Tips Menyiapkan Fisik untuk Puncak Haji

Berita Islam – Memasuki puncak haji 2025, yaitu pada tanggal  5 – 9 Juni 2025 atau bertepatan dengan 9 – 13 Dzulhijjah 1446 H, jemaah akan menjalani ibadah yang cukup padat dan melelahkan. Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) mengimbau jemaah haji Indonesia untuk mempersiapkan diri secara optimal. Hal ini penting mengingat suhu di Makkah diperkirakan mencapai antara 45 hingga 50 derajat Celsius selama puncak haji.

Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro Susilo, heat stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu lagi mengontrol suhunya akibat paparan panas berlebihan. Jika tidak ditangani segera, kondisi ini bisa merusak organ vital seperti otak, jantung, ginjal, dan otot serta berakibat fatal.

Tips Menyiapkan Fisik untuk Puncak Haji

Mengurangi aktivitas di udara terbuka

Biasanya, jamaah haji berusaha melaksanakan salat arbain (salat berjamaah 40 waktu) di Masjid Nabawi secara lengkap. Nmaun, jangan memaksakan diri jika suhu udara tinggi dan gejala dehidrasi mulai terasa.

Istirahat yang cukup

Jamaah haji Indonesia membutuhkan waktu berjam-jam untuk sampai di kota Mekkah. Belum lagi proses pembagian kamar yang lama membuat jamaah semakin kelelahan. Bila begini, segeralah beristirahat yang cukup setelah sampai di penginapan.

Membawa Perlengkapan yang Tepat

Selain memastikan membawa perlengkapan ibadah dan obat-obatan, disarankan untuk membawa kebutuhan untuk melindungi diri dari terik matahari dan dehidrasi. Adapun perlengkapan yang lengkap dan sesuai kebutuhan akan membantu Anda dalam menjalankan ibadah dengan nyaman.

“Manfaatkan teknologi sederhana. Semprotan air yang berisi air dingin atau air zamzam sehingga dapat memberikan efek sejuk dan membantu menurunkan suhu tubuh. Kipas angin genggam/portabel atau kipas manual dapat membantu sirkulasi udara di sekitar tubuh,” kata Liliek.

Dia mengimbau jamaah segera mencari pertolongan kesehatan jika menunjukkan gejala serangan panas. “Ingat, kesehatan adalah modal utama dalam beribadah,” katanya.

Minum air mineral yang cukup

Tingginya suhu udara bisa mengakibatkan dehidrasi. Ini bisa dicegah dengan memperbanyak minum air putih. Masjid di sana biasanya menyediakan tempat penampungan minum, sehingga bisa membantu mengusir dahaga jamaah.

Perhatikan warna urin. Jika warnanya keruh, itu bisa menjadi tanda tubuh membutuhkan lebih banyak air. Selain itu, hindarilah minuman berkafein atau bersoda karena bisa memperparah dehidrasi.

Menjaga Kebersihan dan Kesehatan

Jagalah kebersihan diri Anda dan lingkungan sekitar. Gunakan masker jika diperlukan dan selalu cuci tangan. Kebersihan dan kesehatan yang terjaga akan mengurangi risiko penyakit dan menjaga kenyamanan Anda selama beribadah di Tanah Suci.

Author: pangeranbertopeng