Temukan Cara Mengatasi Patah Hati Sesuai Ajaran Islam

Berita Islam –  Dalam Islam, patah hati pada dasarnya dianggap sebagai kesalahan manusia yang tidak tepat dalam menyikapi perasaan. Bukankah Allah Subhanahu wa ta’ala telah memperingatkan berulang kali agar kita tidak berharap kepada manusia? Imam Syafi’i mengatakan bahwa

” Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya.”

Cara Mengatasi Patah Hati Sesuai Ajaran Islam

Apabila perasaan sakit hati ini dibiarkan berlarut-larut, maka akan menimbulkan efek yang tidak baik untuk diri sendiri dan orang lain. Perasaan ini bisa membuat hubungan retak, perkelahian, bahkan bisa berakhir dengan pembunuhan. Banyak kasus kejahatan di lingkungan sekitar yang disebabkan karena sakit hati.

Namun membuang perasaan ini bukanlah perkara yang mudah. Untuk itu, Rasulullah SAW memberikan solusi untuk mengatasi hal tersebut. Dirangkum dari berbagai sumber, ada beberapa cara untuk mengatasi patah hati ini, sebagai berikut:

1. Meningkatkan intensitas membaca Al-Qur’an

Al-Qur’an bisa menjadi obat bagi orang-orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit. Dengan memperbanyak membaca firman Allah SWT hati pasti menjadi lebih damai dan tenang.

Di samping itu, usahakan juga untuk membaca Al-Qur’an terjemahan. Sebab dengan memahami makna-makna ayat Al-Qur’an kita pun bisa semakin meningkatkan iman.

2. Berwudu dan salat

Ketika hati sedih, amarah memuncak, pikiran kalut dan tidak tenang maka segeralah mengambil wudhu dan jalankan salat. Kedua aktivitasi ini (wudhu dan solat) bisa menjauhkanmu dari bisikan-bisikan syetan sekaligus meredahkan emosi.

3. Memperbanyak berzikir

Berzikir dapat menenangkan dan mententramkan hati. Dengan memperbanyak berdzikir, segala masalah dan kegundahan hati akan hilang perlahan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. Ar-Ra’du: 28).

4. Menjauhkan Diri dari Sifat Iri Hati Dan Dengki

Perasaan iri hati dan dengki merupakan jalan bagi pintu masuk setan menggerogoti hati manusia. Memiliki keinginan yang berada di atas kemampuan terkadang membuat orang tersebut dapat mengalami sakit hati. Itulah sebabnya apabila imannya itu hanya alakadarnya maka orang tersebut justru akan melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan yang diinginkan.

Pada akhirnya perasaan sakit hati akan timbul akibat dari iri hati dan dengki ini. Sifat tersebut berasal dari kecintaannya terhadap hal-hal yang bersifat material, kehormatan serta pujian. Manusia jarang sekali bersyukur atas apa yang dimilikinya, oleh sebab itu mereka selalu berangan-angan untuk memiliki apa yang dipunyai oleh orang lain. Hal ini membuat hati orang tersebut menjadi tidak tenang.

Untuk menghapus perasaan cinta berlebihan akan dunia yang dapat menimbulkan sakit hati tersebut, Rasulullah menganjurkan untuk menghilangkan sifat iri serta dengki. Rasulullah Bersabda:

“Tidak boleh dengki kecuali kepada dua orang. Iaitu orang yang diberi harta oleh Allah, kemudian membelanjakannya di jalan yang benar. Dan orang yang diberi hikmah oleh Allah, kemudian memutuskan persoalan dengannya dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

5. Husnuzon (Berprasangka Baik)

Allah berfirman: “Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kalian mengejek sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (QS. Al-Hujurat : 12).

Perasaan sakit hati terkadang membuat kita selalu berfikir buruk terhadap orang yang menyebabkannya. Ada kalanya seorang muslim berburuk sangka terhadap muslim lainnya sehingga menjauhkan mereka dari persaudaraan. Itulah yang menyebabkan Rasulullah menganjurkan untuk berprasangka baik terhadap orang lain agar menjauhkan diri dari sifat iri hati.

6. Ikhlaskan Diri

Sifat ikhlas adalah salah satu sifat terpuji yang disenangi oleh Allah SWT. Orang yang ikhlas dapat meniatkan segala tindakannya kepada Allah. Selain itu ia juga bukan merupakan orang yang cinta terlalu berlebihan kepada duniawi. Ketika Allah mengujinya dengan kenikmatan, maka dia akan bersyukur.

Orang yang ikhlas diri ini akan mudah untuk menangani hatinya agar selalu berserah hanya kepada Allah SWT. Ia tidak pernah menggantungkan apapun kepada selain Allah, oleh sebab itu biasanya orang yang memiliki sifat ini tidak akan mudah sakit hati karena rasa berserah diri tersebut.

Author: pangeranbertopeng