Berita Islam – Rencana Pemerintah Arab Saudi untuk pencabutan penangguhan izin pelaksanaan umrah akan di lakukan secara bertahap.
Izin pelaksanaan umrah telah ditangguhkan untuk menahan penyebaran virus corona yang mungkin terjadi sejak Maret lalu.
Arab Saudi juga memberlakukan sejumlah ketentuan baru, termasuk pengurangan jumlah jemaah hingga protokol kesehatan seperti social distancing pada pelaksanaan haji tahun ini.
Penangguhan penerbangan Internasional akan di cabut oleh Pemerintah Arab Saudi pada 15 September 2020 setelah 6 bulan diberlakukan kebijakan pembatasan perjalanan.
“Kerajaan akan mengakhiri seluruh pembatasan pada transportasi udara, darat, dan laut setelah 1 Januari tahun depan,” kata pihak Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.
![]()
Untuk, warga Timur Tengah dan non-Saudi dengan izin tinggal “iqama” atau visa kunjungan dapat masuk ke wilayah kerajaan mulai 15 September 2020 dengan syarat dinyatakan negatif Covid-19 dalam 48 jam terakhir.
Sementara untuk pegawai pemerintah dan militer, kedutaan asing, dan orang-orang yang membutuhkan pengobatan juga akan diizinkan masuk dan keluar dari wilayah Saudi mulai 15 September mendatang.
Pengecualian ini juga mencakup siswa-siswa yang studi atau pelatihannya memerlukan perjalanan ke negara lain.
Keluarga-keluarga yang harus terpisah akibat lockdown juga diperbolehkan melakukan perjalanan untuk kembali bertemu dengan anggota keluarganya di wilayah lain dari kerajaan.
Pembatasan ini secara bertahap telah dilonggarkan, warga Saudi dengan izin tinggal di luar kerajaan juga diizinkan melakukan perjalanan.
Arab Saudi juga telah mengakhiri pemberlakuan jam malam di seluruh wilayah kerajaan pada Juni lalu. Sebelum rencana pencabutan penangguhan penerbangan internasional ini.
Di lansir data dari Worldometers, jumlah total kasus Covid-19 yang telah terjadi di Arab Saudi sebanyak 325.651 kasus. Dari angka itu, ada 4.268 kasus kematian dan lebih dari 300.000 orang yang telah dinyatakan sembuh.