Warga Muslim Di India Murka, Pemerintah India Akhirnya Buka Suara

Berita Islam – Pemerintah India akhirnya mulai bersuara dan berusaha menenangkan amarah dari dalam dan luar negeri setelah salah satu pejabat dari Partai Bharatiya Janata (BJP) membuat pernyataan kontroversial dan menjelek-jelekkan Nabi Muhammad dan Al-Quran.

Dalam sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri India, komentar ofensif dari salah satu pejabat dari Partai Bharatiya Janata (BJP) tidak mencerminkan pandangan pemerintah terhadap Islam.

“Tindakan keras telah diambil terhadap orang-orang ini oleh badan-badan terkait… Sangat disesalkan bahwa Sekretariat OKI sekali lagi memilih untuk membuat komentar yang memotivasi, menyesatkan, dan nakal,” ucap Juru Bicara Pemerintah India Arindam Bagchi, dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (7/6/2022).

Akibat cuitan ofensif tersebut, beberapa masyarakat India yang beragama Muslim khususnya di kawasan Utara India melakukan protes. Otoritas India sendiri sudah menangkap 38 orang karena kerusuhan akibat protes terhadap pernyataan anti-Muslim di kota Mumbai. Selain itu, terdapat penangkapan di kota Kanpur yang dilakukan pemerintah India untuk memadamkan ketegangan dan kemarahan dari kalangan umat Muslim di India dan di luar negeri.

Selain harus menghadapi kecaman di dalam negeri, beberapa pejabat tinggi India juga harus berhadapan secara diplomatik dengan negara-negara mayoritas Muslim seperti Qatar, Arab Saudi, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), Afghanistan, Pakistan, dan Iran. Beberapa negara tersebut menuntut adanya permintaan maaf dari pemerintah India karena dianggap sudah mengizinkan adanya ujaran kebencian yang menghina agama Islam. Menurut Kementerian Luar Negeri India sendiri beberapa diplomat mereka yang ditempatkan di negara-negara wilayah Teluk juga dipanggil dan mendapatkan protes dari pejabat di negara-negara tersebut.

“Penghinaan ini datang dalam konteks meningkatnya intensitas kebencian dan penghinaan terhadap Islam di India dan pelecehan sistematis terhadap Muslim,” ujar Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (7/6/2022).

Menurut OKI, keputusan terbaru India dalam melarang penggunaan hijab di lembaga pendidikan India merupakan perbuatan penghancuran properti Muslim, dan dianggap sebagai bias dari Pemerintah India. Salah satu angkatan bersenjata dari negara tetangga India, yakni Pakistan, juga menyebutkan bahwa mereka mengutuk keras pernyataan hujatan yang dilontarkan oleh para pejabat India tentang Islam.

“Tindakan keterlaluan itu sangat menyakitkan dan jelas menunjukkan tingkat kebencian yang ekstrem terhadap Muslim dan agama lain di India,” ucap Angkatan Senjata Pakistan.

Author: pangeranbertopeng