Berita Islam – Takabur adalah contoh dari sifat tercela yang tidak Allah suka bahkan sangat membencinya. Sebagaimana telah ditegaskan Rasul dalam hadis riwayat Muslim, takabur bermakna menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.
Namun, terkadang ada sebagian orang yang merasa belum mengetahui cara untuk menghindari sikap takabur. Saat ini, sudah banyak artikel atau buku yang membahas tentang cara menghindari sikap takabur, salah satunya pada artikel ini.
Pengertian Takabur
Takabur atau sombong adalah sikap membanggakan diri sendiri. Orang yang takabur kemudian akan melihat dirinya sendiri menjadi lebih besar dari yang lain serta memandang dirinya lebih sempurna jika dibandingkan orang lain.
Sifat takabur yang suka membanggakan diri seringkali membuat luput, sehingga muncul perasaan memandang orang lain seakan jauh lebih rendah dibanding dirinya. Oleh sebab itu, sifat takabur ini sangat dibenci Allah sebagaimana firman-Nya yang berbunyi seperti berikut, saat mengisahkan nasihat Lukman kepada anaknya:
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (سورة لقمان:(١٨
Makna ayat tersebut adalah janganlah engkau berpaling dari mereka dengan bersikap sombong, menghadaplah kepada mereka dengan mukami, jangan engkau hadapkan kepada mereka separuh bagian mukamu dan pipimu seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang bersikap congkak dan sombong. Jangan engkau berjalan dengan gaya jalan yang penuh kesombongan, kecongkakan dan rasa bangga diri.
Ciri-Ciri Orang dengan Sikap Takabur
Takabur sebagai suatu sifat yang dibenci oleh Allah SWT. Bahkan, Allah SWT juga memberikan azab bagi orang-orang yang kemudian memiliki sifat ini. Berdasarkan sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Ali bin Abi Thalib R.A. Rasulullah SAW menegaskan bahwa “seseorang yang memiliki sifat takabur sesungguhnya telah mengambil ataupun merampas pakaian Allah SWT.” Dengan kata lain, takabur menjadi sifat yang tidak seharusnya dimiliki oleh manusia, apapun yang dimilikinya serta posisi atau jabatannya.
Seseorang yang takabur juga dapat dikenali melalui ciri-cirinya. Adapun ciri-ciri orang yang bersifat takabur adalah sebagai berikut.
-
Menolak kebenaran
Ciri orang takabur pertama yaitu menolak suatu kebenaran hanya karena ia tidak terima, apabila hal benar itu diungkapkan oleh orang yang kedudukannya lebih rendah dari dirinya.
Menolak suatu kebenaran ini biasanya karena merasa diri paling pintar dan benar. Contohnya ada pada kisah Fir’aun. Tidaklah ia binasa kecuali sifat takaburnya sebab merasa bahwa ia adalah Tuhan yang patut disembah. Padahal Fir’aun sudah banyak melihat mukjizat yang diturunkan Allah lewat Nabi Musa. Dikarenakan tidak beriman maka sifat takabur itu menyelimuti dirinya.
-
Menganggap dirinya istimewa
Ciri sifat takabur berikutnya yaitu selalu menganggap diri sangat baik, istimewa, sampai merasa lebih sempurna jika dibanding orang lain. Menanamkan sifat seperti ini dalam diri tentu kurang tepat karena hanya melahirkan ujub yaitu rasa sombong sedangkan yang maha sempurna hanya milik Allah sepenuhnya.
Salah satu contoh sederhana di kehidupan sehari-sehari yang termasuk ciri takabur yaitu suka meremehkan pengetahuan orang lain karena merasa dirinya lebih hebat dan berpengalaman. Atau seorang guru merasa muridnya kurang pemahaman, kemudian orang tua membandingkan kemampuan dirinya kepada anak-anak mereka, dan masih banyak lagi.
Cara Menghindari Takabur
Menghindari takabur adalah langkah penting dalam meningkatkan diri untuk beribadah kepada Allah SWT. Masih mengutip dari sumber buku yang sama, beberapa cara menghindari takabur yaitu,
-
-
Memiliki Sikap Rendah Hati
-
Rendah hati merupakan sikap mulia yang tidak mau menonjolkan diri meskipun memiliki kelebihan. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepada saya supaya kalian bertawadhu hingga tidak ada seorang pun yang menganiaya orang lain dan tidak seorang pun menyombongkan diri atas orang lain.” (HR Muslim)
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa tawadhu karena Allah maka Allah akan mengangkat derajatnya. Barang siapa takabur maka Allah akan merendahkan derajatnya.” (HR Al-Bazzar dan Thabrani)
-
-
Bersyukur
-
Menghargai dan bersyukur atas semua berkah yang diberikan oleh Allah SWT adalah cara untuk menghindari takabur. Menyadari bahwa segala sesuatu yang dimiliki adalah anugerah dari Allah SWT membantu menjaga hati yang rendah hati.
-
-
Menghormati Orang Lain
-
Seseorang dapat menghindari sifat takabur dengan cara menghormati orang lain dalam hal apa pun. Dengan menerima kritik dengan lapang dada akan membuat seseorang merasa dihormati.