Peranan Agama Islam Terhadap Ilmu Astronomi, Serta Ritual Keagamaan

Berita Islam – Dunia Astronomi atau Ilmu Falak harus berterima kasih kepada dunia Islam. Peletak dasar-dasar astronomi modern yang kemudian berkembang pesat sesudahnya hingga saat ini berkat kegigihan ilmuan Islam, khususnya di dalam zaman pemerintahan Kerajaan Umaiyah dan Abbasiah.

Nama-nama astronom terbesar di zaman Umaiyah antara lain Khalid bin Yazid Al-Amawi, yang juga dikenal dengan nama Hakim Ali Marwan (w.85H). Ia dianggap orang pertama yang menerjemahkan buku-buku termasuk buku-buku ilmu perbintangan pada pertengahan kurun ke-4 Hijrah.

Di zaman pemerintahan kerajaan Abbasiah, dikenal juga nama yang amat popular dalam bidang astronomi, yaitu Khalifah Abu Jaffar al-Mansur, khalifah pertama yang memberi perhatian kepada kajian astronomi. Ia menganggarkan biaya penelitian dalam bidang astronomi sangat besar. Ia menggunakan bagian dari istana sebagai laboratorium dan dikumpulkan para ilmuan astronomi untuk bekerja di dalamnya dengan upah yang besar.

Kemudian, Ia mengangkat Naubakh sebagai pimpinan proyek ini. Mereka semua melakukan penelitian mendalam, termasuk mempelajari warisan ilmiah bidang yang sama yang pernah dikembangkan di Yunani, Parsi, dan India.

“ Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika menghadapi hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah._ (HR. Bukhari No. 1044).

Hadits tersebut membuktikan bahwa Islam merupakan agama yang paling memperhatikan astronomi termasuk fenomena semesta yang disebut sebagai gerhana.

Pada tanggal 20 April 2023 kalender Masehi, sebagian masyarakat Indonesia telah berkesempatan untuk menyaksikan gerhana matahari total. Sementara sebagian lainnya dapat menyaksikan gerhana matahari cincin.

Ritual keagamaan saat gerhana matahari

Kesempatan tersebut secara geografis terkait pada di mana lokasi masyarakat berada . Gerhana matahari pada tahun 2023 kalender Masehi memiliki makna istimewa sebab kebetulan terjadi pada bulan suci Ramadan.

Berdasar kearifan ilmiah kesehatan, masyarakat Islam sepenuhnya menyadari dampak buruk memandang gerhana matahari dengan mata telanjang karena paparan sinar matahari dapat membakar retina mata sehingga menyebabkan kebutaan. Oleh karena itu, demi menghindari dampak buruk memandang gerhana matahari dengan mata telanjang, umat Islam secara ritual keagamaan disarankan melakukan.

  • Mengumandangkan Gema Takbir dengan memperbanyak Takbir, mengagungkan Asma Allah, lafadz dan lantunkan sebagaimana Takbir pada 2 Hari Raya dari Awal Gerhana hingga Gerhana Matahari Berakhir.
  • Mengumandangkan Gema Istighfar,  karena merasa takut dan khawatir akan terjadi sesuatu, dengan memohon ampunan kepada Allah dan maaf kepada semua makhluk.
  • Mengucapkan “holaatu Jaami’ah”_
  • Menunaikan Shalat Gerhana Matahari.
  • Mendengarkan Khutbah Gerhana Matahari.
  • Bersodaqoh Gerhana Matahari.
  • Melanjutkan Gema Takbir hingga akhir Gerhana Matahari, di mana Matahari terbuka kembali demi bersinar utuh.

Author: pangeranbertopeng