Berita Islam – Perbedaan nabi dan rasul sebenarnya kerap kali dijumpai oleh masyarakat, tokoh agama, maupun ulama pada berbagai ayat yang telah ada di dalam Al-Qur’an. Meskipun begitu, keduanya memiliki perbedaan mendasar masing-masingnya, Allah SWT juga memerintahkan keduanya untuk tetap mempercayai rukun iman.
Para nabi dan rasul ini, sebenarnya juga sama-sama menyerukan seruan kepada manusia supaya beriman kepada Allah SWT. Akan tetapi cara yang dilakukan oleh keduanya pun berbeda-beda. Meskipun sama-sama utusan dari Allah SWT, nabi dan rasul memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Penasaran apa saja perbedaan dari nabi dan rasul? Simak penjelasannya di bawah ini yang berhasil dirangkum melalui berbagai sumber.
Perbedaan Nabi dan Rasul Menurut Pengertiannya
Dalam Islam, Nabi dan Rasul memiliki arti dan fungsi yang berbeda. Kata “Nabi” berasal dari “Naba,” yang berarti “dari tempat yang tinggi.” Secara istilah, nabi adalah laki-laki pilihan Allah SWT yang menerima wahyu, tetapi tidak diharuskan menyampaikannya kepada umat. Wahyu ini hanya untuk dirinya sendiri.
Sementara itu, “Rasul” berasal dari “Irsal,” yang berarti “pengutusan.” Rasul adalah utusan Allah yang diperintahkan menyampaikan wahyu dan membawa risalah kepada umat, berupa syariat baru atau pembaharuan ajaran sebelumnya. Hal ini dijelaskan dalam surah An-Naml ayat 35 yang berbunyi sebagai berikut:
وَإِنِّى مُرْسِلَةٌ إِلَيْهِم بِهَدِيَّةٍ فَنَاظِرَةٌۢ بِمَ يَرْجِعُ ٱلْمُرْسَلُونَ
“Wa innī mursilatun ilaihim bihadiyyatin fa nāẓiratum bima yarji’u-mursalụn.”
Artinya: “Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu”.
Perbedaan Nabi dan Rasul dalam Tugasnya
Melalui pengertian tentang nabi dan rasul yang sudah dijelaskan di atas, bisa disimpulkan bahwa nabi dan rasul memiliki tugas yang cukup berbeda. Nabi tidak memiliki kewajiban untuk menyampaikan wahyu yang didapatkannya dari Allah SWT kepada umat manusia. Namun, rasul diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyampaikan tugas yang diberikan kepada umat manusia.
Ada tiga ajaran pokok yang harus rasul sampaikan kepada umatnya yaitu:
-
- Akidah : Memberikan tuntunan bahwa hanya Allah yang patut disembah. Karena Allah adalah Esa.
- Syariat : Memberikan tuntunan untuk umatnya agar meninggalkan segala hal yang dilarang dan menjalankan segala aturan Allah SWT.
- Akhlak : Memberikan tuntunan kepada umatnya untuk selalu bersikap mulia dan berbuat baik.
Perbedaan Nabi dan Rasul Berdasarkan Sifatnya
Perbedaan yang selanjutnya ini yaitu berdasarkan sifatnya. Keduanya memiliki masing-masing sifat yang sangat berbeda. Lalu, apa saja perbedaan nabi dan rasul berdasarkan sifatnya? Yuk, kenali ulasan dibawah ini.
- Sifat Nabi
Nabi merupakan seorang manusia biasa yang menjalankan kehidupan sama seperti orang-orang lainnya. Nabi juga mengalami suatu keadaan, misalnya lemah, sakit, tua, dan mati. Akan tetapi nabi memiliki keistimewaan, serta sifat luhur, dan juga keagungan sesuai dengan kedudukannya.
- Sifat Rasul
Rasul diambil dari suatu golongan umat itu sendiri yang berasal dari keturunan yang mulia. Rasul yang sudah dipilih oleh Allah SWT akan diberikan karunianya, contohnya kebaikan pikiran atau kesucian rohani.
Allah SWT juga memberikan sebuah keutamaan atau maziat kepada para rasul supaya bisa menyampaikan ajaran dari Allah SWT. Keutamaan itu diberikan supaya bisa digunakan sebagai salah satu contoh untuk umat dalam urusan dunia, dan juga urusan akhirat.
Perbedaan Nabi dan Rasul dalam Menerima Wahyu
Nabi menerima wahyu dari Allah SWT melalui mimpi, melalui ilham dan bisa juga melalui malaikat. Sedangkan rasul menerima wahyu melalui mimpi dan malaikat Jibril. Nabi dipilih untuk mengamalkan syariat yang sudah ada sebelumnya. Sementara rasul adalah seorang nabi yang membawa sebuah syariat baru.
Perbedaan Nabi dan Rasul dalam Menyampaikan Wahyunya
Nabi diberi wahyu oleh Allah SWT namun tidak diperintahkan untuk menyampaikannya kepada umat, melainkan hanya diamalkan untuk dirinya sendiri. Sementara rasul, mendapatkan wahyu dari Allah SWT untuk disampaikan kepada umatnya.
Statusnya
Setiap Rasul adalah seorang nabi karena seorang Rasul pertama-tama harus mendapatkan wahyu dari Allah SWT dan diangkat sebagai Nabi. Namun, tidak semua Nabi adalah Rasul.
Nabi menerima wahyu hanya untuk dirinya sendiri tanpa tugas menyampaikan syariat baru kepada umat manusia. Rasul, selain menerima wahyu, memiliki kewajiban menyampaikan pesan Allah SWT dan membawa syariat baru untuk disampaikan kepada umat.
Rasul dengan gelar Ulul Azmi adalah mereka yang memiliki keistimewaan luar biasa dalam menghadapi ujian berat saat menyampaikan ajaran tauhid Allah SWT. Gelar ini diberikan kepada nabi dan rasul yang menunjukkan tingkat kesabaran, ketabahan, serta keteguhan yang luar biasa dalam menjalankan tugas kenabian. Para Ulul Azmi memiliki peran besar dalam sejarah penyebaran Islam dan syariat Allah SWT.
Mereka yang termasuk dalam Ulul Azmi adalah:
- Nabi Nuh AS
- Nabi Ibrahim AS
- Nabi Musa AS
- Nabi Isa AS
- Nabi Muhammad SAW