Berita Islam – Seorang pria yang dipercayai oleh Presiden Tunisia Kais Saied menulis draft terbaru mengenai konstitusi di Tunisia. Salah satu rencana dari konstitusi yang terbaru adalah akan membuat model konstitusi tanpa adanya referensi apapun dari Islam. Hal tersebut sendiri diketahui untuk memerangi partai-partai Islam di Tunisia.
Sebelumnya, dalam artikel pertama dari konstitusi adalah mengatakan Tunisia adalah negara yang bebas, merdeka dan berdaulat, Islam adalah agamanya dan bahasa Arab adalah bahasanya. Namun di rancangan konstitusi yang sedang dibuat, artikel pertama akan dihapuskan dalam konstitusi Tunisia.
Menurut ahli hukum yang ditunjuk untuk membuat komite rancangan konstitusi baru, Sadeq Belaid, mengatakan bahwa sekitar 80 persen masyarakat Tunisia menentang adanya ekstrimisme dan penggunaan agama dalam politik Tunisia. Hal tersebut yang kemudian menjadi alasan penghapusan pasal 1 dalam draft konstitusi yang terbaru.
“Itulah yang ingin kami lakukan, cukup dengan menghapus Pasal 1 dalam susunan yang sekarang,” ucap Belaid dalam sebuah wawancara, dikutip dari Republika.com, Kamis (9/6/2022).

Dikutip dari The New Arab, Kamis (9/6/2022), draft konstitusi terbaru untuk Tunisia akan dipresentasikan kepada Presiden Tunisia menjelang referendum di tanggal 25 Juli. Draft konstitusi terbaru itu sendiri dikatakan tidak memiliki referensi tentang Islam.
Upaya perubahan konstitusi ini menjadi salah satu rencana inti dari Presiden Tunisia Kais Saied untuk memulihkan sistem politik Tunisia. Hal ini disebabkan karena beberapa partai politik di Tunisia menggunakan Islam dalam menyebarkan ektremisme politik. Belaid sendiri mengatakan bahwa ia ingin menangani partai-partai ekstremisme di Tunisia.
“Jika Anda menggunakan agama untuk terlibat dalam ekstremisme politik, kami tidak akan mengizinkannya. Kami memiliki partai politik dengan tangan kotor. Suka atau tidak suka, demokrat Prancis atau Eropa, kami tidak akan menerima orang-orang kotor ini dalam demokrasi kami,” ucap Belaid.
Tindakan upaya yang dilakukan Presiden Saied ini sendiri dipuji oleh banyak masyarakat Tunisia, karena ia dianggap tegas dalam menghadapi partai-partai politik yang korup dan tidak kompeten. Namun, beberapa masyarakat juga ada yang berpendapat bahwa tindakan Presiden Saied dapat memusnahkan kemajuan demokrasi di Tunisia.