Sunnah Bayi Baru Lahir

Berita Islam – Kelahiran seorang bayi merupakan anugerah untuk setiap orang tua, karena untuk mencapai proses kelahiran, orang tua terutama Bunda harus melewati proses mengandung yang mungkin bagi sebagian Bunda merupakan proses yang tidak mudah.

Mengutip dari Kitab Tuhfatul-Maudud bi Ahkamil-Maulud karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, seorang muslim bahkan dianjurkan untuk segera memberi kabar gembira kepada saudaranya apabila seorang anak telah lahir.

Selain itu, Allah SWT berfirman dalam surat Maryam ayat 7 mengenai kabar gembira atas kelahiran putra Nabi Zakaria AS,

يَٰزَكَرِيَّآ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ ٱسْمُهُۥ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهُۥ مِن قَبْلُ سَمِيًّا

Artinya: “Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (QS Maryam: 7)

Lantas, apa saja sunnah yang dianjurkan bagi bayi baru lahir? Simak penjelasan di bawah ini.

1. Mengumandangkan Azan dan Ikamah di Telinganya

Ketika bayi baru lahir, sang ayah dianjurkan untuk segera mengumandangkan azan di telinga kanan dan melantunkan ikamah di telinga kiri anaknya.

Pemberian azan dan ikamah pada bayi baru lahir bertujuan agar kalimat yang pertama kali didengar sang bayi ialah kalimat thayyibah. Sehingga harapannya dapat menjauhkan dari segala gangguan setan.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Rafi’, ia berkata, “Aku melihat Rasulullah SAW mengumandangkan azan di telinga Hasan bin Ali pada saat ia dilahirkan oleh Fatimah.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Namun, Abu Malik Kamal dalam bukunya mengatakan hadits tersebut sanadnya lemah sehingga tidak wajib diamalkan kecuali ada hadits lain yang menguatkannya.

2. Menamai Bayi yang Baru Lahir dengan Nama-nama Terbaik

Setiap orang tua tentu ingin anaknya memiliki kehidupan yang baik dan bahagia. Nama adalah doa. Jadi, orang tua hendaklah memberikan nama pada bayi dengan arti yang baik.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya kalian di hari Kiamat nanti akan dipanggil dengan nama kalian dan nama bapak kalian. Oleh karena itu, baguskanlah nama-nama kalian” (HR. Dawud).

Adapun nama yang paling utama adalah Abdullah dan Abdurrahman, karena dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim disebutkan bahwa, “Nama yang paling disukai di sisi Allah SWT adalah Abdullah dan Abdurrahman”.

Bagi anak-anak yang diberikan nama dengan arti kurang baik karena orang tuanya tidak mengerti dan mengetahui, maka disunnahkan untuk mengganti nama tersebut. Hal tersebut didasarkan kepada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

“Sesungguhnya Rasulullah SAW telah menukar nama seseorang yang bernama ‘Ashiyah (perempuan yang suka bermaksiat) dengan Jamilah (perempuan yang cantik)”.

3. Melaksanakan Aqiqah pada Hari Ketujuh Kelahiran

Aqiqah dianjurkan untuk diadakan pada hari ketujuh kelahiran sang bayi dengan menyembelih dua ekor kambing untuk anak laki-laki atau satu ekor kambing untuk anak perempuan. Syarat bagi hewan aqiqah yang disembelih sama dengan syarat hewan untuk berkurban.

Diriwayatkan dari Salman ibn Amir adh-Dhabbi, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, “Pada anak laki-laki terdapat aqiqah, maka tumpahkanlah darah (kambing) sebagai aqiqah untuknya dan singkirkanlah gangguan darinya.” (HR Bukhari, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

4. Mencukur Rambut Bayi

Saat tujuh hari kelahiran, disunnahkan pula untuk mencukur rambut bayi. Hal ini sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika cucunya, Hasan dan Husein, lahir. Beliau menganjurkan untuk memotong rambut bayi dan bersedekah dengan perak seberat rambut yang dicukur itu kepada fakir miskin.

Dari Anas bin Malik berkata, “Rasulullah SAW memerintahkan untuk mencukur kepala Hasan dan Husain pada hari ketujuh mereka, lalu mereka pun dicukur, dan beliau bersedekah dengan perak seberat rambut mereka.”

5. Memberikan Asi Selama 2 Tahun

Seorang ibu dianjurkan agar memberikan asi selama dua tahun sejak bayi baru lahir. Anjuran ini juga telah diterangkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 233, Allah SWT berfirman:

وَٱلْوَٰلِدَٰتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَٰدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ

Artinya: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan” (QS Al-Baqarah: 233)

6. Membacakan Doa

Mendoakan bayi yang baru lahir sangat dianjurkan sebagai wujud rasa syukur dan harapan agar diberi kebaikan kepadanya. Bagi orang tua muslim salah satunya dapat memanjatkan doa yang pernah dibaca Nabi Ibrahim AS sebagai berikut:

رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS Ibrahim: 40)

Author: pangeranbertopeng