Beritaislam.id – Penolakan telah dilakukan oleh berbagai kalangan di Austria mengenai larangan mengunakan jilbab di sekolah dasar untuk murid yang beragama islam. Bahkan berbagai organisasi non-pemerintahan juga telah menyatakan penolakan mereka.
Pernyataan Martha Bissman yang merupakan seorang anggota parlemen Austria yang berada di kubu independen mengatakan. Bahwasannya bukan lagi sesuatu yang luar biasa apabila memojokan pemerintahaan dengan hasutan terhadap orang muslim. Maka kekuatan islam fobia akan semakin terdorong dengan diadakan peraturan mengenai larangan pengunaan jilbab ini. Dan hal ini juga akan membuat masyarakat nonmuslim setempat berpikir bahwasannya orang muslim merupakan bahaya bagi masyarakat. Dan rancangan undang-undang mengenai larangan pengunaan jilbab ini akhir tahun 2018 lalu telah di ajukan ke parlemen oleh pemerintahan Austria.
Isi peraturan itu adalah untuk semua sekolah SD dan termasuk juga sekolahan swasta yang berada di negeri itu anak perempuan di bawah umur 10 tahun dilarang mengunakan jilbab (penutup kepala). Namun Bisman menekankan bahwa peraturan larangan untuk memakai penutup kepala ini melangar perinsip dari undang-undang dasar dari negara Austria yang berisi tentang kebebasan dalam beragam, pemakainan lambang dan pakaian agama dan peraturan ini sangat menentang perinsip kesetaraan dalam beragama.

Karena peraturan ini hanya untuk yang beragama islam sedangkan yang beragama lain seperti yang beragama Kristen masih terpasang salib sebagai lambang mereka di setiap sekolah di Austria dan untuk anak-anak yahudi juga masih di perbolehkan untuk memakai penutup kepala (kippa).
Baca Juga: 5 Tips Biar Rumah Tetap Aman Selama Mudik
Setelah ditentang oleh berbagai pihak saat ini pemerintah Austria mengancam akan memperluas luang lingkup pemakainan jilbab di negaranya. Maka kebebasan orang muslim akan sangat terpengaruh dengan adanya peraturan ini. Yang dimana negara Austria yang memiliki penduduk beragama muslim sekitaran kurang lebih 700.000 orang ini termasuk 300.000 diantaranya merupakan keturunan turki yang bermigerasi ke negeri tersebut pada tahun 1960-an.