Berita Islam – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan pembentukan “front keamanan bersatu” negara-negara Muslim melawan musuh-musuh mereka. Sejumlah negara yang ia ajak bergabung diantaranya Pakistan, Saudi, Turki, Mesir, dan Qatar.
Dalam kunjungan kenegaraan ke Pakistan, Pezeshkian menyatakan Iran mengulurkan “tangan persahabatan” untuk struktur keamanan regional yang baru.
Pezeshkian, yang melakukan kunjungan kenegaraan, mengatakan Iran berupaya menjangkau negara-negara Islam untuk membentuk “arsitektur keamanan regional baru.”
Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) menilai wacana pembentukan “NATO versi Muslim” atau Islamic NATO dapat menjadi harapan baru bagi dunia Islam. Hal itu dalam membangun keseimbangan geopolitik dan pertahanan di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, koalisi itu berkembang pesat sejak awal 2026 dan berpotensi menjadi pakta pertahanan strategis bagi negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI/OIC).
“Ini sebuah harapan yang digagas oleh Saudi, Pakistan, Turki, dan Mesir. Ini koalisi pertahanan baru yang paling potensial dan sedang berkembang cepat di 2026,” ujar beliau.
Wacana terbentuknya poros pertahanan baru ini menguat setelah Mesir dan Pakistan kembali menggelar latihan militer gabungan selama dua pekan di Pakistan.
Latihan tersebut dinilai bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari konsolidasi kemampuan pasukan tempur khusus di antara empat negara tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, keempatnya juga dilaporkan makin intens berkoordinasi dalam isu keamanan dan pertahanan kawasan seiring dengan adanya serangan Israel. Jika Qatar bisa diserang, hal serupa juga bisa terjadi ke negara-negara timur tengah yang lain.
Serangan itu membuat banyak negara Arab mempertanyakan kembali efektivitas payung keamanan eksternal yang selama ini mereka andalkan.