Berita Islam – Dalam ajaran Islam, anak yatim memiliki kedudukan yang mulia. Setiap umat muslim, dianjurkan untuk senantiasa menyayanginya.
Ada beberapa cara menyayangi anak yatim yang dapat dilakukan. Dengan melakukan anjuran ini, maka Allah menjanjikan pahala dan keutamaan lainnya.
Anak yatim adalah anak yang ditinggal oleh ayahnya ketika usia belum baligh atau masih kecil. Namun, jika sang anak sudah baligh, maka tidak dapat lagi disebut anak yatim.
Lantas bagaimana cara mengurus dan memelihara anak yatim yang benar? Berikut penjelasannya pada artikel dibawah ini!
Cara Memelihara dan Mengurus Anak Yatim
Allah SWT mewajibkan umat Muslim senantiasa menjaga, mencintai, dan memenuhi hak-hak anak yatim. Semua aturan tersebut tercantum dalam Al-Qur’an dan juga sunnah.
1. Memberi Sentuhan Kasih Sayang
Seorang anak yatim, seharusnya masih mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya. Peran ayah disini cukup lengkap, yaitu sebagai pemimpin keluarga, pencari nafkah, dan juga sebagai panutan kehidupan bagi anak-anaknya.
Meskipun kasih sayang yang diberikan oleh seorang ayah tidak ditunjukkan secara jelas, namun bukan berarti sang ayah tidak menyayanginya.
Setiap orang tua akan berusaha untuk bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan keluarga baik moril maupun materil.
Cara untuk menyayangi anak yatim, dapat dilakukan dengan memberikan sentuhan kasih sayang yang hilang.
Dengan cara ini, maka anak yatim tidak akan kehilangan kasih sayang dan tetap terasa masih ada yang memperdulikan seperti kedua orang tuanya.
2. Memuliakan Anak Yatim
Anak-anak yatim yang dimuliakan dan dihormati tentu akan turut memperbesar hati mereka dan akan tumbuh ketegarannya. Dengan kita memuliakan anak yatim, secara otomatis Allah akan memuliakan kita.
Hal yang dapat dilakukan untuk memuliakan anak yatim adalah dengan cara tidak mengatakan kata-kata kasar atau menyinggung kepada mereka. Hal tersebut dengan terang juga dilarang oleh Allah SWT dalam surat Al-Fajr ayat 17:
كَلَّا بَلۡ لَّا تُكۡرِمُوۡنَ الۡيَتِيۡمَۙ
Artinya: Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim.
3. Tidak Menghardik Anak Yatim
Rasulullah mengajarkan cara menyayangi anak yatim dengan lembut dan penuh kasih sayang. Bagi umat muslim dilarang untuk memakan harta anak yatim, serta tidak diperkenankan untuk menghardik anak yatim.
Larangan tersebut bahkan telah tertuang dalam firman Allah SWT, yaitu pada surat An-Nisa ayat 10. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa orang-orang yang masuk dalam golongan kaum yang mendustakan agama, antara lain sebagai berikut:
-
- Orang yang memakan harta anak yatim secara zalim
- Orang yang menghardik anak yatim
”Sesungguhnya orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala ( neraka)” (QS: An-Nisa: 10)
4. Bergaul dengan Mereka
Anak yatim harus senantiasa digauli dengan baik selayaknya saudara sendiri. Sebab pada umumnya, secara psikologis tanpa keberadaan orang tua mereka memiliki rasa minder dan rendah diri.
Jika tidak digauli, mereka akan cenderung berkecil hati, karena itulah kita harus aktif untuk menggauli mereka. Sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 220.
Keistimewaan Menyayangi Anak Yatim
Kedudukan anak yatim yang begitu istimewa, sehingga Allah SWT memberikan perintah dan anjuran agar senantiasa berbuat baik kepada anak yatim.
Salah satunya adalah dengan menyayanginya. Bentuk menyayangi anak yatim dilakukan dengan cara menyantuninya.
-
- Menjauhkan dari Azab Allah
- Mendapatkan jaminan masuk surga
- Mendapatkan pertolongan dari Allah
- Melembutkan hati dan mendapatkan keberuntungan