Berita Islam – Bulan Muharram merupakan waktu yang tepat bagi umat muslim untuk meminta pengampunan kepada Allah SWT. Pada bulan ini, umat muslim juga dianjurkan untuk melakukan berbagai ibadah agar bisa lebih dekat dengan yang menciptakan hidup. Salah satunya dengan menjalani puasa Tasua dan Asyura di bulan Muharram.
Puasa Tasua dan Asyura adalah dua ibadah puasa sunnah yang dilakukan pada bulan Muharram. Meskipun sunnah, mengerjakan dua puasa sunnah ini akan memperoleh banyak keutamaan.
Berikut jadwal puasa sunnah Muharram 1446 H yang sudah disesuaikan dari kalender hijriyah terbitan Kemenag RI.
- Puasa Tasua: 15 Juli 2024 (9 Muharram)
- Puasa Asyura: 16 Juli 2024 (10 Muharram)
- Puasa 11 Muharram: 17 Juli 2024 (11 Muharram)
- Puasa Ayyamul Bidh: 19 – 21 Juli 2024 (13 – 15 Muharram)
Dalil Puasa Tasua dan Asyura
Dalam buku Panduan Lengkap Puasa Wajib dan Sunnah oleh Muhammad Ghazali, dijelaskan ada beberapa hadits yang mensyariatkan puasa Tasua dan Asyura pada 9 dan 10 Muharram. Berikut dalilnya,
أفضل الصيام بعد رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الحَرَمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاةِ بَعْدَ الفريضة صلاة الليل
Artinya: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah, Muharram. Sedangkan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR Muslim)
Adapun dalil-dalil lainnya sebagai berikut:
-
Dalil 1
“Wahai Rasulullah, hari ini (10 Muharram) adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani.’ Maka beliau bersabda, ‘Apabila tiba tahun depan, insyaallah (jika Allah menghendaki), kita akan berpuasa juga pada hari kesembilan.’ Ibnu Abbas mengatakan, ‘Belum sampai tahun depan, Nabi SAW sudah meninggal dunia’.” (HR Muslim no. 1134)
-
Dalil 2
“Selisihilah orang-orang Yahudi, puasalah pada hari kesembilan dan kesepuluh Muharam.” (Riwayat ini terdapat dalam kitab Zaadul Ma’ad karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyah. Statusnya sahih, tetapi diriwayatkan secara mauquf).
-
Dalil 3
Diriwayatkan dari Abu Qatadah Al-Anshary, Rasulullah SAW bersabda,
“Puasa Arafah menghapus dosa dua tahun yang lalu dan yang akan datang, sementara puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim no. 1162)
Dari dalil-dalil hadits puasa sunnah di atas diketahui sunnah melakukan puasa Tasua dan Asyura yakni pada hari kesembilan dan kesepuluh bulan Muharram. Hal ini dilakukan sebagai pembeda dengan puasa orang Yahudi.
Niat puasa Tasua dan Asyura
Adapun niat puasa Tasua dan Asyura yang bisa umat Islam baca adalah sebagai berikut:
- Niat puasa tasua
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’I sunnatit Tasû’â lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Tasu’a esok hari karena Allah SWT.”
- Niat puasa asyura
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’I sunnatil âsyûrâ lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”