Alasan dan Hikmah Babi Diharamkan

Berita Islam – Islam mengharamkan babi sesuai dengan perintah Allah Azza wa Jalla. Allah telah tegas mengharamkan babi, sebagaimana dalam surat Al-Maidah ayat tiga.

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنزِيرِ وَمَآأُهِلَّ لِغَيْرِ اللهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَآأَكَلَ السَّبُعُ إِلاَّ مَاذَكَّيْتُمْ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Alloh, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya. (QS. al-Maidah ayat 3)

Selain itu, ada hikmah yang bisa kita pelajari—termasuk soal kehati-hatian dalam konsumsi dan kebersihan—meski alasan utama tetaplah ketaatan pada perintah Allah SWT.

Dalil Keharaman Babi dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an menyebutkan larangan konsumsi daging babi secara tegas. Salah satu rujukannya ada pada Surah Al-Ma’idah ayat 3, yang memuat larangan memakan bangkai, darah, dan daging babi.

Dalil lain ada pada Surah Al-An’am ayat 145, yang menyebut daging babi sebagai sesuatu yang impure/rijs (kotor/menjijikkan) dan termasuk yang dilarang untuk dikonsumsi.

Dari sini, pondasi utamanya jelas: babi haram karena Allah menetapkannya demikian. Hikmah-hikmah di luar itu bisa menjadi penguat, tetapi tidak menggantikan dalil.

Alasan Dilarangnya Makan Daging Babi

Mengutip dari buku Berkenalan dengan Jaminan Produk Halal di Indonesia karya Astuti Mairinda, alasan-alasan yang menyebabkan munculnya larangan makan babi dalam Islam antara lain:

  1. Babi adalah Binatang yang Isi Perutnya “Mutlak” Berisi Sampah
    Alasan pertama yang menyebabkan dilarangnya makan babi dalam Islam adalah karena babi merupakan hewan omnivora yang memakan segala hal, termasuk kotorannya sendiri. Babi juga memakan berbagai macam serangga, daging hewan yang membusuk, dan bahkan air seninya sendiri.
  1. Daging Babi Menyimpan Banyak Racun
    Kedua, daging babi menyerap lebih banyak racun daripada hewan lain sehingga membuat dagingnya lebih berbahaya untuk dikonsumsi.
  2. Babi Tidak Berkeringat
    Faktanya, babi merupakan satu-satunya mamalia yang tidak berkeringat. Artinya, keringat dan racun bergabung menjadi satu dalam daging babi dan tidak keluar sama sekali. Sehingga, daging babi apabila dikonsumsi akan berisi banyak bakteri dan zat berbahaya.
  3. Babi Penyebab Banyak Penyakit
    Alasan larangan makan babi dalam Islam yang keempat adalah karena babi merupakan sumber dari segala penyakit. Bagaimana tidak? Babi ternyata bisa menyebabkan penyakit tipes, encok atau radang sendi, reumatik, radang perut, radang selaput, serta masalah empedu yang berkepanjangan.
  4. Babi Membawa Banyak Penyakit
    Babi membawa sekitar 30 penyakit yang dapat dengan mudah ditularkan ke manusia. Inilah mengapa, muncul larangan makan daging babi dalam Islam. Bahkan, ketika babi sudah mati, jangan sekali-kali Anda memegang bangkai mereka.

Hikmah pengharamannya karena babi memiliki beberapa sifat berikut:

    1. Babi adalah hewan yang sangat menjijikkan. Oleh karena itu, makanan kesukaan hewan ini adalah barang-barang yang najis dan kotor.
    2. Daging babi mengandung satu virus tunggal yang dapat mematikan dan mengandung penyakit ganas yang sulit obatnya bagi pemakan daging babi sebagaimana terbukti oleh riset kedokteran.
    3. Salah satu sifat hewan babi adalah tinggi syahwat, sehingga babi jantan menaiki babi betina padahal dia sedang makan rumput, bahkan sekalipun si betina telah berjalan beberapa meter, si jantan akan terus menumpanginya! (Hayatul Hayawan, ad-Damiri 1/424).

Author: pangeranbertopeng