Berita Islam – Sejarah tentang penyebaran Agama Islam di Indonesia dapat dimulai dari menelaah kemunculan berbagai kerajaan Islam yang pernah berdiri di Indonesia. Menurut bukti yang ada, diperkirakan kerajaan Islam di Indonesia berdiri sejak abad 7 hingga abad 13. Kerajaan Islam di nusantara muncul dari lalu lintas perdagangan laut. Pedagang-pedagang Islam dari Arab, Persia, India, hingga Tiongkok mulai membaur dengan masyarakat Indonesia.
Melalui perdagangan tersebut, agama Islam semakin berjaya di Indonesia yang kemudian banyak membawa perubahan dari sisi budaya sampai pemerintahan. Munculnya kerajaan-kerajaan Islam di penjuru negeri membawa ajaran Islam ke seluruh Indonesia.
Berikut adalah daftar singkat kerajaan Islam di Indonesia dari awal hingga yang terakhir.
Kerajaan Islam di Indonesia:
1. Kerajaan Samudera Pasai
Kerajaan Samudera Pasai merupakan Kerajaan Islam pertama yang berdiri di Indonesia adalah. Kerajaan ini terletak di Aceh Utara dan semakin berkembang karena menjadi tempat persinggahan utama pedagang-pedagang Islam.
Kerajaan Samudera Pasai terus berkembang. Akhirnya, putra Sultan Malikul Thahir, yakni Sultan Malikul Mansur mendirikan kerajaan dengan pusatnya adalah Samudera Pasai. Beberapa peninggalan dari kerajaan Samudera pasai adalah Makam Sultan Malik Al-Saleh, Deureuham (Koin emas dirham Samudera Pasai), dan lonceng Cakra Donya
2. Kerajaan Malaka
Kerajaan Malaka didirikan oleh Paramisora dari Blambangan, Jawa Timur. Kesultanan yang terletak di daratan Melayu ini berdiri pada tahun 1405 dan diketahui memiliki hubungan baik dengan China. Kerajaan Malaka memiliki kontribusi yang sangat berpengaruh dalam penyebaran Islam di wilayah Asia Tenggara. Kerajaan ini memiliki beberapa peninggalan yang tersohor hingga kini yaitu Masjid Agung Deli, Masjid Johor Bahru / Masjid Sultan Abu Bakar, dan Masjid Raya Baiturrahman Aceh
3. Kerajaan Aceh
Kerajaan ini berdiri pada abad awal ke-1 di daerah kekuasaan Pedir. Kerajaan ini sempat meraih masa kejayaannya saat diperintah oleh Sultan Iskandar Muda. Di masa itu, ia berhasil merebut wilayah Pahang yang dikenal akan kekayaan Timah.
Beliau juga menyerang Portugis guna memperluas pengaruh kesultanan Aceh. Peninggalan kerajaan ini diantaranyaa Masjid Baiturrahman, Uang Emas Kerajaan Aceh, Taman Sari Gunongan, Makam Iskandar Muda
4. Kerajaan Demak dan Pajang
Kerajaan Islam pertama di Jawa adalah Demak dan Pajang.Hadirnya kerajaan yang satu ini memberi efek penting dalam penyebaran Islam.Kerajaan ini merupakan awal mula adanya Walisongo, Walisongo dianggap sebagai penyebar agama Islam di Jawa. Salah satunya adakah Raden Patah, sang putra dari Raja Brawijaya dari Kerajaan Demak.. Kerajaan Demak berada di tepi pantai Utara pulau Jawa dan dipimpin oleh Raden Patah
Akibat terjadinya perang saudara, pusat kerajaan Demak berpindah ke Pajang atau dekat dengan Kartasura. Namun, adanya pemberontakan membuat kerajaan Pajang berpindah ke Mataram. Kerajaan Demak memiliki beberapa peninggalan yaitu Pawestren ,Masjid Agung Demak, Soko Tatal, Makam Sunan Kalijogo, dan Pintu Bledeg
5. Kerajaan Banten
Kerajaan Banten berdiri setelah kerajaan Demak pindah ke Pajang. Kerajaan ini dipimpin oleh Sultan Hasanudin dan berada dekat dengan Selat Sunda. Letak kerajaan ini dulunya dinilai sebagai lokasi yang amat strategis.
Namun kerajaan ini harus bubar karena pengganti raja kala itu masih berusia kanak-kanak. Terlebih lagi, di waktu yang sama Belanda mulai sampai di Pelabuhan Banten.
