Berita Islam – Saat ini ramai di perbincangkan mengenai isu peristiwa dukhan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda berbagai belahan dunia. Ustaz Syafid Riza Basalamah pun menjelaskan mengenai tanda – tanda kiamat sudah dekat.
Ustaz Syafiq Riza Basalamah menerangkan di akun Instagram resminya di @syafiqrizabasalamah_official mengenai tanda – tanda kiamat sudah dekat. Berikut ini adalah penjelasan dari Ustaz Syafiq Riza Basalamah.
Namun muncul juga sebuah video mengenai peristiwa besar yang akan terjadi pada 15 Ramadan yang jatuh pada hari Jumat, dimana membuat sebagian umat islam cemas.
Tidak hanya itu, bahkan ada salah satu akun YouTube Sahabat Aswaja mengunggah video berisi hadist tersebut. Hadist yang membuat binggung sebagian orang Islam.

Segera Ustaz Syafiq Riza Basalamah membuat penjelasan mengenai kadar kebenaran hadist tersebut. Penjelasan Ustaz Syafiq Riza Basalamah ini diunggah di akun pribadi YouTube nya.
“Mendengarkan sebuah cerita yang aneh menyeramkan, terkadang disenangi sebagian orang. Tapi bagaimana jika cerita itu bohong dan dusta? Maka kita tidak akan suka dengan pelakunya,” ujar dia.
Ustaz Syafiq Riza Basalamah mengungkapkan saat ia pertama kali mendapatkan video tersebut.
“Tadi pagi ana mendapatkan kiriman sebuah video pendek, yang menceritakan tentang yang bakal terjadi sesuatu yang mengerikan apabila pertengahan ramadan tepat hari Jumat.”
“Dengan semangat dia membacakannya, membuat yang menonton tertarik dan bahkan percaya. Ini bisa diyakini kebenarannya padahal itu hoax,” tegas Ustaz Syafiq Riza Basalamah.
Lalu Ustaz Syafiq Riza Basalamah pun mengutip hadist Nabi Muhammad SAW
“Barangsiapa yang sengaja berdusta atas nama aku, hendaklah dia bawa kursinya ke neraka,” sabda Nabi Muhammad SAW.
Maka, ia berpesan jangan mudah menyebarkan hadist palsu.
Menurut Ustaz Syafiq Riza Basalamah, hadist ini sengaja disebarkan karena pada Ramadan tahun ini, pertengahan Ramadan bertepatan di hari Jumat.
Padahal hadist ini adalah palsu. Hukum hadist ini palsu alias munkar tidak punya dasar dari perawi yang tsiqah.
“Ibnul Jauzi mengatakan, hadist ini palsu atas nama Nabi Muhammad SAW. Syaikh Albani juga mengatakan hadist ini palsu. Maka hadist palsu tidak boleh diamalkan,” tambahnya.