Berita Islam – Nabi Musa AS adalah salah satu nabi yang diberikan keistimewaan luar biasa oleh Allah SWT untuk memperlihatkan kebesaran dan kekuasaan-Nya kepada umat manusia. Mukjizat yang dimilikinya menjadi bukti nyata atas kenabiannya dan wujud pertolongan Allah dalam menghadapi kaumnya yang durhaka.
Salah satu mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Musa adalah kemampuan membelah laut dengan tongkatnya, yang menjadi jalan keselamatan bagi Bani Israel dari kejaran Fir’aun.
Selain itu, apa saja mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Musa? Dalam hal ini, Allah SWT menjelaskan mukjizat Nabi Musa dalam beberapa ayat Al-Qur’an.
Tongkat berubah menjadi ular
وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَا مُوسَىٰ أَقْبِلْ وَلَا تَخَفْ ۖ إِنَّكَ مِنَ الْآمِنِينَ “Dan lemparkanlah tongkatmu.” Maka ketika dia (Musa) melihatnya bergerak-gerak seakan-akan seekor ular yang (gesit), dia lari berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Allah berfirman), “Wahai Musa! Kemarilah dan jangan takut. Sesungguhnya engkau termasuk orang yang aman. (QS Al-Qasas: 31) Selain dalam ayat ini disebutkan juga dalam surat Thaha 17-21.
Tangan Nabi Musa Memancarkan Cahaya
Allah memperlihatkan kepada Nabi Musa keistimewaan yang dianugerahkan kepadanya. Nabi Musa diperintahkan oleh Allah SWT untuk memasukkan tangannya ke dalam kantong bajunya. Ketika tangannya dikeluarkan, tiba-tiba tampak cahaya putih terang memancar, bersinar seperti rembulan yang bercahaya.
Hal ini dikisahkan melalui Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 108,
وَّنَزَع يَدَهٗ فَاِذَا هِيَ بَيْضَاۤءُ لِلنّٰظِرِيْنَࣖ ١٠٨
Artinya: Dia menarik tangannya, tiba-tiba ia (tangan itu) menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihat(-nya).
Tongkatnya Membelah Laut Merah
Tongkat Nabi Musa, atas izin Allah, memiliki kekuatan untuk membelah lautan. Ketika lautan terbelah, jalan terbuka bagi Nabi Musa dan pengikutnya untuk melarikan diri dari kejaran Fir’aun dan pasukannya.
Setelah Nabi Musa dan kaumnya berhasil mencapai daratan di seberang, Fir’aun dan tentaranya masih berada di tengah lautan yang terbelah tersebut. Namun, tiba-tiba lautan kembali menyatu, menenggelamkan Fir’aun beserta seluruh pasukannya.
Mukjizat ini diceritakan dalam Al-Qur’an, Surah Asy-Syuara ayat 63-66.
- فَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْبَحْرَۗ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيْمِۚ ٦٣ Artinya: Lalu, Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut dengan tongkatmu itu.” Maka, terbelahlah (laut itu) dan setiap belahan seperti gunung yang sangat besar.
- وَاَزْلَفْنَا ثَمَّ الْاٰخَرِيْنَۚ ٦٤ Artinya: Di sanalah Kami dekatkan kelompok yang lain.
- وَاَنْجَيْنَا مُوْسٰى وَمَنْ مَّعَهٗٓ اَجْمَعِيْنَۚ ٦٥ Artinya: Kami selamatkan Musa dan semua orang yang bersamanya.
- ثُمَّ اَغْرَقْنَا الْاٰخَرِيْنَۗ ٦٦ Artinya: Kemudian, Kami tenggelamkan kelompok yang lain.
Membuat banjir Sungai Nil
Memerintahkan belalang memakan tanah, memerintahkan kutu dan katak, mengubah air di Mesir menjadi darah
Ibnu Abbas pernah mengatakan karena kesombongan Firaun, Nabi Musa meminta Allah untuk menghukumnya. Allah pun mengabulkan seketika Sungai Nil meluap dan membanjiri lahan pertanian.
Setelah itu kutu keluar dari biji-bijian sehingga tidak bisa digunakan untuk menanam. Tanah nya dimakan belalang sehingga tanah tidak subur, dan katak yang jumlahnya terhingga memakan makanan dan perkakas mereka.
Bahkan ketika seseorang membuka mulut untuk makan, katak itu jatuh ke mulut mereka. Tak hanya itu, mereka pun kekurangan air, karena air di Mesir seketika berubah menjadi merah seperti darah. Hal ini dijelaskan pada surat Al-A’raf ayat 133:
فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ
“Maka, Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak, dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.”
Doa Nabi Musa kepada Umat Firaun
Sejumlah mukjizat Nabi Musa ini disebutkan oleh Allah dalam Surah Al-A’raf ayat 133:
فَاَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوْفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ اٰيٰتٍ مُّفَصَّلٰتٍۗ فَاسْتَكْبَرُوْا وَكَانُوْا قَوْمًا مُّجْرِمِيْنَ ١٣٣
Artinya: Maka, Kami kirimkan kepada mereka (siksa berupa) banjir besar, belalang, kutu, katak, dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas dan terperinci. Akan tetapi, mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum pendurhaka. Banyaknya belalang yang menyerang tanaman Bani Israil menyebabkan mereka mengalami kekurangan pangan.
Selain itu, muncul pula kutu yang menggigit mereka, membuat mereka sulit tidur. Katak-katak memenuhi lumbung dan dapur mereka, sementara air minum mereka tercemar darah, sehingga mereka tidak memiliki air bersih untuk diminum atau digunakan.
Mengeluarkan air dari batu
kisah Nabi Musa AS adalah saat beliau memukulkan tongkatnya ke sebuah batu hingga akhirnya batu itu mengeluarkan 12 sumber (mata) air. Pancaran air itu dipergunakan untuk minum 12 suku Bani Israil, kaum Nabi Musa saat itu. Ini antara lain disebutkan dalam Al-Baqarah ayat 60:
وَإِذِ اسْتَسْقَىٰ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ ۖ فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ ۖ كُلُوا وَاشْرَبُوا مِنْ رِزْقِ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ
“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.” Selain ayat ini disebutkan pula dalam al-A’raf ayat 160.