Kewajiban Berjilbab untuk Muslimah

Berita Islam – Islam mengajarkan umatnya untuk menutup aurat. Di antara jenis busana yang mendukung ajaran syariat adalah hijab atau jilbab. Pada masa sekarang, hijab sudah menjadi bagian dari tren sehari-hari. Banyak penata busana yang membuat pelbagai kreasi jilbab sehingga tampak trendy dan kekinian.

Jilbab atau kain penutup rambut perempuan sesungguhnya sudah ada pada berbagai peradaban pra-Islam. Umumnya, jenis pakaian itu dikenakan perempuan ningrat atau wanita yang ingin menjaga diri dari pandangan lawan jenis. Pada masa Nabi Muhammad SAW, turun ayat Alquran yang mewajibkan istri-istri beliau berhijab. Allah berfirman dalam surah al-Ahzab ayat ke-53 dan 54.

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تَدۡخُلُوۡا بُيُوۡتَ النَّبِىِّ اِلَّاۤ اَنۡ يُّؤۡذَنَ لَـكُمۡ اِلٰى طَعَامٍ غَيۡرَ نٰظِرِيۡنَ اِنٰٮهُ وَلٰـكِنۡ اِذَا دُعِيۡتُمۡ فَادۡخُلُوۡا فَاِذَا طَعِمۡتُمۡ فَانْتَشِرُوۡا وَلَا مُسۡتَاۡنِسِيۡنَ لِحَـدِيۡثٍ ؕ اِنَّ ذٰلِكُمۡ كَانَ يُؤۡذِى النَّبِىَّ فَيَسۡتَحۡىٖ مِنۡكُمۡ وَاللّٰهُ لَا يَسۡتَحۡىٖ مِنَ الۡحَـقِّ ؕ وَاِذَا سَاَ لۡتُمُوۡهُنَّ مَتَاعًا فَسۡـَٔـــلُوۡهُنَّ مِنۡ وَّرَآءِ حِجَابٍ ؕ ذٰ لِكُمۡ اَطۡهَرُ لِقُلُوۡبِكُمۡ وَقُلُوۡبِهِنَّ ؕ وَمَا كَانَ لَـكُمۡ اَنۡ تُؤۡذُوۡا رَسُوۡلَ اللّٰهِ وَلَاۤ اَنۡ تَـنۡكِحُوۡۤا اَزۡوَاجَهٗ مِنۡۢ بَعۡدِهٖۤ اَبَدًا ؕ اِنَّ ذٰ لِكُمۡ كَانَ عِنۡدَ اللّٰهِ عَظِيۡمًا

اِنۡ تُبۡدُوۡا شَيۡـًٔـا اَوۡ تُخۡفُوۡهُ فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيۡمًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu dipanggil maka masuklah dan apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan.

Seluruh Muslimah

Apakah mengenakan hijab hanya wajib bagi para istri Rasulullah SAW? Ataukah seluruh Muslimah juga diwajibkan demikian?

Simaklah firman Allah dalam Alquran.

وَقُلْ لِّـلۡمُؤۡمِنٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ اَبۡصَارِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوۡجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَا‌ وَلۡيَـضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوۡبِهِنَّ‌ۖ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اٰبَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اٰبَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوۡ نِسَآٮِٕهِنَّ اَوۡ مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيۡنَ غَيۡرِ اُولِى الۡاِرۡبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفۡلِ الَّذِيۡنَ لَمۡ يَظۡهَرُوۡا عَلٰى عَوۡرٰتِ النِّسَآءِ‌ۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِاَرۡجُلِهِنَّ لِيُـعۡلَمَ مَا يُخۡفِيۡنَ مِنۡ زِيۡنَتِهِنَّ‌ ؕ وَتُوۡبُوۡۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيۡعًا اَيُّهَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung” (QS an-Nur: 31).

Ayat di atas menegaskan, perempuan yang beriman harus menarik khimar hingga ke atas dadanya. Kata khimar dalam bahasa Arab berarti ‘kerudung’ atau ‘kain penutup kepala.’ Dengan demikian, firman Allah Ta’ala ini memerintahkan kepada para Muslimah untuk mengenakan penutup kepala yang menutupi hingga dada mereka juga.

