Berita Islam – Setiap orang memiliki sesuatu yang ingin digapai, entah itu jabatan, uang, ataupun sesuatu yang tidak bersifat materil namun tetap memberikan kebahagiaan. Untuk mencapai keinginan tersebut, kita perlu berusaha semaksimal mungkin. Dalam berusaha, mungkin kita akan menghadapi banyak kegagalan, namun hal tersebut tidak seharusnya menyurutkan semangat kita dalam menggapai tujuan.
Saat ini sendiri, banyak orang yang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi CPNS. Untuk bisa menjadi CPNS, banyak orang berusaha semaksimal mungkin dengan salah satu caranya yakni latihan soal terus menerus. Usaha yang dilakukan seseorang dalam menggapai tujuan dinamakan sebagai ikhtiar.
Ikhtiar sendiri menurut buku Aqidah Akhlaq oleh Taofik Yusmansyah (2008: 26) berasal dari bahasa arab yang memiliki arti yakni “mencari hasil yang lebih baik”. Dalam hal ini, ikhtiar bisa diartikan sebagai suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan hasil terbaik sesuai dengan tujuan yang ingin digapai.
Lalu, kenapa ikhtiar penting dan harus dilakukan dalam menggapai sesuatu? Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda :
“Mukmin (orang yang beriman) yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah. Pada diri masing-masing memang terdapat kebaikan. Capailah dengan sungguh-sungguh apa yang berguna bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu menjadi orang yang lemah. Apabila kamu tertimpa suatu kemalangan, maka janganlah kamu mengatakan; ‘Seandainya tadi saya berbuat begini dan begitu, niscaya tidak akan menjadi begini dan begitu’. Tetapi katakanlah; ‘lni sudah takdir Allah dan apa yang dikehendaki-Nya pasti akan dilaksanakan-Nya. Karena sesungguhnya ungkapan kata ‘lau’ (seandainya) akan membukakan jalan bagi godaan setan.”

Selain itu menurut Al-Quran di Surat An-Nisa ayat 32, seseorang yang tekun berikhtiar dalam menggapai tujuan akan mendapatkan karunia dari Allah SWT. Isi dari Surat An-Nisa ayat 32 yakni :
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ ۗ لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا ۗ وَلِلنِّسَاۤءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۗوَسْـَٔلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا
wa lā tatamannau mā faḍḍalallāhu bihī ba’ḍakum ‘alā ba’ḍ, lir-rijāli naṣībum mimmaktasabụ, wa lin-nisā`i naṣībum mimmaktasabn, was`alullāha min faḍlih, innallāha kāna bikulli syai`in ‘alīmā
artinya :
Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dari Surat An-Nisa Ayat 32 bisa disimpulkan bahwa karunia dari Allah SWT akan diberikan kepada mereka yang selalu bersungguh-sungguh dalam melakukan usaha, meskipun nantinya hasil yang didapatkan belum tentu sesuai dengan keinginan kita. Namun sebagai umat muslim yang taat, kita tidak perlu khawatir akan hal tersebut karena Allah SWT yang paling memahami apa yang terbaik untuk diri kita.