Amanah : Pengertian, Ciri dan Jenisnya

Berita Islam – Istilah amanah adalah salah satu istilah yang cukup familiar di kalangan umat muslim. Pasalnya memiliki sifat amanah adalah kewajiban bagi seorang muslim. Seseorang yang memiliki sifat amanah adalah sosok yang dapat dipercaya serta memiliki tanggung jawab pada setiap tugas maupun kepercayaan yang diberikan kepada dirinya. Oleh karena itu, setiap muslim dituntut untuk memiliki sifat amanah.

Amanah sebagai sifat dan akhlak utama Rasulullah SAW dijelaskan dalam surat An-Nisa ayat 58,

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil, sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Pengertian Amanah

Amanah merupakan salah satu akhlak yang harus ada dan dimiliki oleh seorang muslim. Sifat amanah bahkan disebutkan dalam dalil-dalil tertentu.

Secara harfiah, amanah secara bahasa berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata al-amaanah. Kata asal dari al-amaanah ialah al-amnu yang artinya adalah ketenangan jiwa serta terbebas dari segala rasa takut.

Secara bahasa, kata amanah dapat diartikan sebagai sesuatu yang dipercayakan, contohnya seperti penggunaan kata amanah yang ada pada kalimat berikut ini, “titipan ialah amanah.” Dari kalimat tersebut dapat dipahami bahwa bahwa makan dari amanah ialah suatu hal yang dipercayakan sehingga dapat dijaga serta ditunaikan.

Pengertian amanah secara istilah ialah setiap hak wajib yang ditunaikan serta dijaga dengan baik.

Keterkaitan Iman dan Amanah

Sifat amanah pada diri seorang hamba muncul dari keteguhan imannya. Sehingga bila imannya kuat, maka ia memiliki sifat amanah pada dirinya. Begitu juga orang yang tidak amanah, baginya tak memiliki keimanan.

Rasulullah bersabda dalam haditsnya yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA:

لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ وَلَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ.

Artinya: “Tidak sempurna keimanan bagi orang yang tidak amanah, dan tidak sempurna agama seseorang bagi yang tidak memenuhi janji.” (HR Ahmad).

Ciri dan Jenis-Jenis Amanah

Seseorang yang memiliki sifat amanah dapat dikenali dengan ciri-ciri yang ia miliki. Beberapa ciri dari orang yang bersikap amanah adalah bertanggung jawab, jujur, menepati janjinya, tegas dan sering diberikan kepercayaan untuk menjalankan suatu tugas yang tidak biasa.

Setelah mengetahui ciri-ciri dari orang yang memiliki sifat amanah, Kamu juga perlu mengetahui jenis-jenis amanah. Secara umum, sifat amanah dapat diklasifikasikan menjadi tiga di antaranya adalah amanah pada Allah, sang pencipta, amanah pada sesama umat manusia, amanah pada dirinya sendiri. Berikut penjelasannya.

1. Amanah Kepada Allah Sang Pencipta

Jenis amanah yang pertama adalah amanah kepada sang pencipta yaitu Allah. Dikarenakan manusia adalah suatu makhluk yang diciptakan oleh penciptanya. Bentuk amanah yang dimiliki oleh manusia pada Allah atau sang pencipta adalah menjalankan seluruh hal yang diperintahkan oleh Allah serta meninggalkan apa saja yang dilarang oleh Allah.

Perintah ini juga dijelaskan dalam firman Allah pada QS. Al-Anfal ayat 27, berikut bunyi ayat dan artinya.

Pengertian AmanahYaa ayyuhal ladziina aamanuu laa takhuunuloh warrosuula watakhuunuu amaanaatikum wa antum ta’lamun

Artinya: Hai orang-orang beriman, janganlah dirimu mengkhianati Allah serta Rasul (Muhammad) dan juga janganlah dirimu mengkhianati amanh yang telah dipercayakan pada dirimu, sedang kamu mengetahuinya.

Dari ayat tersebut, maka seorang muslim mengetahui bahwa konsekuensi dari perbuatan mencari kekuatan pada makhluk lain selain Allah atau dikenal dengan syirik adalah ganjaran yang paling berat. Sehingga umat muslim dilarang untuk berbuat syirik serta mengingkari atau menyalahgunakan amanah yang diberikan.

2. Amanah Kepada Sesama Manusia

Jenis amanah kedua ialah amanah pada sesama manusia atau individu lainnya sebagai sesama makhluk. Jenis amanah kedua ini adalah jenis amanah yang terjadi cukup sering.

Bentuk amanah pada sesama manusia dapat berupa hak atau kewajiban yang dimiliki oleh setiap manusia. Contohnya adalah tidak mengatakan pada orang lain ketika diberitahu sebuah rahasi. Selain itu, ada pula contoh lain seperti menyampaikan suatu hal sesuai dengan kebenaran asli dan tidak mengada-ada, mengurangi maupun menambahinya.

Hal tersebut sesuai dengan firman Allah dalam QS. An Nisa ayat 58, berikut bunyinya.

Pengertian AmanahSesungguhnya Allah memerintahkan kamu sekalian untuk menyampaikan amanah pada yang berhak menerimanya serta menyuruh kamu jika menetapkan hukum di antara manusia agar kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah memberikan pengajaran yang sebaik-baiknya pada dirimu. Sesungguhnya Allah ialah Maha Mendengar dan juga Maha Melihat.

Biasa saja suatu nilai ucapat maupun perbuatan yang diamanahkan atau tidak diamanahkan dapat bernilai atau tidak sama sekali bagi orang yang diberi amanah tersebut.

Akan tetapi, sangat mungkin pula bahwa tindakan maupun ucapan sederhana memiliki suatu dampak yang sangat signifikan bagi penerima amanah tersebut. Oleh karena itulah, Allah memberikan perintah pada umat manusia melalui firman-Nya agar setiap umat muslim menyampaikan amanah pada pihak yang seharusnya menerima amanah tersebut.

3. Amanah Kepada Diri Sendiri

Jenis amanah yang terakhir adalah amanah pada diri sendiri. Jenis amanah satu ini adalah jenis amanah yang sebenarnya jarang disadari oleh banyak orang.

Dalam Islam, setiap manusia adalah seorang pemimpin, sehingga amanah kepada diri sendiri pun harus dilaksanakan dengan baik. Contoh dari amanah kepada diri sendiri ialah menjaga kesehatan badan maupun pikiran, tidak membiarkan diri sendiri kesakitan atau terluka karena hal apapun dalam berbagai aspek. Sebab, segala sesuatu yang ada di muka bumi ini hanyalah titipan dari Allah semata saja.

Author: pangeranbertopeng