Tasbih Berusia 400 Tahun: Awal Mula Peradaban Islam Pertama di Binuang Polman

Berita Islam – Warga Kelurahan Amassangang Sulawesi Barat terus merawat dan melestarikan Tasbih berukuran besar dengan panjang 38 meter.

Tasbih tersebut berusia 400 tahun, memiliki biji seukuran buah kemiri sebanyak 3.330 butir yang terbuat dari buah Manjakani. Buah tersebut didatangkan langsung dari Tanah Suci Mekah. Tasbih ini diklaim oleh warga Kecamatan Binuang sebagai tasbih terpanjang di dunia.

Tasbih itu adalah saksi awal mula peradaban Islam di Indonesia dan diwariskan turun temurun di wilayah Binuang  Kabupaten Polewali Mandar.

“Tasbih tersebut dibawa oleh Syekh Abdul Kadir atau yang lebih dikenal dengan nama Haji Mallawi di tanah Mandar” kata Imam Masjid Nurul Hidayah Binuang Muslimin.

Syekh Abdul Kadir sendiri adalah seorang ulama dari tanah Arab dan tasbih tersebut dibawa tanah ke Tanah Mandar saat menyebarkan agama Islam di Kerajaan Binuang.

“Ini diwariskan turun temurun. Saya sendiri mungkin yang menjadi generasi kelima,”kata Muslimin.

Dahulu, tasbih ini digunakan warga pada berbagai acara  hajatan. Seperti khatam Al-Quran, maulid dan tahlilan. Namun untuk menjaga kelestariannya tasbih ini hanya digunakan berzikir secara berjamaah di masjid setiap bulan Ramadan.

“Kami menggunakannya dzikir usai meleksanaka shalat tarwih,”ucap Muslimin.

Tapi, di tengah pandemi Covid-19, tasbih ini hanya disimpan di Iman Masjid karena saat ini dilarang membuat kerumunan. Sebab untuk menggunakannya dibutuhkan puluhan jamaah untuk memang sambil melapaskan dzikir.

Pengurus rumah adat Balla Lompoa di Kabupaten Gowa, Sulawsi Selatan, pernah datang meminta tasbih tersebut karena ingin dimasukkan ke dalam museum. Namum Muslimin sendiri menolaknya karena ingin menjaga tasbih warisan leluhurnya.

Author: pangeranbertopeng