Berita Islam – Terdapat sejumlah masjid yang berusia ratusan tahun di Pulau Jawa. Salah satunya yang memiliki masjid dengan usia cukup tua adalah di Jawa Tengah.
Masjid-masjid tertua di Pulau Jawa itu merupakan bukti penyebaran agama Islam di Nusantara. Selain tempat ibadah, dulunya masjid juga berfungsi sebagai pusat penyebaran agama Islam. Ada banyak jejak sejarah Islam dalam masjid tertua di Jawa Tengah yang menarik untuk ditelusuri.
Sebagai informasi, masjid tertua tersebut masih digunakan untuk tempat ibadah sampai saat ini.
Masjid tertua di Pulau Jawa
Berikut sejumlah masjid tertua di Pulau Jawa yang telah dirangkum dari beberapa sumber :
Masjid Saka Tunggal, Banyumas
Tak hanya di Pulau Jawa, Masjid Saka Tunggal merupakan masjid tertua di Indonesia. Mengutip laman Dunia Masjid Jakarta Islamic Centre, masjid ini didirikan pada 1288, sehingga usianya mencapai 735 tahun.
Masjid Saka Tunggal memiliki nama asli yakni Masjid Baitussalam. Nama Saka Tunggal lantaran masjid ini hanya memiliki satu tiang penyangga atau saka tunggal.
Bagian bawah saka itu dilindungi dengan kaca guna melindungi prasasti yang berisikan informasi tahun pendirian masjid. Masjid yang berdiri sebelum era Wali Songo ini berada di Desa Cikakak, Wangon, Banyumas, Jawa Tengah.
Masjid Mantingan Jepara
Berikutnya ada Masjid Mantingan merupakan masjid tertua setelah masjid agung Demak, yang dibangun pada tahun 1481 Saka atau tahun 1559 Masehi oleh Ratu Kalinyamat dari Kesultanan Demak. Tahun pembangunan masjid tersebut diketahui berdasarkan petunjuk dari candra sengkala yang terukir pada mihrab Masjid Mantingan berbunyi “Rupo Brahmana Wanasari”. Masjid Mantingan berada di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.
Masjid ini mungkin menjadi satu-satunya masjid dengan arsitektur unik karena memiliki relief. Di Masjid Mantingan Jepara terdapat 114 relief yang menempel di dindingnya. Sebab gaya arsitek bangunan masjid merupakan akulturasi dari budaya Hindu dan China. Dalam perkembangannya telah beberapa kali mengalami pemugaran dan saat ini sudah masuk dalam kategori bangunan cagar budaya.
Masjid Agung Demak, Demak
Masjid Agung Demak tidak hanya menjadi masjid tertua di Jawa Tengah, tapi juga disebut sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia yang terletak di Kota Demak, Jawa Tengah. Dibangun oleh Raden Patah dengan dibantu Wali Songo sekitar abad ke-15 Masehi.
Masjid ini sangat populer dan selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat karena memiliki nilai jejak sejarah penyebaran Islam di Indonesia di mana dulunya menjadi tempat berkumpulnya Wali Songo.
Serta memiliki gaya arsitektur yang tradisional khas Indonesia dan atap masjidnya berbentuk limas yang bersusun tiga dan memiliki makna gambaran akidah Islam yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Masjid ini juga memiliki empat tiang utama yang disebut Saka Tatal/Saka Guru yang dibuat langsung oleh Wali Songo.
Adapun masing-masing tiangnya dibangun oleh Sunan Bonang di sebelah barat laut, Sunan Gunung Jati di sebelah barat daya, Sunan Ampel sebelah tenggara, dan Sunan Kalijaga sebelah Timur Laut.
Masjid Merah Panjunan, Cirebon
Masjid ini dibangun pada 1480, sehingga usianya sekarang mencapai 543 tahun. Mengutip laman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cirebon, dulunya masjid ini berupa surau seluas 150 meter persegi.
Surau tersebut dibangun oleh syekh Syarif Abdurrahman. Diberi nama Masjid Merah lantaran dinding masjid ini dibangun dari susunan bata merah ekspos. Sementara, nama Panjunan menunjuk pada nama kampung atau jalan lokasi masjid berada. Arsitektur masjid mencerminkan perpaduan gaya Arab-Tionghoa.
Masjid Agung Kauman, Semarang
Masjid Agung Kauman Semarang ini termasuk masjid tertua di Jawa Tengah. Didirikan pada abad ke-16 oleh Kyai Ageng Pandanaran. Lokasi Masjid Agung Kauman Semarang dulunya terletak persis di depan alun-alun Kota Semarang. Namun semenjak alun-alun berpindah fungsi menjadi kawasan komersial kawasan Pasar Johar, Masjid Agung Kauman semakin terjepit di antara bangunan tinggi.
Masjid Agung Kauman merupakan pusat syiar agama Islam di masa lampu. Sampai saat ini masjid Agung Kauman pun masih dijadikan tempat ibadah bagi kaum muslim. Setiap tahunnya Masjid Agung Kauman juga menyelenggarakan tradisi dugderan sebagai peringatan dimulainya puasa di bulan Ramadan.
Masjid Agung Banten, Serang
Masjid Agung Banten merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia yang merupakan peninggalan Kerajaan Banten. Diketahui masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hassanuddin antara 1552-1570. Masjid bersejarah ini terletak Desa Banten Lama, Kecamatan Kasemen, di Kota Serang, Provinsi Banten.
Masjid yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya ini memiliki keunikan bangunan yakni alkuturasi tiga budaya, yaitu Arab, Tionghoa, dan Eropa. Ciri Masjid Agung Banten yakni menara seperti mercusuar dengan atap bertumpuk lima seperti Pagoda Cina.
Pada sisi kanan dan kiri masjid terdapat serambi yang merupakan kompleks pemakaman Sultan Banten.