Pandangan Islam Tentang Mati Suri

Berita Islam – Mati suri adalah suatu fenomena di mana seseorang hidup kembali setelah dinyatakan meninggal dunia dalam rentang waktu tertentu. Kondisi tersebut kerap dimaknai bahwa arwah yang terlepas masih memiliki kontrol di badannya.

Benarkah mati suri itu ada? Namun, dalam dunia medis, mati suri dikenal dengan lazarus syndrome. Mengutip Halodoc.com, seseorang yang mengalami peristiwa ini tidak benar-benar meninggal, hanya saja ada respons yang tertunda setelah prosedur cardiopulmonary resuscitation (CPR).

Bagaimana dalam pandangan Islam?

Kisah Mati Suri dalam Islam

Bahkan, kekuasaan Allah SWT untuk menghidupkan kembali hamba yang telah meninggal ini juga dikisahkan dalam Al-Qur’an yang tertuang dalam Surat Al-Baqarah ayat 259.

“Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya.

Dia berkata, “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?” Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya, “Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?” Ia menjawab, “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.”

Allah berfirman, “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.”

Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata, “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,” bunyi arti dalam surat tersebut.

Dengan adanya cerita tersebut, mati suri dalam Islam memang diakui. Namun, yang perlu diketahui, sebenarnya Islam tidak melihat kematian sebagai benar-benar mati. Namun hakikatnya hanya melakukan perpindahan alam kehidupan. Hal ini menjadikan Allah sangat mudah dalam mengambil rohnya dan mengembalikannya.

Sama seperti ketika sedang tidur, roh manusia berada dalam genggaman Allah. Ketika manusia bangun maka roh itu dikembalikan. Jadi, mati suri merupakan sesuatu hal yang sangat rasional terjadikan berdasarkan pandangan Islam dalam melihat kematian.

Ayat Al-Quran tentang Mati Suri

Allah membahas tentang fenomena mati suri dalam ayat Alquran, tepatnya dalam Surat Az-Zumar ayat 42 yang artinya:

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.”

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah SWT memegang kendali atas kematian seluruh hamba-Nya. Allah SWT memegang jiwa orang yang sedang tertidur, namun belum dilepaskan hingga waktunya tiba.

Allah SWT juga memegang jiwa orang yang telah ditetapkan kematiannya. Kesimpulannya, Allah SWT memiliki kekuasaan mutlak di atas kehidupan seluruh makhluk-Nya.

Jadi, sudah selayaknya umat Muslim selalu berdoa dan beribadah kepada Allah. Harapannya, semua doa dan amalan yang dikerjakan dapat menjadi bekal saat nanti ajal menjemput.

Di sisi lain, dalam hadits Qudsi dijelaskan bhawa kematian adalah pintu penghubung antara dunia dan akhirat. Jiwa yang dinyatakan mati akan melewati pintu tersebut, sedangkan jiwa yang hidup atau tertidur masih melekat dalam tubuh.

“Dalam Alquran dijelaskan, mati suri berarti salah satu ujung tali roh terlepas, tapi dia masih hidup karena ujung lainnya masih terikat. Itu yang membuat dia bisa kembali hidup, mirip dengan orang tidur.”

Author: pangeranbertopeng