Berita Islam – Aliran Islam radikal sampai saat ini masih menyebar di Indonesia. Bahkan beberapa diantaranya melakukan cara-cara yang sangat nyentrik dalam menarik pengikut.
Akhir-akhir ini ditemukan aliran Islam radikal di kawasan wisata wilayah Garut Selatan. Aliran Islam radikal di Garut Selatan sendiri diketahui telah mendoktrin pengikutnya bisa masuk surga asalkan membayar infak Rp 25 ribu.
Dilansir dari Travel.Detik.com, penyuluh agama di KUA Kecamatan Cibalong, Garut, mengatakan bahwa aliran ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Namun untuk lebih tepatnya. aliran radikal ini mulai berkembang karena adanya pemberontakan DI/TII yang diketuai oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo pada masa awal kemerdekaan Indonesia.
“Itu sudah lama. Waktu saya SD tahun 1995 sudah ada. Tapi alhamdulillah di pemerintahan Pak Jokowi mengantisipasi aliran radikalisme ini lebih digalakkan lagi,” ujar Nurul, dikutip dari travel.detik,com, Selasa (9/8/2022).
“Alhamdulillah terbongkar terus aliran itu. Penanganannya luar biasa, menurunkan Densus 88 ke lapangan, lalu menekankan ke semua instansi paling utama di Kementerian Agama yang di dalamnya ada penyuluh,” ucap Nurul menambahkan.
Dalam merangkul pengikut-pengikut kelompok Islam Radikal tersebut, penyuluh-penyuluh menggunakan pendekatan secara persuasif seperti diberi tahu secara baik-baik, sehingga para warga yang terpapar Islam radikal bisa sadar.

“Pendekatannya dengan halus dan lembut alhamdulillah berhasil. Pembinaan di masjid, pengajian, sampai rumah, mereka menyambut luar biasa karena mereka tidak tahu,” kata Nurul.
Aliran Islam radikal yang menyebar di wilayah Garut ini sangat melenceng dari ajaran-ajaran Islam, karena salah satu kewajiban yang harus dilakukan pengikutnya adalah berinfak kepada pemimpin aliran tersebut. Selain itu, aliran ini juga diketahui menanggap Thagut ke Pancasila dan pemerintahan.
“Pertama harus berikrar kembali atau mengucap syahadat lagi. Kalau tidak kita akan dianggap bukan Islam. Kedua ada infak dan infaknya harus ke mereka, ke pimpinan. Dan yang paling parah menganggap Thogut ke Pancasila dan pemerintahan yang sah,” ucap Nurul.
“Kalau dilihat dari pengamatan, hasil dengaran masyarakat lebih cenderung ke makar dan menegakkan hukum Islam di Indonesia,” ujarnya.
Lalu apa sebenarnya penyebab utama aliran ini memiliki banyak pengikut? Menurut Nurul, beberapa pengikut bisa terpapar aliran radikalisme ini karena beberapa diantara mereka mendapatkan pertolongan dari segi finansial.
“Banyak faktor yang menyebabkan ustaz masuk ke radikalisme, pertama ketidaktahuan bahwa ini adalah aliran yang dilarang pemerintah. Kedua diiming-imingi keuntungan dari segi finansial ke ustaz itu,” ujar Nurul.
“Itu sudah seperti MLM (multi level marketing) semakin banyak yang direkrut maka semakin banyak keuntungan yang mereka dapat,” kata Nurul.
Sumber : https://travel.detik.com/travel-news/d-6224093/islam-radikal-surga-rp-25-ribu-di-garut-menjamur-di-tempat-wisata-bak-mlm