Berita Islam – Penyakit Ain merupakan penyakit yang sangat sering diperbincangkan oleh berbagai kalangan saat ini, terutama sering diucapkan oleh kaum hawa. Penyakit Ain juga kerap kali menjadi hal yang perlu dikhawatirkan oleh mereka. Penyakit Ain ini telah menjalar ke seluruh penjuru.
Pada dasarnya penyakit Ain ini merupakan penyakit jiwa atau spiritual yang berada di dalam tradisi islam atau paham orang muslim. Penyakit Ain merupakan penyakit jiwa atau penyakit spiritual yang disebabkan oleh pandangan atau pengaruh negatif dari orang lain atau makhluk halus.
Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW pun menegaskan adanya penyakit ‘ain:
الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَىْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ
Artinya:
“Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu yang bisa.” (HR. Muslim No. 2188).
Penyakit Ain dalam Islam
Penyakit ain, juga dikenal sebagai “penyakit mata jahat” atau “pandangan jahat,” merujuk pada keyakinan bahwa pandangan negatif atau mata jahat dari seseorang dapat membawa dampak merugikan pada kesehatan dan kesejahteraan individu yang menjadi sasaran. Dalam tradisi Islam, pandangan ini memiliki dasar dalam ajaran agama dan kepercayaan akan adanya makhluk halus yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia.
Gejala Penyakit Ain

-
- Rasa Sakit atau Kecemasan yang Tidak Dapat Diartikan Medis
Seseorang yang diyakini terkena penyakit ain mungkin mengalami rasa sakit atau ketidaknyamanan yang tidak dapat dijelaskan oleh penyebab medis yang jelas. Mereka juga dapat merasa gelisah atau cemas tanpa alasan yang jelas.
-
- Perubahan Fisik yang Tidak Wajar
Gejala fisik yang dihubungkan dengan penyakit ain dapat mencakup perubahan dalam penampilan, seperti kulit yang pucat atau kemerahan, mata yang tampak sayu, atau perubahan lain dalam penampilan fisik.
-
- Gangguan Tidur
Seseorang yang terkena penyakit ain juga mungkin mengalami gangguan tidur, seperti kesulitan tidur atau mimpi buruk yang berulang.
-
- Perubahan Perilaku atau Mood
Penyakit ain dapat dikaitkan dengan perubahan perilaku yang tidak biasa, seperti perubahan mood, kecemasan yang tak terduga, atau reaksi yang lebih sensitif terhadap situasi tertentu.
-
- Kelelahan atau Kehilangan Energi
Seseorang yang mengalami penyakit ain dapat merasa kelelahan yang berlebihan atau kehilangan energi tanpa alasan yang jelas.
-
- Ketakutan dan Paranoia
Individu yang diyakini terkena penyakit ain dapat merasa takut atau paranoi, yakin bahwa mereka sedang diawasi atau ada ancaman yang tidak nyata.
-
- Gangguan Emosi atau Mental
Beberapa orang yang percaya terkena penyakit ain dapat mengalami gangguan emosi atau mental, seperti depresi atau kecemasan yang intens.
-
- Ketidaknyamanan Tubuh Secara Keseluruhan
Penyakit ain sering kali dihubungkan dengan perasaan ketidaknyamanan fisik secara keseluruhan, yang mungkin sulit dijelaskan atau didiagnosis secara medis.
Cara Menghindari Penyakit ‘Ain
Rasulullah SAW menganggap bahwa penyakit ‘ain ini termasuk sesuatu yang dianggap berbahaya, serta patut untuk diwaspadai.
Berikut adalah beberapa cara agar terhindari dari penyakit ‘ain:
1. Berdoa kepada Allah SWT
Penyakit ‘ain bisa jadi berbahaya yang bahkan bisa menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, Rasulullah SAW pernah membacakan doa kepada cucunya Hasan dan Husain agar dihindarkan dari penyakit ‘ain.
Berikut adalah doa agar terhindar dari penyakit ‘ain yang dicontohkan Rasulullah SAW:
بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ، مِنْ كُلِّ شَيْئٍ يُؤْذِيْكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيْكَ، بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ.
Artinya:
“Dengan nama Allah, saya meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari kejahatan setiap jiwa atau setiap mata yang dengki, semoga Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah saya meruqyahmu.” (HR. Muslim)
Rasulullah SAW juga pernah berdoa untuk memohon perlindungan Allah SWT atas penyakit ‘ain dengan doa:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Artinya:
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan, binatang yang beracun dan ‘ain yang menyakitkan.” (HR al-Bukhari).
2. Selalu Berdzikir
Dikutip dari buku Thibbun Nabawi:Tinjauan Syari’at dan Medis oleh M. Saifudin Hakim dan Siti Aisyah Ismai, ketika hendak memuji fisik seseorang yang mengagumkan bagi kita, haruslah disertai dengan memohon berkah kepada Allah SWT (tarbik). Sehingga, hal ini bisa menghindarkan orang lain terkena penyakit ain.
Namun, tidak semua pandangan seseorang yang disertai rasa kagum/dengki bisa membahayakan orang lain.
Dalam hal ini, pandangan berkekuatan ‘ain tidak secara pasti wujud pada setiap orang yang melihat orang lain dengan rasa kagum/dengki, karena ‘ain sejatinya hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu dengan adanya kriteria-kriteria tertentu.
Dilansir dari NU Online, kekuatan supranatural berupa ‘ain ini hanya dipunyai oleh orang-orang tertentu. Sehingga, adakalanya karena memang bawaan dari lahir atau pun diupayakan dengan melakukan berbagai cara seperti ritual-ritual tertentu. Wallahu a’lam.