Berita Islam – Dalam ajaran agama Islam, sujud merupakan salah satu gerakan penting yang dilakukan dalam shalat. Namun, selain sujud dalam shalat, terdapat pula sujud yang dilakukan dalam kondisi-kondisi tertentu, salah satunya adalah sujud tilawah.
Sujud Tilawah merupakan bentuk ibadah yang khusus dilakukan sebagai tanggapan terhadap ayat-ayat Al-Quran yang mengandung perintah untuk sujud. Aktivitas ini memiliki makna yang dalam bagi umat Muslim, karena merupakan ekspresi dari penghormatan, pengakuan, dan kepatuhan terhadap perintah Allah.
Selain sebagai bentuk ibadah yang disunahkan, Sujud Tilawah juga memiliki nilai mendalam dalam memperkuat hubungan spiritual antara hamba dan Tuhannya. Ketika seseorang bersujud, ia memperlihatkan ketundukan dan ketergantungan sepenuhnya kepada Allah.
Doa Sujud Tilawah
Berikut ada dua bacaan doa yang dibaca ketika melakukan sujud tilawah. Yang pertama adalah bacaan niat sujud tilawah, yang bisa dilafalkan maupun dibaca dalam hati. Adapun bacaan niat sujud tilawah adalah sebagai berikut:
Nawaitu sujuuda taalaawati sunnattan lillaahi ta’aala.
Artinya: “Aku melakukan sujud tilawah sunnah karena Allah Ta’ala.”
Selain itu, pada saat melakukan gerakan sujud, terdapat bacaan sunah yang dibaca saat sujud tilawah, sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Raudlatut Thalibin:
سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Sajada wajhiya lil ladzi khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam’ahu wa basharahu bi haulihi wa quwwatihi.
Artinya: “Bersujud wajahku kepada dzat yang telah menciptakannya, telah membentuknya, telah membukakan pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya.”
Kemudian juga disunnahkan membaca do’a:
اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا، وَاقْبَلْهَا مِنِّي، كَمَا قَبِلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامُ
Allahummaktub li biha ‘indaka ajraa, waj’alha li ‘indaka dzukhran, wa dla’ ‘anni biha wizran, waqbalha minni kama qabiltaha min ‘abdika dawuda ‘alaihissalam
Artinya: “Ya Allah, tetapkanlah pahala untukku di sisi-Mu dengan sujud ini, jadikanlah sujud ini sebagai tabunganku di sisi-Mu, lepaskanlah dosa-dosaku melalui sujud ini, terimalah sujud ini dariku sebagaimana Engkau menerimanya dari hamba-Mu Nabi Daud.”
Keutamaan Melakukan Sujud Tilawah
Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan setelah membaca atau mendengar ayat-ayat tertentu dalam Al-Quran. Selain itu, An Nawawi dalam shahih Muslim juga menjelaskan bab mengenai keutamaan sujud dan dorongan untuk melakukannya.
Hadits yang membicarakan keutamaan sujud secara umum juga menegaskan bahwa sujud adalah cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga melakukan sujud tilawah juga memiliki keutamaan yang sangat besar. Selain itu menurut sumber lain, sujud tilawah merupakan cara untuk menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah atas ayat-ayat-Nya yang agung.
Dengan melakukan sujud tilawah, kita dapat merasakan kebesaran Allah SWT dan mendapatkan pahala yang besar. Oleh karena itu, perlunya kita memahami tata cara melakukannya dengan baik dan benar sesuai dengan ajaran agama Islam. Semoga kita dapat terus memperbanyak sujud tilawah sebagai bentuk penghormatan kita kepada Al-Quran dan juga sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Tata Cara Sujud Tilawah
Berikut tata cara sujud tilawah yang dapat kita lakukan sesuai dengan pendapat para ulama.
- Sujud tilawah cukup dilakukan dengan sekali sujud.
- Cara sujudnya sama dengan sujud dalam sholat.
- Selanjutnya berdasarkan pendapat yang paling kuat, sujud tilawah tidak disyariatkan takbiratul ihram sebelumnya dan juga salam setelahnya.
- Kemudian disyariatkan untuk bertakbir ketika hendak sujud dan bangkit dari sujud apabila sujud tilawah dilakukan dalam sholat.
- Mengangkat tangan dalam takbir tersebut. Ada 2 pendapat mengenai hal ini, yaitu tidak disyariatkan mengangkat tangan. Ini merupakan pendapat madzhab Hanafiyah, madzhab Syafiiyah, madzhab Malikiyah, dan satu riwayat dari imam Ahmad dan dirajihkan sebagian ulama Hanabilah. Kemudian pendapat kedua, yakni disunnahkan mengangkat tangan. Ini satu riwayat dari imam Ahmad dan menjadi pendapat madzhabnya. Lalu, pendapat yang terkuat adalah pendapat pertama, yakni tidak disyariatkan mengangkat tangan.
- Membaca doa sujud tilawah seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.
Macam-Macam Ayat Sajadah
Berikut ciri-ciri suatu ayat tergolong sebagai ayat sajadah adalah ketika bacaan tersebut mengandung kata-kata seperti lafal di bawah ini.
سَجَدَ – يَسْجُدُ – أَسْجُدُوا – يَسْ يَسْجُدُونَ
Sajada-yasjudu-usjudu-yasjudūna
Selanjutnya terdapatlima belas ayat sajadah yang terdapat dalam Al-Qur’an. Hal ini berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Amr bin Ash RA, ia berkata bahwasannya Rasulullah SAW mengajarkan lima belas ayat sajadah dalam Al-Qur’an. Tiga di antaranya terdapat dalam surat mufashshal (pendek-pendek) dan dua dalam surah Al-Hajj (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)
- QS. Al-A’raf (7) ayat 206
- QS. Ar-Ra’d (13) ayat 15
- QS. An-Naml (27) ayat 25
- QS. As-Sajdah (32) ayat 15
- QS. Sad (38) ayat 24
- QS. An-Nahl (16) ayat 49
- QS. Al-Isra’ (17) ayat 107
- QS. Fussilat (41) ayat 37
- QS. Maryam (19) ayat 58
- QS. Al-Hajj (22) ayat 18
- QS. Al-Hajj (22) ayat 77
- QS. Al-Furqan (25) ayat 60
- QS. An-Najm (53) ayat 62
- QS. Al-Insyiqaq (84) ayat 21
- QS. Al-‘Alaq (96) ayat 19