Berita Islam – Sejak diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW, Islam terus mengalami perkembangan. Agama Islam turut mendorong timbulnya suatu kebudayaan. Kebudayaan yang ditimbulkan oleh perkembangan Islam ini dinamakan Peradaban Islam.
Periodisasi sejarah peradaban Islam dimulai sejak Nabi Muhammad berdakwah di Arab. Sejarah peradaban Islam dibagi menjadi tiga periode, dimulai dari periode klasik, kemudian periode pertengahan, dan periode modern. Ketiganya memiliki ciri khas serta karakteristik masing-masing.
Berikut sejarah peradaban Islam yang dirangkum dari berbagai sumber.
Periode Klasik
Periode klasik merujuk pada masa kemajuan dan kejayaan Islam yang dibagi ke dalam dua fase, yakni fase ekspansi, integrasi dan kemajuan (650–1000 M) dan fase disintegrasi (1000–1250 M).
Pada fase kemajuan, Islam mengalami internasionalisasi. Pada masa Bani Umayyah, Islam mulai masuk ke Eropa melalui Spanyol. Pengaruh Islam meluas dari Afrika Utara sampai ke Spanyol di belahan Barat, dan melalui Persia hingga ke India di belahan Timur. Daerah-daerah itu tunduk di bawah kekuasaan Islam.
Ilmu pengetahuan dan arsitektur berkembang di kota-kota Spanyol yang didiami oleh umat Islam seperti Cordoba dan Granada. Sistem penerangan jalan dan sistem saluran air sangat baik. Bangunan dengan arsitektur mengagumkan juga dibangun pada masa itu, seperti istana Az Zahra Cordoba dan istana Alhambra Granada.
Sejumlah ulama besar juga bermunculan di fase ini. Seperti Imam Malik, Imam Abu Anifah, Imam Syafi’i dan Imam Ibn Hambal dalam bidang Fiqh. Ada juga Imam al-Asya’ri, Imam al-Maturidi, Wasil ibn ‘Ata’, Abu Huzail, Al-Nazzam dan Al-Jubba’i dalam bidang Teologi. Zunnun al-Misri, Abu Yazid al-Bustami dan alHallaj dalam bidang Tasawuf. Al-Kindi, al-Farabi, Ibn Sina dan Ibn Miskawaih dalam bidang Falsafat. Lalu, ada Ibn Hayyam, al-Khawarizmi, al-Mas’udi dan al-Razi dalam bidang Ilmu Pengetahuan, dan lain-lain.
Ilmu pengetahuan dalam bidang agama dan non agama mengalami perkembangan pesat saat itu. Ini disebabkan karena peradaban Islam saat itu sangat menjunjung tinggi akses ilmu pengetahuan yang terbuka dari berbagai sumber. Mereka menghargai para ilmuwan lain meskipun berasal dari kelompok berbeda seperti Yahudi, Nasrani, Sabian, dan Zoroaster (Majusi). Mereka sama-sama berkontribusi mengembangkan ilmu untuk menjadikan dunia lebih baik.
Sayangnya, pada fase disintegrasi, keutuhan umat Islam dalam bidang politik mulai pecah. Baghdad dirampas dan dihancurkan oleh Hulagu Khan pada tahun 1258.
Selain itu, jika sebelumnya secara politik daerah-daerah Islam tunduk pada kekhalifahan pusat, kekhalifahan sebagai simbol keutuhan politik mulai runtuh dan digantikan pemerintahan otonom di berbagai kawasan.
Periode Pertengahan
Periode Pertengahan juga terbagi dalam dua fase, yaitu fase kemunduran (1250-1500 M) dan fase tiga kerajaan besar (1500-1700 M).
Pada fase kemunduran, peradaban Islam terpecah antara Islam bagian Arab, yang pusatnya di Mesir, dan Islam bagian Persia. Islam yang berpusat di Mesir meliputi Arab, Irak, Suriah, Palestina, Mesir dan Afrika Utara.
Sementara Islam di Persia terdiri dari Iran, sebagian negara di Semenanjung Balkan, Asia Kecil, dan Asia Tengah.
Fase tiga kerajaan besar ditandai dengan tingginya tekanan terhadap Kesultanan Utsmaniyah, Kesultanan Mughal, dan Kerajaan Syafawi.
Pada periode ini, tiga kerajaan Islam tersebut mengalami kehancuran di bidang militer dan politik karena konflik dengan bangsa Eropa dan orang-orang India.
Periode Modern
Periode modern berlangsung dari 1800 M sampai saat ini. Pada era modern perkembangan periode Islam, umat mencari tahu sebab jatuhnya Islam. Para pemuka Islam juga memikirkan cara meningkatkan mutu dan kekuatan umat muslim.
Periode Modern ditandai dengan kebangkitan awal Islam pada awal abad ke-19 hingga 1960-an, di mana muncul kesadaran pembaruan dalam Islam dari segi politik, militer, sosial, dan budaya.
Pada fase perkembangan peradaban Islam yang terakhir ini, situasi umat berbanding terbalik dari saat periode klasik. Semula, umat Islam jadi pusat peradaban, tetapi kini terpukau dengan kemajuan dan perkembangan budaya kelompok lain.