6. Kerajaan Cirebon
Kerajaan Cirebon didirikan oleh pangeran Walang sungsang yang merupakan putra Raja Siliwangi. Pada masa itu, penyebaran agama Islamnya dibantu oleh keponakan pangeran Walang sungsang. Kerajaan Cirebon dipimpin oleh Fatahillah. Hebatnya, selama pemerintahan Fatahillah perkembangan agama Islam sangat pesat hingga memiliki hubungan yang baik dengan kerajaan Mataram. Namun, kerajaan ini terpaksa dibagi dua, menjadi Kanoman dan Kacirebonan karena pengaruh VOC. Beberapa situs kerajaan Cirebon yang hingga kini dapat dikunjungi diantaranya Keraton Kanoman, Keraton Kasepuhan Cirebon,Keraton Kacirebonan, Masjid Sang Cipta Rasa, Makam Sunan Gunung Jati, dan Kereta Singa Barong Kasepuhan
7. Kerajaan Mataram
Kerajaan islam di Indonesia yang lain adalah Mataram. Kerajaan ini berada di Kota Gede, Yogyakarta. Pemerintahan kerajaan ini sangat menjalankan aturan Islam dengan sangat baik, misalnya dengan melakukan perhitungan tahun berdasarkan hijriyah. Kerajaan Mataram didirikan oleh Panembahan Senapati pada tahun 1586. Pada awalnya, kerajaan ini berada di wilayah teritorial Kerajaan Pajang, yang kemudian menundukkan dan menyatukan beberapa wilayah kerajaan sekitarnya.
Seiring berjalannya waktu, sebagai hasil dari perjanjian Giyanti, kerajaan Mataram pun terbagi menjadi dua kekuasaan, yaitu Nagari Kasunanan Surakarta dan Nagari Kasultanan Ngayogyakarta pada tahun 1755 yang menandai berakhirnya kerajaan Mataram.
8. Kerajaan Gowa Tallo
Kerajaan ini berada di Sulawesi Selatan. Perkembangan kerajaan ini sangat pesat karena letaknya yang strategis dengan jalur perdagangan dan persinggahan dari Ternate dan Tidore. Kerajaan Gowa ini berdiri karena ajaran agama Islam yang dibawa oleh seorang ulama bernama Dato Ri Bandang pada tahun 1605.
Didirikan oleh Karaeng Tunigallo dengan gelar Sultan Alauddin, kemudian dilanjutkan oleh Sultan Hasanuddin. Pemerintahan Sultan Hasanudin membawa kejayaan ke kerajaan Gowa tallo dari perdagangan rempah-rempah.
9. Kerajaan Ternate dan Tidore
Sultan Ternate pertama adalah Sultan Zaenal Abidin. Mereka memiliki hubungan yang baik dengan kerajaan Demak. Selain itu, ada juga kerajaan Tidore di Maluku dan kedua kerajaan ini diketahui memiliki hubungan yang baik hingga akhirnya Portugis datang. Beberapa peninggalan kerajaan Ternate diantaranya Masjid Jami Sultan Ternate, Istana Sultan Ternate, Benteng Tolukko, dan Makam Sultan Baabullah
10. Kerajaan Banjar
Kerajaan Banjar berdiri sekitar abad ke-16 di Kalimantan Selatan. Letak kerajaan ini berada di dekat sungai besar sehingga banyak dikunjungi oleh pedagang-pedagang dari berbagai daerah, salah satunya adalah ulama dari Demak sehingga menjadi kerajaan Islam.
11. Kerajaan Buton
Kerajaan Islam di Indonesia yang terakhir adalah Buton. Kerajaan ini terletak di pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Awal mula terjadi pada tahun 1412 Masehi, Sayid Jamaluddin al-Kubro diundang oleh Raja Mulae Sangia i-Gola untuk diajarkan ajaran Islam.
Selang seratus tahun, Syeikh Abdul Wahid bin Syarif Sulaiman al-Fathani berhasil meneruskan ajaran Islam kepada Raja Buton yang ke-6 pada tahun 1538.Semenjak Raja ke-6 memeluk agama Islam, kerajaan Buton pun berubah bentuk menjadi Kesultanan dan dikenal sebagai Kesultanan Buton.
Sekian rangkuman kami mengenai 11 kerajaan Islam yang pernah jaya di Indonesia dan membuat penyebaran agama Islam kian merata di Indonesia.