Berita Islam – Jihad sering dimaknai dengan salah oleh banyak orang. Jihad juga dianggap menumbuh suburkan kekerasan karena sering dipakai untuk kepentingan ekstrimisme, radikalisme, dan terorisme. Jihad sendiri berasal dari bahasa Arab, bentuk isim masdar dari fi’il jahada, artinya mencurahkan kemampuan. Lebih lanjut dalam KBBI, jihad adalah perang suci, memerangi orang kafir untuk mempertahankan agama Islam.
Simak artikel ini untuk mengetahui makna jihad secara lebih luas dan lengkap! Baca sampai habis, ya.
Apa itu Jihad?
Dari segi bahasa, arti jihad adalah kesungguhan dalam mencapai tujuan. Dari arti ini, bisa dikatakan bahwa, jihad adalah upaya atau perjuangan yang dilakukan untuk mendapatkan sesuatu. Di sisi lain, jihad juga bisa dimaknai sebagai upaya secara maksimal untuk menghadapi suatu hal yang bisa mengancam dirinya.
Kata kunci utama dalam memaknai jihad adalah upaya/ikhtiar/perjuangan yang dilakukan oleh umat muslim. Dalam hal ini, upaya/perjuangan yang dilakukan bisa mencakup perjuangan merelakan harta, tenaga/fisik, ataupun perjuangan melalui dakwah.
Macam-Macam Jihad dalam Islam
Dalam Islam, Jihad merupakan bentuk upaya yang dilakukan untuk melawan orang-orang yang berbuat zalim. Seperti yang disebutkan sebelumnya, salah satu bentuk upaya dalam jihad adalah perjuangan melalui fisik. Namun perlu digarisbawahi bahwa, jihad tidak hanya itu saja, ya! Sebab, masih banyak macam-macam jihad dalam Islam, di antaranya yaitu:
-
-
Jihad Melawan Hawa Nafsu
-
Jenis jihad yang pertama, yaitu jihad melawan hawa nafsu. Jangan sampai, manusia diperbudak oleh nafsu dan melakukan tindakan atau perbuatan yang dilarang oleh agama.
Nah, salah satu cara untuk melawan hawa nafsu adalah dengan belajar agama dan menerapkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. Cara ini bisa mulai diterapkan untuk diri sendiri terlebih dahulu, baru kemudian bisa mengajak orang lain.
Bagaimana caranya? Soal ini, Sahabat bisa mengajarkan ilmu dan bersama-sama mengajak orang lain agar bisa melawan hawa nafsu.
-
-
Jihad Melawan Kezaliman
-
Macam jihad yang kedua yaitu jihad melawan orang-orang yang melakukan perbuatan zalim dan kemungkaran. Terdapat tiga tingkatan yang bisa dilakukan untuk melakukan jihad ini, yang pertama yaitu menggunakan tangan kalau mampu.
Maksud dari menggunakan tangan ini adalah dengan kekuatan atau kekuasaan yang dimiliki. Jika tidak mampu, cara kedua yang bisa dilakukan, yaitu menggunakan lisan atau ucapan.
Maksudnya yaitu, memberikan nasihat kepada pelaku dengan kata-kata yang baik dan sopan agar dapat didengar oleh pelaku kemungkaran. Kemudian cara terakhir jika kedua cara sebelumnya tidak berhasil, yaitu jihad dengan hati. Hal ini berarti mencegah kemungkaran dengan membenci perbuatan tersebut.
-
-
Jihad Melawan Syaitan
-
Melawan syaitan juga masuk ke dalam macam-macam jihad dalam Islam. Jihad ini bisa berupa menolak apa saja yang menjadi ciri perbuatan syaitan, salah satunya keragu-raguan. Jadi, dapat dikatakan bahwa, salah satu bentuk jihad melawan syaitan adalah berusaha terhindar dari bisikan keragu-raguan dari syaitan.
Adapun salah satu cara melakukan jihad ini, yaitu berpuasa. Puasa mempunyai makna spiritual yang dirancang agar manusia dapat menahan dan mengendalikan hawa nafsunya.
-
-
Jihad Melawan Orang Kafir
-
Jihad juga berarti perbuatan untuk melawan orang-orang yang berbuat munafik dan kafir. Cara untuk memeranginya yaitu bisa melalui hati, lisan,harta dan jiwa. Dari sini juga bisa diartikan bahwa untuk melawan golongan dari orang-orang tersebut tidak selalu langsung dengan senjata.
Namun diutamakan untuk melawan orang-orang kafir yaitu dengan tangan, yang dimaksud di sini adalah kekuatan dan kekuasaan. Sedangkan jihad untuk melawan orang munafik yaitu dengan mengutamakan menggunakan lisan berupa dalil, argumen dan penjelasan.
Sejarah Jihad
Sejarah jihad dalam Islam sudah dimulai sejak abad ke-7 di Mekkah dan Madinah pada awal perkembangan Islam.
Mengapa pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam jihad yang dilakukan terkesan hanya perang saja? Pada waktu itu, Islam adalah agama minoritas yang belum diterima di masyarakat, sehingga tidak sedikit kelompok atau golongan yang menentangnya.
Bahkan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabat mendapatkan ancaman dan serangan dari kaum kafir. Inilah kenapa, banyak peperangan yang terjadi di zaman itu, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam harus membela diri dan melindungi Islam.
Dalam jihad ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersama para sahabat juga harus mengorbankan harta benda dan jiwanya demi menegakkan agama Islam. Di samping konteks perang, jihad pada masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga diwujudkan melalui dakwah untuk menyebarkan agama Islam.