Dampak Negatif Dari Menggunakan Uang Haram

Berita Islam – Menggunakan harta yang haram bisa berdampak terhadap kehidupan dunia dan akhirat seorang Muslim. Oleh karena itu, Allah SWT memerintahkan supaya kita memakan harta yang baik dan yang diraih dengan cara yang baik pula. Firman Allah SWT:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah apa-apa yang baik yang Kami anugerahkan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya.” (QS Al Baqarah [2]:172). Pada ayat lain, Allah SWT juga berfirman sebagai berikut:

كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْۙ وَلَا تَطْغَووْا فِيْهِ فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِيْۚ وَمَنْ يَّحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِيْ فَقَدْ هَوٰى

“Makanlah sebagian yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepadamu. Janganlah melampaui batas yang menyebabkan kemurkaan-Ku akan menimpamu. Siapa yang ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh binasalah dia.” (QS Taha ayat 81)

Rasulullah SAW berkata bahwa nanti di hari kiamat, salah satu hal yang akan ditanya adalah dari mana harta yang kita dapat? Apakah harta itu diperoleh dengan cara yang halal atau haram?

Terdapat tiga dampak negatif jika seseorang selalu memakan hingga menafkahi keluarganya dengan harta yang diperoleh dengan jalan haram.

Doa tidak akan pernah diijabah

Hal itu secara gamblang dijelaskan Rasulullah SAW di mana Nabi Muhammad SAW bersabda:

أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِإِلَّا طَيِّبًا…. ثُمَّ  ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَااءِ : يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula….  Kemudian Nabi ﷺ menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai, dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa, “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan segala sesuatunya dihasilkan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya?” (HR  Muslim no 1686)

Tak membawa berkah dalam hidup

Harta yang diperoleh dengan haram tidak akan membawa kerberkahan dalam hidup. Lalu dirinya akan terus merasa berkekurangan dan tak pernah bersyukur. Terkait ini, Nabi SAW bersabda:

فَمَنْ يَأْخُذْ مَالًا بِحَقِّهِ ؛ يُبَارَكْ لَهُ فِيهِ، وَمَنْ يَأْخُذْ مَالًا  بِغَيْرِ حَقِّهِ ؛ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الَّذِي يَأْكُلُ وَلَا يَشْبَعُ

“Maka barang siapa yang mengambil harta yang menjadi haknya, maka akan diberikan keberkahan kepadanya, Dan barang siapa yang mengambil harta yang bukan menjadi haknya, maka ia adalah seperti hewan yang selalu makan dan tidak pernah merasa kenyang.”

Jauh dari Allah SWT

Orang yang memakan harta haram bawaannya selalu ingin bermaksiat kepada Allah SWT. Imam al-Ghazali dalam karyanya Ihya’ Ulumiddin mengutip sebuah riwayat dari Sahl al-Tustari:

وقال سهل رضي الله عنه من أكل الحرام عصت جوارحه شاء أم أبى علم أو لم يعلم ومن كانت طعمته حلالاً أطاعته جوارحه ووفقت للخيرات

Sahl al-Tustari RA berkata, “Orang yang memakan harta haram, tubuhnya mau tidak mau akan bermaksiat kepada Allah secara sadar atau tidak sadar, sedang orang yang memakan harta halal, tubuhnya mau tidak mau akan taat kepada Allah dan dia diberi Taufik senantiasa melakukan banyak kebaikan.”

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua beserta keluarga kita dari harta haram. Alangkah lebih baik jika hidup kita berkekurangan daripada lebih namun bukan dari hasil yang halal. Karena hal itu dapat membawa dampak negatif bagi diri sendiri bahkan keluarga yang kita sayangi.

Author: pangeranbertopeng