Kisah dan Perajalan Dakwah Nabi Isa AS

Berita Islam – Nabi Isa Alaihissalam adalah salah satu nabi dan rasul Allah yang diutus kepada Bani Israil di Palestina. Ia dihormati sebagai salah satu dari rasul-rasul Allah dan termasuk nabi yang bergelar Ulul Azmi. Nabi Isa memiliki mukjizat-mukjizat yang luar biasa, seperti kelahirannya yang ajaib tanpa ayah, kemampuannya menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang buta, dan berbicara sejak bayi.

Peristiwa kelahiran Nabi Isa adalah kisah Nabi Isa singkat yang juga disebutkan dalam Firman Allah SWT di Alquran Surat Ali Imran ayat 33, dan Surat Maryam ayat 16 sampai 40. Selain itu, ada salah satu hadits Rasulullah SAW yang juga menceritakan soal kelahiran Nabi Isa.

Kelahiran Nabi Isa AS

Nabi Isa lahir di Betllehem, Palestina. Daerah tersebut terletak di antara dua dataran dengan ketinggian 750 meter di atas permukaan laut. Jaraknya kurang lebih 10 kilometer arah selatan dari Masjid al Aqsa di Yerusalem.

Dilansir dari buku Kelahiran Nabi Isa a.s, Mohd. Zaid Sani, 2003, Nabi Isa lahir dari rahim seorang perempuan suci bernama Maryam binti Imran. Suatu hari, Maryam yang tengah menyendiri di sebuah tempat didatangi oleh Malaikat Jibril yang menyamar menjadi seorang pria. Maryam kaget karena didatangi oleh seorang pria. Dia pun memanjatkan doa yang kemudian diabadikan dalam Al Quran surat Maryam ayat 18 yang artinya, “Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa”.

Malaikat Jibril pun berusaha menenangkan Maryam yang terlihat amat ketakutan,

“Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci,” kata Malaikat Jibril.

Maryam semakin kaget saat mendengar ucapan Malaikat Jibril. Dia tidak bersuami, tak pernah bersentuhan dengan laki-laki dan ia juga bukan seorang pezina, bagaimana mungkin dia bisa memiliki seorang anak. Tapi Malaikat Jibril meyakinkan bahwa bagi Allah SWT hal itu bukan masalah.

Tak lama kemudian, Maryam pun hamil. Perempuan suci yang dijamin masuk surga itu pergi mengasingkan diri hingga tiba di Bettlehem. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Maryam berhenti di sebuah dataran tinggi dan bersandar di bawah pohon kurma. Di tempat inilah konon Nabi Isa dilahirkan.

Nabi Isa Membela Ibunya

Setelah melahirkan Nabi Isa, Maryam kembali menemui kaumnya. Maryam mendapat banyak pertanyaan mengenai ayah dari anak yang dilahirkannya. “Wahai Maryam, sesungguhnya engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar. Wahai saudara perempuan Harun, ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina,” kata salah seorang dari mereka.

Saat itulah muncul keajaiban pada Nabi Isa yang saat itu masih bayi dan dalam ayunan sang ibu diberi keajaiban Allah SWT untuk bisa berbicara. Nabi Isa kecil menjawab, membela sang Ibu dari keraguan kaumnya, “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi. Dan Dia (Allah) menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) sholat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.”

Keajaiban Nabi Isa ini disebutkan dalam Al-Quran Surat Maryam ayat 30 dan 31.

Perjalanan Dakwah Nabi Isa dan Tentangan dari Bani Israil

Nabi Isa diangkat sebagai nabi dan rasul Allah SWT pada usia 30 tahun. Tugas utamanya adalah untuk berdakwah kepada Bani Israil yang tinggal di Palestina. Selain itu, ia juga diberi tugas untuk membenarkan kitab Taurat yang telah diturunkan kepada Nabi Musa sebelumnya. Selain mengoreksi penyelewengan yang telah terjadi dalam ajaran Taurat, Nabi Isa juga membawa kitab baru yang disebut Injil. Injil berisi petunjuk, cahaya, dan hukum-hukum bagi orang-orang yang bertakwa.

Nabi Isa mengajak Bani Israil untuk menyembah Allah SWT semata dan meninggalkan penyembahan terhadap berhala, dosa, serta kesesatan. Ia menyerukan kepatuhan kepada Allah dan mengkritik tindakan para ahli Taurat dan pemimpin agama Bani Israil yang telah merubah dan menyelewengkan ajaran Taurat sesuai dengan kepentingan pribadi mereka.

Nabi Isa tidak berdakwah sendirian. Ia memiliki 12 sahabat setia yang disebut Hawariyyun (para pembantu). Para sahabat ini adalah orang-orang yang percaya kepada risalah Nabi Isa dan dengan tulus membantunya dalam menyebarkan agama Allah.

Meskipun Nabi Isa membawa ajaran yang benar dan mukjizat yang menakjubkan, tidak semua Bani Israil mau menerima dakwahnya. Sebagian besar dari mereka menolak dan bahkan memusuhi Nabi Isa. Mereka mencoba untuk membunuhnya karena merasa iri dan benci terhadap mukjizat-mukjizat yang dia tunjukkan. Mereka juga mempertanyakan kelahirannya yang ajaib tanpa ayah, dan sebagian dari mereka menganggapnya sebagai anak haram atau bahkan sebagai anak Tuhan, suatu pemahaman yang bertentangan dengan ajaran tauhid.

Perjalanan dakwah Nabi Isa AS adalah contoh yang menggambarkan tantangan dan perjuangan seorang nabi dalam menyampaikan ajaran tauhid dan kebenaran kepada masyarakat yang kadangkala keras kepala dan terbelenggu oleh kesesatan. Meskipun menghadapi berbagai rintangan dan bahaya, Nabi Isa tetap setia pada tugasnya sebagai nabi dan rasul Allah SWT.

Author: pangeranbertopeng