumah islami. Dalam menegakkan bangunan islami, penyangga utamanya adalah rumah tangga islami itu sendiri.

4. Menyediakan Ruangan Khusus untuk Ibadah

Dengan menyediakan ruangan khusus untuk ibadah di rumah, Anda dapat mewujudkan ungkapan “Baiti Jannati” atau “rumahku, surgaku.”

Ruangan tersebut bisa digunakan untuk salat, membaca Al-Qur’an, atau aktivitas ibadah lainnya. Ruang ibadah juga dapat digunakan sebagai tempat belajar bagi anggota keluarga, khususnya anak yang harus mendapatkan pendidikan agama sejak dini.

5. Memiliki Pencahayaan yang Baik

Rumah yang rutin tersinari cahaya matahari akan semakin terlihat hidup, serta membuat penghuninya menjadi lebih sehat.

Khusus untuk poin ini, ajaran Islam menyinggung masuknya cahaya matahari ke dalam rumah agar umatnya bisa merasa nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Lagi pula, siapa yang tidak akan merasa lebih nyaman jika memiliki rumah dengan sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang baik?

Hunian dengan high ceiling, void rumah dan jendela besar pun makin mudah dijumpai pada rumah-rumah syariah di Indonesia.

6. Tidak menghiasi rumah dengan patung atau lukisan makhluk

Malaikat tidak akan masuk dalam rumah yang ada patung dan lukisan dari makhluk hidup. Oleh sebab itu, rumah seorang muslim sebaiknya tidak menyimpan hal-hal yang demikian. Boleh saja menghias rumah dengan lukisan atau hiasan, namun sebaiknya jika hiasan tersebut tidak menyerupai bentuk atau tampilan makhluk ciptaan Allah SWT.

7. Toilet Tidak Menghadap Kiblat

Seperti yang sudah diketahui oleh khalayak umum, kiblat adalah arah yang dijadikan acuan beribadah bagi umat Muslim di seluruh dunia. Tak hanya saat melakukan ibadah saja, Nabi Muhammad ﷺ selalu menganjurkan umatnya untuk menghadap kiblat ketika tidur dan melakukan kegiatan lain. Namun tidak dengan kegiatan buang hajat, yang justru dianjurkan untuk tidak menghadap atau membelakangi kiblat.

8. Tidak bermegah-megahan

Seorang muslim sebaiknya menghindari perilaku bermegah-megahan dalam membangun rumahnya karena Allah SWT tidak menyukai perilaku yang berlebihan. Hal ini seperti yang tertuang dalam surat At-Takatsur ayat 1-8 yang artinya:

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Sekali-kali tidak! Kelak kamu kan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui. Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim, kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri. Kemudian, kamu akan benar-benar ditanya pada hari itu tentang kenikmatan.”

9. Posisi rumah terhadap tetangga

Rumah yang dibangun tidak boleh menutupi akses tetangganya dalam mendapatkan sinar matahari, angin dan udara yang dibutuhkannya. Rumah yang baik juga tidak akan dibangun dengan posisi yang menyulitkan pergerakan atau mobilitas tetangga disekitarnya.

Intinya, rumah seorang muslim tidak boleh membawa mudharat atau keburukan bagi orang yang tinggal disekitarnya.

Author: pangeranbertopeng