Berita Islam – Pada umumnya, istigfar adalah kalimat yang secara khusus ditujukan untuk meminta maaf atas kesalahan atau aturan yang dilanggar manusia kepada Allah SWT.
Dengan memohon ampun dan mengucapkan “astagfirullahaladzim” secara ikhlas dan penuh penghambaan, harapannya Allah akan mengampuni.
Selain itu, istigfar merupakan salah satu bacaan yang melekat dalam kehidupan umat Islam. Berdasarkan kamus Al-Munawwir, istigfar dimaknai dengan mengampuni, menutupi, memperbaiki, dan mendoakan.
Sementara menurut Imam Ar-Raghib Al-Asfahani, istigfar diartikan sebagai permintaan atau permohonan ampunan kepada Allah SWT yang diwujudkan dalam ucapan dan perbuatan.
Mengapa harus beristigfar?
Manusia diciptakan tidak sempurna, sehingga tidak luput dari kesalahan dan dosa. Sekalipun Rasulullah SAW manusia yang diciptakan sempurna, Ia mengamalkan istigfar tidak kurang dari 70 kali dalam sehari. Rasulullah pun gemar bertaubat kepada Allah.
Allah SWT pun berjanji bagi umatnya yang senantiasa beristigfar.
وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّيُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗ ۗوَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ
“Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat),” (QS Hud ayat 3)
7 Manfaat istigfar sebagai penyelesaian masalah dalam hidup
Pada dasarnya, istigfar tidak hanya bertujuan untuk memohon ampunan Allah SWT. Namun juga merupakan salah satu kebaikan yang mendatangkan imbalan. Al-Quran pun telah memuat banyak sekali catatan yang mengagungkan keutamaan bacaan ini.
1. Obat sedih dan melapangkan kesempitan
Saat merasa sedih yang mendalam lalu kita mengucapkan istigfar dengan penuh keikhlasan, secara tidak langsung kita telah merelakan hidup kita diatur oleh Allah SWT. Setelah mengucap istigfar dengan hati yang pasrah, percaya pada sang pencipta, maka tubuh akan lebih rileks.
Kemudian, Allah pun akan memberikan rezeki dari arah yang tak terduga ketika hamba-Nya percaya dan ikhlas terhadap apa pun yang menjadi ketetapan.
مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa yang senantiasa beristigfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah).
2. Obat dari segala penyakit
Selain mendapat pahala, memperbanyak istigfar bisa memberikan manfaat kesehatan, terlebih pada otak manusia. Imam Qatadah pun berkata:
“Al-Quran telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar,”
Artinya, dosa dan penyakit hati adalah sumber penyakit, sedangkan istigfar adalah obatnya. dr Aisyah Dahlan pun menjelaskan bahwa Istigfar memiliki banyak huruf jahr atau huruf yang saat kita melafazkannya, maka harus menahan napas bersamanya. Ini sama seperti kalimat tahlil atau Lailahaillah.
3. Membuat setan kecewa dan putus asa
Setan membenci manusia yang suka bertaubat kepada Allah. Sebab mereka menjadi sulit menemukan celah untuk menghasut dan menggoda manusia.
4. Selamat dari siksa kubur dan api neraka
Ketika istigfar menjadi kebiasaan hidup dan terucap dalam setiap helaan napas dengan penuh keikhlasan, maka Allah SWT pun akan menggugurkan dosa-dosanya.
5. Dicintai Allah
Allah menyukai hamba-Nya yang suka bertaubat. Sebab bertaubat itu artinya menyadari bahwa kita adalah manusia biasa yang tidak luput dari dosa.
Taubat selain memohon ampun kepada Allah juga upaya membentuk bonding dengan sang pencipta. Hal ini pun disimpulkan dalam surat Al Baqarah ayat 222.
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya, Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencinta orang-orang yang menyucikan diri,”
6. Menolak bala agar terhindar dari bencana dan azab
Selain melalui sedekah, seiring kita sering bertaubat, mengingat Allah, dan melafalkan istigfar dalam setiap helaan napas, Allah akan melindungi hamba-Nya dari segala bahaya.
Allah SWT pun berfirman dalam Al-quran Surat Al-Anfal.
ۚ وَ مَا کَانَ اللّٰہُ مُعَذِّبَهمۡ وَهمۡ یَسۡتَغۡفِرُوۡنَ
“Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun,” (Al Anfal:33)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Majmu’ Al Fatawa berkata:
فَأَخْبَرَ سُبْحَانَهُ أَنَّهُ لَا يُعـَذِّبُ مُسْتَغـْفِرًا؛ لِأَنَّ الِاسْتِغـْفَارَ يَمْحـُو الـذَّنْبَ الَّـذِي هـُوَ سَبَبُ الْـعَذَابِ، فَيَنْدَفِـعُ الْـعَذَابُ
“Allah SWT mengabarkan, bahwa Dia tidak akan mengazab orang yang beristigfar (memohon ampun dari dosa). Karena istigfar itu akan menghapus dosa yang dosa itu sendiri merupakan penyebab datangnya azab, sehingga azab itu pun sirna dengan cepat.”
7. Mengikuti sunah Rasulullah SAW
Ketika mengikuti sunah Rasulullah SAW, kita akan memperoleh rahmat dari Allah SWT. Sebab orang-orang yang mencontoh Rasulullah SAW adalah orang-orang yang berbuat baik, sehingga tidak hanya mencintai Allah SWT, namun juga kekasih-Nya.
“Barang siapa memperbanyak istigfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka,” (H.R Ahmad dari Ibnu Abas dan sanadnya dinilai sahih oleh Al-Hakim serta Ahmad Syakir).