Cara Memantapkan Hati untuk Berhijab

    • Ketahui Jilbab Lebih Dekat

Seringkali wanita muslim ditanyakan oleh orang non muslim, “Mengapa kalian harus berjilbab? Apa kau berbahagia agamamu mengekangmu seperti itu?” Dan, seringkali juga wanita muslim sendiri yang menanyakan ini. Bila Anda bertanya mengapa, karena itu jawabnya cuman satu, yakni karena jilbab ialah perintah Allah SWT.

    • Hijab Bukan Pengungkung

Cukup banyak orang yang berasa dikekang dengan perintah berjilbab ini. Alasannya, karena mereka menjadi terbatas dalam ekspresikan diri. Tahukah Anda jika jilbab ialah wujud kasih sayang Allah SWT pada umatnya? Pada jaman jahiliyah dahulu, derajat beberapa wanita Arab, terutamanya di Mekkah, ditaruh di titik terendah. Dahulu, untuk mereka status lelaki lebih tinggi dibanding wanita. Saat wanita Arab melahirkan bayi wanita, karena itu mereka akan berasa malu dan sedih. Namun, sesudah Islam tiba, harkat dan martabat wanita kembali diangkat dan status wanita menjadi lebih mulia.

    • Langkah Awalnya Berhijab

Untuk berhijrah, cara awal yang Anda butuhkan ialah niat (keinginan dalam hati untuk lakukan satu perlakuan yang diperuntukkan cuma ke Allah SWT). Dengan punya niat segenap hati, pasti Anda akan istiqomah dalam berjilbab.Lalu, cara setelah itu gunakan hijab! Tidak susah memakai hijab, Anda tinggal gunakan pakaian yang panjang dan tutup kepala Anda, usai! Yang sulit itu niatnya.

    • Berterimakasih pada Allah SWT.

Jilbab sebagai salah satunya langkah kita untuk mengucapkan terima kasih pada Allah SWT. Coba Anda pikir, selama Anda hidup di bumi ini, seberapa banyak nikmat Allah yang sudah Anda rasakan?

Saat Anda sukses memperoleh juara 1 di sekolah, saat Anda bisa beli kendaraan yang Anda impi-impikan, saat Anda bisa beraktivitas tanpa kendala sakit, atau yang paling sederhana saja, saat Anda masih dikasih nikmat bernafas sampai detik ini. Rasanya tidak ada yang dapat hitung berapa banyak jumlah nikmat yang sudah Allah SWT beri pada kita, kan?

    • Jaga Kecantikanmu untuk Halal-mu

Saat Anda berjilbab, karena itu sama juga Anda dengan simpan (menjaga) kecantikan Anda untuk pasangan Anda nantinya. Jadikanlah kecantikan Anda sebagai hadiah terindah pasangan halal Anda kelak. Dan, untuk selalu memakai jilbab Anda sampai kelak, ingatlah jika kecantikan Anda cuma bisa diperlihatkan pada pasangan, hingga pemakaian jilbab juga dapat tetap selama-lamanya.

    • Jangan Melepas Hijab Lagi

Baru saja ini ada public figur yang melepaskan jilbabnya karena “alasan pribadi”. Hal ini bukanlah yang pertama terjadi, karena ada banyak orang terkenal yang lain yang melakukan dengan berbagai alasan yang sebetulnya hanya penyanggahan dari kekecewaan mereka pada suatu hal.sebuah hal.

    • Ingat Mati

Langkah menguatkan hati untuk berjilbab yang paling akhir dan yang paling baik dengan
mengingat kematian. Tiap muslim diberikan selalu untuk ingat kematian dan hari akhir. Ingat
kematian sebagai satu pahala karenanya demikian Anda akan berasa takut saat berbuat dosa
dan menjadi lebih dekat dengan Allah. Jilbab ialah kewajiban yang perlu dilakukan oleh beberapa wanita muslim.

Coba pikirkan bila Anda sudah meninggal dunia saat sebelum tutup aurat Anda? Pikirkan dosa yang sudah Anda kumpulkan. Pikirkan juga berapakah beberapa orang yang terbawa oleh dosa Anda karena sudah mengumbar aurat. Janganlah sampai kain kafan jadi jilbab Anda yang pertama dan terakhir, Nah, tersebut sepuluh langkah memantapkan hati untuk berjilbab dari Kamini. Semoga sesudah membaca artikel ini Anda dapat semakin istiqomah dalam berhijab, ya. Wallahu a’lam bishshawab.

Author: pangeranbertopeng