Mengenal Esensi Dalam Berkurban

Berita Islam – Menyembelih hewan kurban adalah IBADAH yang sangat dianjurkan pada Hari Idul Adha.

Berkurban ini sudah ada sejak zaman Nabi Adam di mana kedua anaknya Habil dan Qabil diperintahkan untuk memberikan kurban terbaik kepada Allah SWT dari aktivitas mereka bercocok tanam dan beternak.

Kemudian berlanjut di masa Nabi Ibrahim yang diperintahkan oleh Allah menyembelih anaknya Ismail.

Berkurban itu kemudian dijadikan sebagai hukum syariat dalam Islam oleh Nabi Muhammad SAW.

Lalu apakah esensi dari berkurban?

“Pada masa Nabi Muhammad, kurban ditetapkan oleh Rasulullah SAW sebagai bagian dari syariah Islam, syi’ar dan ibadah kepada Allah SWT sebagai rasa syukur atas nikmat kehidupan,” kata Ketua Pelaksana Harian Yayasan Pendidikan Al-Aliim, Ustadz Mohammad Teguh Budiman.

“Disyari’atkannya qurban sebagai simbol pengorbanan hamba kepada Allah SWT, bentuk ketaatan kepada-Nya dan rasa syukur atas nikmat kehidupan yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya,” lanjutnya.

Dalam Surah Al Kautsar ayat 1-3, Allah berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus.”

Teguh menjelaskan, dengan adanya perintah berkurban membuat umat muslim harus menyadari adanya hubungan antara rasa bersyukur atas nikmat kehidupan dengan berkurban.

Kita tidak melaksanakan berkurban dengan sendirian, tentu kita melaksanakannya bersama umat muslim yang lainnya.  Karena hal tersebut, akan membuat ukhuwah semakin erat sehingga tali persaudaraan antar sesama muslim tidak goyah.

Penyembelihan hewan kurban merupakan sarana menjalin hubungan harmonis dan hubungan yang lebih bermakna solidaritas terhadap kerabat, tetangga, tamu, dan saudara sesama muslim.

Berkurban sebagai ungkapan kebahagiaan dan rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Sehingga kebahagiaan itu dapat dirasakan pula oleh orang lain.

Selain itu, Berkurban juga merupakan wujud dari perintah yang turun dari Allah SWT. Allah telah menciptakan hewan ternak sebagai nikmat yang diperuntukkan bagi manusia.

Dan Allah SWT mengizinkan manusia untuk memanfaatkan hewan ternak seluas-luasnya untuk kemaslahatan hidup manusia, Allah menghalalkan manusia untuk menyembelih hewan ternak tersebut sebagai bahan makanan bagi mereka.

Penyembelihan hewan ternak sebagai kurban merupakan salah satu bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

“Semoga segenap kaum muslimin dan muslimat dapat mempererat ukhuwah islamiyah dan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT melalui perintah berkurban ini,” tutupnya.

Author: pangeranbertopeng