Mengenal Istilah Islam Wasathiyah dan Ciri-cirinya

Berita Islam – Dalam ajaran Islam, dikenal suatu istilah bernama wasathiyah. Istilah ini ditujukkan untuk ajaran Islam moderat. Hal ini merujuk pada konsep menemukan pendekatan yang seimbang dan moderat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk praktik keagamaan, keyakinan, dan interaksi dengan sesama.

Kemudian istilah Islam wasathiyah terbilang cukup populer dalam agama Islam, meski begitu masih ada orang yang belum mengetahui pengertian Islam wasathiyah.

Memahami Arti Wasathiyah

Mengutip buku Islam Wasathiyah oleh Suparman Usman, dkk, wasathiyah memiliki sejumlah arti. Wasthiyah sendiri berasal dari akar kata ‘wassatha’ yang artinya sesuatu yang berada di antara dua sisi.

Kata wasatiyah juga berarti sesuatu yang ada di tengah atau sesuatu yang memiliki dua belah ujung yang sebanding. Menurut pendapat lain, wasathiyah mempunyai arti tawassuth (tengah-tengah), I’tidal (adil), dan tawazun (berimbang).

Menurut para ahli bahasa Arab, kata ‘wassatha’ memiliki pengertian ‘segala sesuatu yang baik itu sesuai dengan objeknya’. Sebagai contoh, kata dermawan adalah salah satu sikap yang berada di tengah-tengah, antara kikir dan boros.

Landasan hukum dari Islam Wasathiyah telah dijelaskan dalam Al Quran. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 143, yaitu:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَٰكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا ٱلْقِبْلَةَ ٱلَّتِى كُنتَ عَلَيْهَآ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَن يَتَّبِعُ ٱلرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِن كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَٰنَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Artinya: “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.” (QS Al-Baqarah: 143)

Dari berbagai macam pengertian di atas, dapat disimpulkan jika wasathiyah berarti adil. Dalam hal ini, seseorang memilih posisi di tengah atau jalan tengah dari berbagai macam pilihan yang bersifat ekstrem.

Ciri-ciri Islam Wasathiyah

Makna wasathiyah secara istilah adalah nilai-nilai Islam yang dibangun atas dasar pola pikir yang lurus dan tengah-tengah, sehingga tidak berlebihan dalam hal-hal tertentu.

Menurut KH. Afifuddin Muhajir dalam buku Dakwah Islam Moderat oleh Dr Jamal Ma’mur Asmani, dkk, wasatihyah adalah setiap pola berpikir, pola bertindak, dan perilaku yang mempunyai ciri-ciri tawassuth, tawazun, dan ta’adul. Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Tawassuth

Pertama, Tawassuth adalah sikap tengah-tengah atau berada di antara dua sikap. Jadi, sebagai manusia tidak terlalu keras (ekstremisme) atau terlalu bebas (liberalisme). Hal ini membuat seseorang dapat menjunjung tinggi perilaku adil dan lurus di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

2. Tawazun

Selanjutnya, Tawazun merupakan sikap dalam menyeimbangkan segala aspek dalam kehidupan, sehingga tidak condong kepada salah satu perkara saja. Dengan begitu, sebagai umat muslim diajarkan untuk menyeimbangkan antara kehidupan di dunia dan akhirat kelak.

3. Ta’adul

Ta’adul memiliki arti keadilan dan merupakan pola integral dari tawassuth, tawazun, dan tasamuh. Dengan adanya keseimbangan, toleran, dan moderat maka akan mengarah pada sebuah nilai keadilan yang merupakan ajaran universal Aswaja. Jadi, setiap pemikiran, sikap, hingga keputusan perlu diselaraskan dengan nilai Ta’adul.

Ciri-Ciri Umat yang Mengamalkan Islam Wasathiyah

Umat yang mengamalkan konsep Islam Wasathiyah, atau Islam yang moderat dan berkeadilan, umumnya akan menunjukkan ciri-ciri berikut:

  • Keseimbangan dalam Ibadah
  • Keadilan dan Kebijaksanaan
  • Pendidikan dan Pengetahuan
  • Berperan Aktif dalam Masyarakat
  • Menghindari Ekstremisme
  • Mengedepankan Kesejahteraan Sosial
  • Berperilaku Moderat dalam Konflik
  • Berempati dan Peduli
  • Mengutamakan Keadilan Gender
  • Menjaga Akhlak Mulia
  • Toleransi dan Penghormatan

Author: pangeranbertopeng