Istilah Ulul Albab : Pengertian, Ciri-ciri dan Keutamaan

Berita Islam – Istilah ulul albab sering muncul dalam Al-Qur’an sebagai sebutan bagi orang-orang yang memiliki pemahaman mendalam, kecerdasan, dan kebijaksanaan. Istilah ini menjadi perhatian karena Allah SWT memberikan pujian khusus kepada mereka yang termasuk dalam golongan ini.

Salah satunya muncul dalam surah Ali ‘Imran ayat 190 yang berbunyi,

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَاب

Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi ulul albab (orang-orang yang berakal).”

Namun, apa sebenarnya arti dari ulul albab? Berikut penjelasannya

Arti Ulul Albab

Mengutip dari Metode-Metode Mengajar Perspektif Al-Qur’an Hadist Dan Aplikasinya Dalam Pembelajaran PAI, Amirudin (2023:255), arti ulul albab menurut Ibnu Katsir adalah orang yang mempunyai akal sempurna dan kecerdasan.

Sayyid Quth berpendapat bahwa ulul albab adalah orang-orang yang mempunyai pemikiran dan pemahaman yang benar. Ulul albab berasal dari kata ulu atau uli dan al-albab. Ulu merupakan bentuk jamak laki-laki yang bermakna baik. Sedangkan al-albab adalah bentuk jamak dari al-lubb yang artinya pandai atau cerdik.

Ciri-ciri ulul albab

    • Setelah mengetahui pengertiannya, berikut beberapa ciri-ciri ulul albab menurut Jalaluddin Rakhmad.
    • Memiliki kesungguhan mencari ilmu dan kecintaan mensyukuri nikmat Allah.
    • Memiliki kemampuan memisahkan sesuatu dari kebaikan dan keburukan sekaligus mengarahkan kemampuannya untuk memilih dan mengikuti kebaikan tersebut.
    • Bersikap kritis dalam menerima pengetahuan atau mendengar pembicaraan orang lain, memiliki kemampuan menimbang ucapan, teori, proposisi, dan dalil yang dikemukakan orang lain.
    • Memiliki kesediaan untuk menyampaikan ilmunya kepada orang lain, memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki masyarakat, serta menjadi pelopor terciptanya kemaslahatan dalam masyarakat.
    • Merasa takut hanya kepada Allah.

Keutamaan Ulul Albab

Allah memberikan beberapa keutamaan khusus kepada ulul albab. Beberapa keutamaan ini tercantum dalam Al-Qur’an.

1. Dapat Mengambil Pelajaran dari Setiap Tanda Kebesaran Allah

Ulul albab senantiasa mampu mengambil hikmah dari setiap fenomena alam dan peristiwa kehidupan. Mereka memahami bahwa segala yang terjadi di dunia ini merupakan kehendak Allah SWT dan mengandung makna yang mendalam.

Sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 269:

يُؤْتِى ٱلْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ ٱلْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِىَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

Artinya: “Dia (Allah) menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Siapa yang dianugerahi hikmah, sungguh dia telah dianugerahi kebaikan yang banyak. Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran (darinya), kecuali ulul albab.”

2. Mendapatkan Hidayah dan Cahaya dari Allah

Ulul albab mendapatkan petunjuk khusus dari Allah SWT karena kecerdasan dan ketakwaan mereka. Dalam surah An-Nur ayat 35, Allah SWT menjelaskan bahwa hidayah itu datang kepada mereka yang berpikir dan memiliki cahaya keimanan.

للَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ ٱلْمِصْبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ ۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّىٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَٰرَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِىٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِى ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَٰلَ لِلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Artinya: “Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Author: pangeranbertopeng