Ciri Keberkahan dalam Islam

Berita Islam – Keberkahan mungkin sudah sering kita dengar maupun ucapkan, atau bahkan sudah menjadi doa sehari-hari kita. Namun tahukah kamu apakah arti berkah? Kata berkah berasal dari bahasa Arab, yakni baraka. Bentuk jamaknya adalah barakah. Maknanya, ‘memiliki banyak kebaikan yang bersifat tetap dan terus-menerus.’

Selain itu juga berkaitan dengan birkah, yaitu tempat berhimpunnya air. Keadaannya berbeda dengan saluran tempat mengalirnya air. Birkah dapat menampung air dalam jumlah yang banyak dan sekaligus tetap.

Islam mengajarkan, seorang hamba Allah yang diberkahi berarti mendapatkan naungan kasih dan sayang dari-Nya. Lantas, siapa saja mereka itu? 

Tobat nasuhah

Allah memuji orang-orang yang beriman, bertobat, dan mengerjakan kebajikan. “Maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang” (QS al-Furqan: 70).

Keberkahan bagi Mukminin adalah aneka kebaikan yang Allah anugerahkan. Semua karunia-Nya itu bersifat tetap dan terus mengalir seiring dengan kelestarian amal mereka. Dalam Alquran surah Nuh ayat 10-12, dijelaskan bahwa rezeki yang berlimpah menanti orang-orang yang kembali ke jalan-Nya. 

Dekat dan taat

Mukmin yang diberkahi cenderung menjadi al-muqarrabuun. Artinya, mereka senang mendekat kepada Allah SWT. Setiap ibadah, baik yang wajib maupun sunah, dikerjakannya dengan hati yang lapang. Baginya, hanya Allah tempat meminta segala sesuatu.

Dari waktu ke waktu, ketaatan mereka kepada Allah terus meningkat. Harapannya adalah diwafatkan dalam keadaan yang terbaik (husnul khatimah). “(Yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepadanya), ‘Salamun ‘alaikum, masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan’” (QS an-Nahl: 32).

Terhindar dari fitnah

Salah satu dosa besar adalah fitnah. Dalam Alquran, disebutkan bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Fitnah juga berarti perbuatan-perbuatan yang menimbulkan kekacauan.

Rasulullah SAW mengajarkan doa agar terhindar dari fitnah, “Ya Allah, kami berlindung dari siksa kubur dan api neraka. Ya Rabb, lindungi kami dari semua fitnah orang-orang hidup dan fitnah setelah kematian. Lindungi kami pula dari fitnah dahsyat al-Masih Dajjal.”

Salah satu ciri hamba-hamba Allah yang diberkahi adalah terhindar dari fitnah. Mereka mendapatkan perlindungan dari-Nya. Untuk mencapai taraf ini, seorang Mukmin hendaknya setelah bertobat menjaga ketaatan kepada-Nya. 

Ciri-ciri Berkah

Ciri-ciri atau indikator mendapatkan berkah juga dijelaskan dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Berikut ini penjelasan yang dikutip dari situs Badan Amil Zakat Nasional (Baznas):

    1. Nikmat dalam Beramal Sholeh

Ketika beramal sholeh terasa nikmat, itulah salah satu ciri orang mendapatkan keberkahan.

“Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam” (QS: Al-An’am: 125)

Ayat ini menjelaskan bahwa keberkahan hidup dari Allah antara lain merasakan nikmat iman dan Islam serta kenikmatan dalam beribadah, sehingga hati menjadi lapang.

    1. Istiqamah dalam Kebaikan

Tak hanya merasakan nikmat, berkah juga membuat seseorang terus konsisten melaksanakan ibadah tersebut.

“Dan bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya (Muhammad) pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sungguh, dia diberi petunjuk kepada jalan yang lurus” (QS Ali Imron: 101)

Hidup yang berkah membuat seseorang istiqomah dalam berpegang teguh pada agama Allah hingga akhir hayat.

    1. Sabar Menghadapi Ujian

Orang yang hidupnya berkah memiliki ciri-ciri sabar dalam menghadapi ujian. Orang yang sabar adalah orang yang beruntung. Ini sesuai dengan Al-Qur’an yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung” (QS Ali Imran: 200)

Author: pangeranbertopeng